
Annabella menghampiri Elsha untuk bersalaman dia pun tidak berani untuk bisa menatap wajah Elsha.
"Aku hanya bisa bilang maafkan aku Buu, walaupun aku tahu tidak mungkin ibu dengan mudah bisa memaafkan ku butuh banyak sekali bukti-bukti yang harus aku berikan."
Elsha pun hanya bisa terdiam saja mendengar perkataan Annabella tersebut dia mencoba untuk bisa percaya kepada Annabella.
"Ibu maafkan kamu Annabella, tapi ibu ingin sekali pembuktian yang kamu berikan kepada ibu dan orang-orang yang ada di sekitar kamu sekarang. Apa yang akan kamu lakukan kepada kita jika benar kamu berubah."
Annabella pun melirikan mata nya kepada Jackson dia seperti tidak mampu untuk mengatakan semuanya.
"Annabella ceritakan semua nya kepada kami, apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dan Ibu kamu itu."
Annabella pun menghelakan nafas panjang nya dia pun mulai bercerita.
"Aku sudah dua kali mentransfer uang ku kepada Bu, tapi yang terakhir dia bilang jika kondisi nya yang sedang hamil. Aku tidak pernah membayangkan nya dia yang hamil dan harus di penjara sampai di malam-malam kita berdua bertemu dan hampir saja ketahuan oleh Ayah."
Kehamilan Bella membuat Annabella semakin merasa sangat kasihan kepada ibu nya tersebut menurut pemikiran Robby.
"Dan sekarang apa yang akan lakukan Annabella,? apakah kamu yang masih merasa kasihan dengan ibu kamu karena dia yang sedang hamil? tapi dia itu bersalah Annabella bersalah pernah kamu berpikir dengan orang tua korban yang di tusuk oleh Ibu mu. Bagaimana dengan keluarga jika anak tersebut adalah tulang punggung keluarga nya."
Annabella pun langsung menangis di hadapan Elsha.
"Yaa Bu Elsha, saya dan Annabella sudah datang ke rumah korban tersebut. Annabella meminta maaf kepada kedua orang tuanya korban tersebut dan mereka menerima permintaan maaf dari Annabella."
Elsha yang terlalu tersakiti dia merasa belum bisa untuk menerima permintaan maaf Annabella apalagi ketika dia yang mengetahui jika Bella yang sedang hamil.
"Annabella apakah kamu tahu tempat ibu sekarang berada dia sedang ada di mana."
Annabella menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak aku tidak tahu di mana keberadaan ibu, aku hanya bertemu dengan ibu pada wajah semalam saja sudah."
__ADS_1
Reymon pun menghampiri Annabella dengan memeluk erat tubuh nya.
"Kamu harus bisa sabar yaa dan melerakan apapun yang terjadi dengan Ibu kamu yaa."
Annabella menganggukkan kepalanya sambil menagis di pelukan Reymon.
Melihat hal tersebut Elsha lebih memilih untuk pergi dari ruangan tersebut.
"Maafkan saya yang harus pergi yaa, nanti saya pasti akan kembali ketika kalian semua memberitahu kepada saya jika Bell yang sudah di temukan."
Sikap Elsha menunjukkan jika dia yang memang belum bisa menerima dan percaya dengan perkataan Annabella.
Elsha keluar dari kantor milik Reymon dia memakai kacamata hitam nya.
"Maafkan ibu Annabella, tapi ibu memang belum bisa percaya terhadap kamu. Apalagi kamu mengatakan jika Bella yang sedang hamil maka itu tandanya semakin besar rasa simpatik kamu dengan ibu mu."
Ketika Elsha keluar dari kantor tersebut ternyata Bella yang sudah menunggu nya di mobil nya. Tampa sepengetahuan Ardika Bella memakai mobil tersebut hanya untuk membalaskan dendam nya kepada Elsha.
Melihat mobil Elsha yang melaju, Bella pun langsung menyalakan mesin mobil nya untuk mengikuti mobil Elsha.
"Kamu mau pergi ke mana Elsha, aku yang akan mengakhiri hidup mu sekarang juga."
Bella berada di belakang mobil Elsha, dan Elsha merasa sangat mencurigai mobil yang ada di belakang nya.
"Mobil siapa yaa, kenapa dia seperti mengikuti ku yaa, apakah ini adalah mobil Bella. Astaga dia seperti nya begitu ingin berbuat kejam kepada diriku."
Elsha tidak mau kalah dia lebih mempercepat mobil nya sehingga membuat Bella pun ikut emosi mengejar mobil Elsha.
"Bella aku tidak suka bermain seperti ini yaa, lebih baik kita saling berhadapan saja dengan tangan kosong."
Elsha tiba-tiba saja dia memberhentikan mobilnya dan dia keluar dari mobil nya.
__ADS_1
Melihat mobil Elsha yang tiba-tiba saja berhenti membuat Bella merasa curiga apakah Elsha dengan para teman-teman nya.
"Aku tidak boleh terpancing emosi, jangan sampai ini adalah sebuah jebakan untuk ku. Elsha yang tidak sendirian dia bersama dengan teman-teman nya di belakang nya."
Bella memilih untuk diam di dalam mobil nya, dan Elsha pun melirikan mata nya kepada Bella.
"Turun lah Bella, kita selesaikan saja dengan tangan kosong jangan seperti ini yaa. Aku tidak suka berhadapan di belakang turun dari mobil mu sekarang juga."
Suara Elsha yang begitu sangat keras sekali membuat Bella pun merasa begitu sangat emosional sekali dengan Elsha.
Dan akhirnya Elsha pun turun dari mobil nya, dia menghampiri Elsha.
Melihat Bella yang menghampiri nya Elsha pun langsung tersenyum manis.
"Apa yang membuat kamu benci terhadap ku hah,? apa yang membuat kamu begitu sangat dendam kepada ku. Padahal di saat anak mu despresi aku yang ada bersama dengan nya bukan kamu."
Elsha mengeluarkan semua ungkapan hati nya.
"Yaa, aku berterima kasih sekali karena kamu yang ada bersama dengan Annabella di saat dia kecil sampai dewasa. Tapi aku tidak suka yaa di saat aku yang mempunyai masalah dan kamu yang begitu sangat semangat sekali untuk memasukkan aku ke dalam penjara. Aku melakukan ini semua karena aku yang ingin membela anak ku Annabella, ketika dia di lecehkan oleh seorang lelaki apakah aku harus diam sebagai seorang ibu."
Bella semakin menghampiri Elsha dengan tangan yang menunjuk ke arah wajah Elsha.
"Kamu bisa bilang aku adalah ibu yang jahat menusuk anak orang lain sampai meninggal, tapi asal kamu tahu yaa Elsha aku melakukan itu semua karena aku yang membela Annabella jika teman nya Kelvin tidak berbuat pelecehan seksual terhadap Annabella tidak akan pernah ada korban jiwa selama ini."
Bella pun merasa jika dia sudah puas mengungkap semua nya kepada Elsha.
"Aku sangat sayang sekali kepada Annabella, sampai aku sekarang harus menjadi incaran para polisi karena aku tidak rela jika putri ku satu-satunya di lecehkan oleh seorang lelaki."
Bella sampai meneteskan air mata nya di hadapan Elsha, semua perkataan Bella membuat Elsha terdiam mulut nya seperti terkunci rapat.
"Aku merasa sangat puas sekali ketika aku bisa mengatakan nya secara langsung di hadapan mu."
__ADS_1
Elsha pun sampai menundukkan kepalanya nya.