Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode *171*


__ADS_3

Ketika Bella mau membuka pintu kamar dia melihat ada Jackson di hadapan nya, dan membuat Bella seketika langsung mundur.


Bella tidak menyangka kenapa Jackson ada di sini, sedangkan dia melihat Jackson yang keluar dari mobil nya.


Robby juga masuk ke dalam kamar tersebut karena atas perintah dari Jackson.


"Maaf, aku harus pergi. Aku tidak bisa berlama-lama di sini karena Annabella yang sangat membutuhkan ku di samping nya."


Bella terlihat pergi dengan tergesah-gesah sekali dan Jackson pun langsung berteriak.


"Bukan kah Annabella tidak mengharapkan kehadiran mu di samping nya, bahkan dia mengatakan jika kamu itu adalah wanita yang jahat."


Bella mengehentikan langkah kaki nya ketika dia mendengar suara Jackson yang sangat keras.


"Aku baru saja pulang dari rumah Annabella dan dia selalu di dampingi oleh Ibu Elsha, bukan Ibu Bella ibu kandung nya."


Bella langsung membalikkan badannya dan dia menatap wajah Jackson.


"Bukan kah Annabella seperti ini itu karena ulah sikap mu Jackson, kamu meninggalkan Annabella di saat dia yang begitu sangat cinta kepada mu. Dia melerakan karir nya yang bersinar hanya untuk menikah dengan mu yang ternyata hanya bertahan selama satu bulan saja. Kamu mempermainkan perasaan putri kesayangan kuu."


Jackson pun langsung tersenyum tipis di hadapan Bella.


"Jika Annabella tidak pergi bersama dengan mu maka Annabella tidak akan pernah mengalami pelecehan, dan kenapa dia sampai menyebut mu wanita jahat. Apakah mungkin kamu terlibat dalam kasus ini Bella Renata."


Mata Bella langsung berkaca-kaca ketika mendengar perkataan Jackson.


"Jahat sekali ucapan mu itu Jackson, ucapan yang tanpa ada nya bukti yang kuat."


Bella terlihat begitu sangat marah sekali kepada Jackson.


"Ya, itu adalah kelemahan ku yang belum mempunyai bukti-bukti setiap apa yang kamu lakukan selama ini."

__ADS_1


Bella memilih untuk langsung pergi meninggalkan rumah itu, karena menurut nya berbicara dengan Jackson hanya membuang-buang waktu nya saja.


Jackson langsung menghampiri Reymon dia merasa sangat curiga sekali dengan kedatangan Bella.


"Untuk apa wanita itu datang ke sini,? dia ingin memberikan surat perceraian nya."


Pertanyaan Jackson membuat Reymon terdiam dia merasa Jackson tidak bisa merasakan rasa cinta nya kepada Bella.


"Jackson, Papa tidak ingin berpisah dengan Bella. Papa ingin sekali bisa sampai menua bersama dengan Bella di saat nanti kamu sudah berumah tangga kamu pasti akan meninggalkan Papa dan Papa tidak akan pernah bisa berkumpul dengan mu tiap hari."


Jackson pun terdiam ketika dia mendengar perkataan Papa nya, dan andai saja dia mengetahui jika wanita yang dia cintai itu adalah penyebab meninggal nya istri yang di cintai nya dulu.


"Papa ingin bisa terus bersama dengan nya,? lalu bagaimana jika aku mengatakan sesuatu tentang nya yang menyakiti hati Papa dan aku juga."


Jackson pun langsung menghampiri Papa dengan jarak yang semakin dekat sekali.


"Bagaimana jika wanita itu adalah penyebab dari meninggal nya Mama Sesilia."


"Apa maksud ucapan mu itu Jackson, Mama mu itu meninggal karena kecelakaan bukan karena kasus yang lain."


Reymon begitu sangat terkejut sekali ketika Jackson mengatakan itu semua dan dia juga berpikir Jackson mengatakan hal tersebut karena dia yang sangat membenci Bella.


