
Annabella terbangun dari tidurnya dia pun langsung berjalan menuju ke luar kamar dan mencari orang tua nya.
Tapi Annabella melirikan mata nya dengan minuman yang sudah dia pesan.
Annabella pun memilih untuk meminum nya dan dia merasa sedikit segar.
"Apakah ibu dan Ayah sudah pulang yaa, aku ingin sekali bertemu dengan nya."
Annabella berjalan menuju ke ruangan yang biasa mereka berkumpul dan ternyata
"Annabella sayaaaaang, kamu sudah terbangun Nak."
Ucapan lembut Elsha yang kadang membuat Annabella merindukan nya.
"Iya Bu, aku kembali tapi mungkin tidak untuk selamanya."
Annabella memilih untuk duduk di samping kursi Ayah nya.
"Bagaimana dengan kabar mu Ayah,? apakah baik-baik saja dan sehat."
Annabella sudah mulai memberikan perhatian kepada Ayah nya.
"Kondisi Ayah sangat baik Nak, begitu juga dengan kondisi Ibu mu Bella tadi Ayah dan Ibu bertemu dengan nya."
Annabella pun merasa sangat terkejut sekali ketika Ayah nya yang bertemu dengan Ibu nya.
"Ayah bertemu dengan ibu,? Ayah main ke Apartemen ibu?."
Wajah Annabella begitu sangat terkejut sekali dan Elsha pun memperhatikan nya.
"Tidak Nak, Ayah hanya bertemu dengan Ibu di luar Apartemen dan dia langsung pergi begitu saja Annabella."
Wajah Annabella merasa sedikit tentang sekali ketika mendengar hal tersebut.
"Oh seperti itu yaa, aku pikir Ayah main ke Apartemen ibu."
Annabella mulai bersikap seperti biasa nya.
"Annabella, Ayah ingin bertanya kepada mu. Ibu mu mengatakan jika kamu sudah dua hari keluar dari Apartemen. Sedangkan kamu baru sekarang ke sini sebelum nya kamu tidur di mana Nak."
Annabella merasa sangat binggung sekali dia harus menjawab apa pertanyaan dari Ayah nya.
"Aku menginap di rumah Lucas dan aku di temani oleh Dokter Ardiana dia adalah ibu Lucas."
Annabella memilih untuk jujur kepada kedua orang tuanya.
"Apakah kamu mengalami panik attack kembali Annabella,? karena tidak mungkin kamu sampai di bawa ke rumah Lucas dan sampai di dampingi oleh Dokter Ardiana."
Elsha semakin mencurigai Annabella dan Annabella pun merasakan nya.
__ADS_1
"Iya Bu aku kambuh dan Lucas langsung membawa aku dan kondisi ku membaik aku langsung pergi ke rumah ini."
Rendy merasa Annabella butuh waktu berdua dengan Elsha agar mereka berdua bisa seperti dulu lagi.
"Annabella kamu mengobrol dengan ibu yaa, Ayah pergi ke kamar dulu untuk menganti baju ."
Rendy pun meninggalkan mereka berdua dan ini menjadi kesempatan Elsha untuk bisa bertanya-tanya dengan Annabella.
Melihat suami nya yang sudah menjauh Elsha pun langsung menghampiri Annabella.
"Annabella, apakah kamu merasa ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan dengan ibu. Masalah pribadi atau sebuah rahasia besar."
Seketika Annabella pun langsung gugup ketika mendengar perkataan Ibu nya.
"Sebuah rahasia besar apa yaa maksud ibu, aku tidak mengerti sama sekali pertanyaan ibu itu."
Annabella mencoba untuk tetap tenang di hadapan ibu nya.
"Ibu mencurigai ibu kandung, seperti ada yang dia sembunyikan dari kita semua."
Elsha pun mengeluarkan lukisan tersebut.
"Annabella siapa lelaki yang kamu lukis ini,? bisakah kamu jawab jujur kepada ibu."
Annabella mengambil lukisan tersebut dan. tangan nya mulai bergetar hebat.
Elsha langsung menegang tangan Annabella yang bergetar seperti sangat ketakutan sekali.
Elsha mencoba untuk menenangkan perasaan Annabella dan Annabella pun memberikan kembali lukisan tersebut kepada Elsha.
