
Jessica langsung melemparkan remote televisi itu ke arah televisi sambil berteriak-teriak kencang.
Elsha yang sedang berada di dalam kamar nya pun dia langsung menghampiri Jessica.
Dia melihat Jessica yang sedang menangis histeris sambil menutupi wajah nya.
"Sayaaaaang, kamu kenapa Nak. Kenapa sayaaaaang."
Elsha begitu sangat panik melihat Jessica dan dia pun mencoba untuk menenangkan perasaan Jessica.
Elsha memeluk erat tubuh Jessica dan mengelus rambut panjang nya.
"Dia meninggalkan kan ku karena wanita lain, dia lebih memilih wanita lain dari pada aku."
Elsha melihat remote yang membuat layar lcd TV menjadi retak, Elsha merasa jika Jessica sudah mengetahui semuanya.
"Anna, dengar ibu sayaaaaang. Biarkan saja dia bersama dengan wanita lain itu pertanda jika Jackson itu memang tidak baik untuk kamu biarkan saja yaa. Lupakan Jackson jangan pernah kamu ingat Jackson kembali."
Jessica terus saja menangis histeris dia begitu sangat sakit sekali hati nya.
__ADS_1
Elsha pun mencoba untuk membawa Jessica ke dalam kamar nya, Elsha memang harus membawa Jessica ke psikiater. Dia tidak mau kondisi Jessica semakin parah.
"Sayaaaaang, duduk yaa dan hapus air mata kamu yaa."
Elsha menghapus air mata Jessica dan juga mengikat rambut panjang Jessica yang terkadang sering di Jambak oleh Jessica.
"Kamu minum dulu yaa, tenang kan pikiran kamu yaa. Lebih baik kamu diam saja yaa di dalam kamar bersama dengan Ibu yaa sayang."
Jessica terus saja memegang erat tangan Elsha.
"Aku tidak menyesal sekali Buu, aku yang jadi korban nya. Sedangkan dia tidak ada satu pun yang menghujat nya Buu. Kenapa semua nya menyalahkan aku Buu, mereka jahat sekali dengan aku."
"Jessica, sekarang nama mu berganti menjadi Annabella. Mereka itu menghujat Jessica bukan Annabella yaa sayang, jadi kamu jangan selalu mengingat apapun yang mereka katakan kepada kamu yaa. Kamu sekarang harus fokus untuk menyembuhkan hati kamu dulu ya sayang."
Elsha terus saja memeluk erat tubuh Jessica yang sangat terasa sekali bergetar nya.
"Aku sayaaaaang ibu, aku tidak jauh dari ibuu."
Jessica merasa sangat nyaman sekali ada di pelukan Ibu nya.
__ADS_1
***
Bella yang baru tersadar dia langsung membaca pesan dari Elsha.
Bella begitu sangat terkejut sekali ketika membaca pesan tersebut.
"Jackson, dia benar-benar membuat ku marah besar. Dia sudah membuat Jessica menjadi seperti ini dia begitu sangat jahat sekali tidak seperti yang aku bayangkan."
Bella berniat untuk pergi tapi Ardika menahan nya.
"Jangan dulu pergi, coba lihat perlakuan anak sambung mu itu. Baru saja bercerai dengan Jessica dia sudah bersama dengan wanita lain. Jahat sekali Jackson terhadap Jessica."
Bella pun langsung memandangi layar televisi dia tidak habis pikir dengan apa yang sudah di lakukan Jackson terhadap Jessica.
"Jackson seperti nya kamu ingin bernasib seperti Mama mu, tapi tidak aku tidak akan membuat mu musnah tapi aku akan membuat mu juga menderita lebih sakit dari yang Jessica sekarang rasakan."
Bella sudah tidak bisa menahan rasa emosi nya, dia terus saja memandangi wajah Jackson di layar televisi bersama dengan wanita lain.
"Ardika cari tahu siapa nama wanita itu dan juga alamat rumah nya, kita buat dia menyesal."
__ADS_1
Ardika dengan cepat dia mengangguk kan kepala nya atas perintah Bella.