"Aku merasa sudah tenang sekali bisa mengatakan ini kepada Papa, dengan keadaan Papa yang baik-baik saja. Mungkin Papa tidak percaya dengan ucapan ku ini karena aku yang tidak mempunyai bukti yang kuat tapi ingat terus perkataan aku tadi. Bella Renata yang membuat Mama meninggal dengan tangan nya sendiri, dan aku Robby tidak menemukan rekaman cctv nya. Tapi suatu saat kita berdua bisa memasukkan Bella Renata ke dalam penjara dan itu yang membuat sikap ku berubah kepada Annabella."


Sudah merasa sangat puas sekali ketika dia bisa mengatakan nya kepada Papa nya, dan Jackson pun pergi dari kamar Reymon di temani oleh Robby.


Jackson menutup rapat pintu kamar nya, dia menghelakan nafas panjang nya.


"Tuan Jackson, apakah tadi melihat lelaki yang ada di dalam mobil Bu Bella. Apakah itu adalah Ardika,? dia terlihat memakai topi kaca mata hitam dan masker."


Jackson tidak sampai detail itu memperhatikan mobil Bella.

__ADS_1


"Aku tidak memperhatikan nya, tapi aku mengetahui kedatangan Bella. Aku melihat mobil nya yang terus menerus diam di depan pintu gerbang. Dan di saat kita pergi mobil itu langsung masuk ke dalam dan itu yang membuat ku curiga dengan kedatangan Bella."


Jackson pun berjalan menuju ke kamar Mama nya, dia masuk sambil memandangi foto Mama nya.


"Bantu aku membuat Papa percaya dengan perkataan ku, aku tahu Papa yang terlalu cinta dengan wanita itu. Yang membuat Papa cinta dan tidak ingin berpisah dengan Bella."


Jackson terus saja memandangi foto Mama yang sedang tersenyum.


"Aku ingin sekali dia masuk ke penjara, karena menurut aku dia juga yang membuat Annabella menjadi despresi seperti ini."


Jackson membelai foto Almarhum Mama nya.


"Aku merindukan Mama, aku ingin sekali Mama bisa kembali. Bersama ku di rumah ini hanya untuk berdua saja dan membuat mereka pergi dari rumah ini."


Robby mendengarkan perkataan Jackson, dia begitu sangat kasihan sekali dengan Jackson.


"Tuan Jackson, saya berjanji akan menghadiri bukti jika Bu Bella itu bersalah. Saya akan mencari tahu keberadaan Bu Bella sekarang di mana."


Robby memilih untuk langsung pergi begitu saja, tanpa berpamitan dengan Jackson dia ingin mencari tahu keberadaan Bella di mana walaupun dia sangat mengetahui jika Ardika itu sangat membahayakan.


Robby mendapatkan kabar jika Ardika yang sangat kejam sekali dia bisa langsung menghabisi nyawa orang dengan tanpa basa-basi.


"Aku harus mencari nya, setidaknya aku bisa mendapatkan kabar tentang nya"


Robby pun langsung masuk ke dalam mobil nya, walaupun dia tidak tahu kemana dia harus pergi.


Robby mencoba untuk mendatangi tempat-tempat yang sering di jadikan persembunyian para penjahat.


Robby sampai harus pergi ke tempat yang jauh lebih keramaian kota dan masuk ke dalam hutan yang tidak ada sinyal.


"Aku harus berkerja sama dengan mereka, karena tidak semudah itu untuk bisa menemukan mereka berdua yang sangat licik sekali. Ardika dan Bella itu memang sangat berbahaya sekali, menurut ku mereka berdua memang pasangan yang sangat serasi jika mereka berdua menjalankan sesuatu."

__ADS_1


Robby pun akhirnya menemukan rumah yang akan dia datangi, rumah yang begitu sangat kumuh sekali tempat berkumpulnya para manusia bayaran dalam hal apapun.


__ADS_2