Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode #312#


__ADS_3

Jackson sudah memindahkan korban tersebut ke rumah sakit pilihan nya sesuai dengan keinginan Elsha dan Robby pun akhirnya bisa pulang dari Rumah Sakit.


"Tuan Jackson, sekarang kita harus berhati-hati. Walaupun kita belum melihat secara langsung wajah Ardika tapi kita harus tetap waspada."


Jackson merasa setuju dengan ucapan Robby.


"Dan apakah kamu juga berpikir jika Ardika ada di kota maka Bella juga bersama dengan nya, tapi mereka sangat licik sekali sampai tidak bisa di temukan oleh polisi."


Jackson semakin merasa was-was dia memikirkan Papa nya.


"Saya juga berpikir seperti itu Tuan, karena tidak mungkin Bella berani sendiri dia pasti sekarang bersama dengan Ardika."


Jackson dan Robby pun memilih untuk masuk ke dalam mobil Jackson.


"Robby, nanti aku akan memberikan mobil ku kepada kamu. Karena sekarang mobil mu sedang di bengkel."


Jackson begitu sangat baik sekali kepada Robby, dia selalu peduli dengan asisten pribadi nya itu.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Tuan Jackson."


Jackson memilih untuk berkeliling mencari tanda-tanda Ardika dan teman-teman nya.


"Robby, kamu fokus ke sebelah kanan dan saya ke sebelah kiri. Jika ada yang mencurigakan langsung kita turun dari mobil."


Jackson dan Robby melakukan hal ini di malam hari karena dia merasa yakin jika teman-teman Ardika atau termasuk Ardika mereka berkeliaran di malam hari untuk mencari mangsa nya.


Sampai akhirnya Jackson melihat lelaki dengan topi hitam, kaca mata hitam dan juga masker berwarna hitam.


"Sangat mencurigakan sekali orang itu, lihat saja kenapa dia harus sampai memakai kacamata hitam dan masker serta topi."


"Benar sangat mencurigakan sekali, biarkan saya saja yang menghampiri nya Tuan."


Jackson melarang Robby untuk turun dari mobil nya.


"Tidak Robby, kamu yang baru sembuh dari kecelakaan. Biarkan aku saja yang turun."

__ADS_1


Jackson dengan sangat percaya diri dia pun turun dari mobil nya, dia berpura-pura menelephone seseorang.


Dan lelaki tersebut seperti mengenal suara Jackson, Jackson semakin mendekati lelaki tersebut tapi dia hanya diam saja.


Sampai akhirnya Jackson memasukkan handphone nya ke dalam saku celana nya.


"Tidak usah seperti ini, tidak usah berusaha untuk berubah karena saya tahu siapa kamu sebenarnya."


Ardika menundukkan kepalanya dan mengepal kan tangan nya dia seperti sedang menahan emosi nya.


"Untuk apa kamu melindungi wanita yang akan membawa mu ke penjara, lebih baik kamu segera serahkan dia ke kantor polisi dan kamu bisa pergi bebas."


Ardika pun menarik kemeja Jackson dengan tangan yang bergetar.


"Dia wanita ku dan aku pasti akan melindungi nya, aku tidak akan pernah rela jika ada yang menyakiti hati nya. Apalagi sampai dia harus masuk ke dalam penjara."


Jackson dengan sekuat tenaga dia menyingkirkan tangan Ardika.

__ADS_1


"Lelaki bodoh, kamu pasti hanya di manfaatkan oleh Bella. Dia berlindung di belakang mu agar kamu yang masuk penjara dan dia bisa bebas, ingat Ardika. Bella adalah wanita yang licik dia bisa melakukan apa yang dia inginkan termasuk mendapatkan Papa saya dengan cara membunuh Mama saya. Dia pun mungkin akan melakukan sesuatu terhadap kamu."


Ardika hanya bisa tersenyum tipis ketika dia mendengar perkataan Jackson, bahkan dia langsung pergi meninggalkan Jackson.


__ADS_2