Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode (224)


__ADS_3

Bella dan Ardika hanya bisa diam di dalam Apartemen nya, hanya untuk menunggu kedatangan kembali lelaki yang mereka tunggu.


"Ardika sampai kapan kita hanya diam di dalam Apartemen, ini sangat membosankan sekali untuk kuu."


Bella yang merasa sangat bosan dan akhirnya dia memilih untuk pergi dari Apartemen nya.


"Ardika aku pergi yaa, nanti aku bawakan makanan dan minuman untuk kamu juga."


Bella pun segera pergi dari Apartemen nya dan Ardika hanya bisa membiarkan Bella pergi begitu saja.


"Ini memang sangat membosankan sekali, lebih baik aku menonton berita di televisi saja."


Ardika memilih untuk melihat berita di televisi dan dia melihat Reymon yang ada di salah satu berita di televisi.


Di sana Reymon mengungkapkan perasaan rindu nya kepada almarhum istri Sesilia, dan dia juga merupakan jika istri nya meninggal bukan karena kecelakaan mobil tunggal.


Ardika pun langsung mematikan saluran televisi tersebut.


"Apa-apa an ini, Reymon dia adalah seorang pengusaha dia seperti selebritis saja selalu ada di televisi. Dan apa maksud dengan ucapan tadi dia merasa istrinya meninggal bukan karena kecelakaan tunggal."

__ADS_1


Ardika pun lupa dengan Bella yang sedang keluar dari Apartemen nya.


"Ucapan Reymon benar-benar menyudutkan sekali Bella. Dan Bella dengan rasa tenang nya dia sekarang pergi begitu saja dari Apartemen."


Ardika mulai menghawatirkan kondisi Bella tapi dia yang tidak meninggalkan Apartemen nya.


Ardika pun hanya bisa sabar menunggu kedatangan Bella.


Ketika Bella yang sedang berada di luar Apartemen dia seperti melihat mobil mantan suami nya.


"Itu seperti mobil Mas Rendy, kenapa dia bisa berada di sini yaa. Mobil nya yang berhenti."


Bella pun mengetuk kaca mobil dan membuat Rendy keluar dari mobil nya.


"Mas Rendy, ada apa Mas Rendy di sini dan bagaimana dengan Annabella yang memilih untuk kembali dengan kalian berdua."


Rendy membuka pintu mobil nya dia pun merasa jika Annabella tidak bersama dengan nya.


"Annabella tidak ada bersama dengan ku, bukan kah dia lebih memilih bersama dengan mu Bella."

__ADS_1


Bella merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh mantan suami nya tersebut.


"Annabella sudah dua hari dia bilang akan menginap di rumah Ayah dan Ibu, jika Annabella tidak bersama dengan kalian lalu Annabelle pergi ke mana."


Bella pun langsung memilih untuk berlari menuju ke Apartemen untuk membicarakan hal ini dengan Ardika tapi ketika Annabella hendak berlari tiba-tiba saja ada tangan yang menarik nya dan menutup rapat bibir Bella dengan tangan nya.


Tatapan mata yang sangat tajam sekali memandangi wajah Bella.


Lelaki tersebut pun mengeluarkan pisau dari balik jas nya dan memperlihatkan kepada Bella.


Seketika Bella sangat ketakutan sekali dia sampai meneteskan air mata nya.


"Tidak usah menagis, apa yang kamu perbuat itu sangat tidak manusiawi sekali. Dan tidak usah merasa ketakutan jika kamu sendiri mempunyai hati yang sangat kejam."


Bella seakan di buat tidak berdaya, pisau tajam itu berada di hadapan nya.


Bella memejamkan mata nya dia begitu sangat ketakutan sekali dan dia merasa ini adalah hari terakhir nya dia untuk bisa hidup.


Tangan Bella begitu sangat bergetar sekali begitu pun kakinya yang seperti melayang.

__ADS_1


__ADS_2