Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode (214)


__ADS_3

Ketika Annabella yang sedang sangat ketakutan sekali dengan apa yang sudah di lakukan oleh ibu nya.


Bella dan Ardika mereka berdua bersenang-senang bersama seakan tidak terjadi apa-apa di kehidupan mereka berdua.


"Bella, kita tidak harus menikah yang penting kita yang terus bisa bersama untuk menghadapi permasalahan kita bersama."


Ardika terus saja memeluk erat tubuh Bella.


"Iya Ardika, kamu jangan pernah pergi dari kehidupan ku yaa. Kita berdua harus bisa melawan apapun yang terjadi jika sampai apa yang di lakukan sekarang ini harus berhadapan dengan posisi, kita akan pergi jauh bersama-sama."


Kondisi Bella yang terlalu banyak minum sehingga dia merasa sadar tidak sadar.


Ardika membaringkan tubuh Bella di atas kasur dan dia melihat Handphone Bella.


"Bella menonaktifkan handphone nya, tapi kenapa aku seketika menjadi hawatir dengan kondisi Annabella yang sendirian di Apartemen nya."


Ardika pun akhirnya memilih untuk mengaktifkan handphone Bella dan ternyata benar saja ada pesan masuk dari Annabella.


Ardika merasa sangat binggung sekali, jika dia membaca pesan tersebut dia merasa sangat lancang sekali.

__ADS_1


Tapi Ardika pun langsung berpikir bagaimana jika pesan ini sangat penting sekali.


Ardika pun akhirnya membuka pesan dari Annabella dan ternyata isi pesan tersebut membuat Ardika sangat terkejut sekali.


"Sudah ku duga teror misterius itu sudah mengetahui Apartemen Bella, dan aku rasa sekarang dia sedang mengincar Annabella."


Ardika melihat Bella yang sedang tertidur pulas dan tidak mungkin dia bisa bangun dengan cepat.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang yaa, apalagi Annabella yang baru saja sembuh dari despresi nya. Jika Annabella yang terus-menerus merasakan tertekan dengan teror misterius ini."


Ardika pun akhirnya memilih untuk membalas pesan dari Annabella.


Annabella yang membaca pesan tersebut dia merasa itu bukan ketikkan pesan dari ibu nya.


"Ini bukan ibu yang membalas pesan nya, seperti nya itu kekasih nya yang membalas nya."


Annabella pun mengabaikan pesan tersebut.


"Lalu sekarang kehidupan ku bersama dengan ibu ku adalah pergi untuk berpindah-pindah tempat tinggal, kita yang mencoba untuk menghilangkan jejak dari teror misterius ini. Sampai kapan seperti ini terus berlanjut, kenapa tidak langsung saja menangkap peneror itu dan mungkin mereka berdua akan menghabisi nyawa nya kembali."

__ADS_1


Annabella menyimpan Handphone nya, sedang kan Ardika menunggu balasan pesan dari Annabella.


"Kenapa Annabella tidak membalas pesan ini yaa, apakah dia baik-baik saja di Apartemen itu."


Ardika semakin hawatir dengan kondisi Annabella.


***


Lucas benar-benar datang menuju ke Apartemen tersebut, dia pun mencoba untuk mencari kamar Annabella dan akhirnya Lucas mendapatkan nya.


Lucas pun berada di depan pintu Apartemen tersebut.


"Seperti nya Annabella tidak akan langsung membuka pintu ini, karena dia yang pasti merasakan ketakutan sekali."


Lucas mencoba untuk menekan tombol bell tersebut dan Annabella pun yang berada di dalam kamar mendengar suara bell berbunyi.


"Suara bell berbunyi lagi, apakah ini adalah kedatangan orang misterius tersebut untuk melakukan hal-hal yang kejam terhadap ku."


Annabella pun mulai merasa sangat ketakutan sekali dia memilih untuk diam di dalam kamar nya.

__ADS_1


Handphone Annabella pun langsung berdering kencang sekali tapi Annabella mengabaikan nya dan memilih untuk bersembunyi di balik selimut tebal nya.


__ADS_2