"Lebih baik ibu membuang lukisan tersebut, aku tidak ingin melihat nya kembali."
Annabella menghelakan nafas panjang nya dan lukisan tersebut kembali di tangan Elsha.
Elsha melihat Annabella yang begitu sangat panik sekali.
"Annabella, apakah lukisan ini adalah wajah lelaki yang sudah melecehkan mu ini. Wajah nya terlihat sangat jelas sekali, jika memang ini adalah lelaki yang membuat kamu seperti ini maka ibu akan melaporkan nya ke pihak kepolisian."
Annabella memilih untuk langsung pergi berlari menuju ke kamar nya dia meninggalkan Elsha sendirian.
"Ya, lelaki ini adalah yang membuat Annabella di lecehkan tapi kenapa Annabella tubuh mau berbicara jujur dia seperti sedang melindungi seseorang."
Elsha memasukkan lukisan tersebut ke dalam tas nya yang dia rasa sangat aman sekali.
"Seperti nya aku harus menemui Jackson, ini sudah tidak ada lagi pilihan aku harus bertemu dengan Jackson sekarang juga."
Elsha mengabaikan Annabella yang masuk ke dalam kamar nya, sedangkan Annabella yang seperti sedang menunggu kedatangan ibu nya.
"Ibu tidak mengejar ku, ibu sekarang sedang apa yaa."
__ADS_1
Annabella membuka pintu kamar dia tidak melihat ibu nya dan Annabella pun langsung berlari menuju ke kaca kamar nya dia melihat ibu nya yang masuk ke dalam mobil.
"Ibu pergi,? dia pergi ke mana yaa."
Annabella seketika merasa sangat cemas sekali ketika ibu nya yang pergi begitu saja.
"Lukisan, apakah ibu membuang lukisan tersebut aku harus mencari nya."
Annabella keluar dari kamar nya dia langsung mencari kertas tersebut tapi dia tidak menemukan nya.
Mbak Asmirah merasa sangat aneh sekali dengan sikap Annabella yang seperti sedang mencari sesuatu yang terjatuh.
Mbak Asmirah pun langsung menghampiri Annabella.
"Nona Annabella,? sedang mencari apa yaa. Boleh Mbak Asmirah bantu mencari nya."
Annabella pun menghentikan pencarian nya ketika dia mendengar suara mbak Asmirah.
"Mbak, tolong carikan lukisan aku yaa. Mungkin ada di tempat sampah atau di mana pun yaa. Lukisan seorang lelaki tetapi bukan Jackson atau pun Lucas."
Mendengar perkataan Annabella, mbak Asmirah pun langsung pergi ke dapur untuk mencari apa yang sedang di inginkan oleh Annabella.
Tapi Mbak Asmirah tidak menemukan nya.
"Maaf Nona Annabella, tidak ada saya tidak menemukan nya."
Mendengar keributan Annabella, Rendy pun langsung menghampiri Annabella.
"Ada apa sayaaaaang,? apa yang sedang kamu cari sekarang."
Annabella pun memilih untuk diam dia melirikan mata nya kepada Mbak Asmirah.
Mbak Asmirah pun memilih untuk langsung pergi.
"Aku sedang mencari anting ku Ayah, terjatuh seperti nya di sini."
Rendy memperhatikan Annabella yang memakai anting lengkap di telinga nya.
"Annabella sayang, anting mu sudah lengkap di telinga mu. Dan seperti kamu hanya merasa jika anting mu itu terjatuh sayaaaaang."
Mbak Asmirah mendengar perkataan dari Annabella dan juga Rendy, dia merasa lukisan tersebut sangat berarti untuk Annabella.
Mbak Asmirah pun mencoba untuk mencari kembali lukisan tersebut.
"Oh begitu yaa Ayah, seperti nya memang aku yang merasa jika anting aku terjatuh tapi kenyataannya ada terpasang di telinga ku."
Annabella pun tertawa di hadapan Ayah nya.
"Annabella apa yang sedang terjadi dengan mu,? apa yang sedang kamu sembunyikan kepada Ayah mu ini. Kamu jangan seperti ini Annabella jujur saja kepada Ayah mu ini."
__ADS_1
Rendy memegang tangan Annabella dan itu membuat Annabella yang memang tidak bisa berbohong kepada Ayah nya.