
Bella seperti kehilangan nafas nya karena dia berlari sekuat tenaga nya,
"Bella sudah ku katakan kamu jangan melakukan nya, untuk saja itu adalah mantan suami mu bagaimana jika itu adalah polisi habislah kau langsung di tangkap."
Bella pun lupa jika dirinya yang bilang sedang hamil kepada Annabella.
"Aku lupa jika aku mengatakan sedang hamil kepada Annabella tapi aku tiba-tiba yang berlari sekuat tenaga ku."
Ardika pun hanya bisa tersenyum tipis kepada Bella.
"Sudah jangan perbanyak drama, sekarang apa yang akan kita lakukan di sini. Lebih baik kita pergi ke luar pulau saja menikmati kehidupan di sana."
Perkataan Ardika yang seperti tidak memikirkan tentang keuangan.
"Apa kita pergi ke luar pulau,? sedangkan untuk sekarang pun aku harus meminta uang kepada Annabella bagaimana jika kita tinggal di luar pulau. Astaga mau makan apa kita berdua."
Bella sudah merasa sangat muak sekali kepada Ardika yang tidak menghasilkan uang untuk nya.
"Lalu bagaimana sekarang,? kita yang tetap tinggal di kota. Dan menunggu saat nya kedatangan polisi menangkap kita berdua, Bella aku bukan tidak mau mencari uang tapi lihat keadaan kita berdua sekarang aku dan kamu yang sedang di incar oleh polisi."
Bella tidak bisa berkata-kata apa-apa ketika Ardika mengatakan hal tersebut kepada dirinya.
Mereka berdua pun sampai di tempat persembunyian mereka.
***
Malam semakin larut tapi Annabella yang tidak bisa memejamkan mata nya dia tidak bisa beristirahat dengan tenang. Annabella hanya memikirkan rasa bersalah nya.
Akhirnya Annabella pun terbangun dari tidurnya dan menyenderkan tubuhnya dengan memeluk guling.
"Yaa Tuhan, aku merasa sangat lelah sekali. Aku harus bagaimana yaa, apakah aku harus mengatakan semuanya kepada polisi."
Annabella sampe memegang kepalanya, dengan kedua tangan nya.
"Aku tidak menyangka semua menjadi seperti ini. Ibu Elsha meninggalkan ku dan aku merasa semua memang karena kesalahan ku sendiri aku yakin membuat Ibu Elsha pergi."
Annabella memegang handphone nya, dia berniat untuk mengirimkan pesan kepada Bella.
Tapi Annabella merasa sangat binggung sekali dia harus mengirim pesan seperti apa kepada ibu nya.
__ADS_1
Annabella beranjak dari tempat duduk nya dia memilih untuk duduk di bangku belajar nya yang sering dia pakai untuk menulis.
"Orang yang di tusuk oleh Ibu dia sampai meninggal dunia, dan bagaimana perasaan keluarga nya mereka pun pasti sangat sedih sekali bisa saja orang itu adalah tulang punggung keluarga nya."
Hati Annabella semakin terbuka untuk bisa menerima kenyataan ini, akhirnya dia pun mengirimkan pesan kepada Ibu nya.
*Bu, maafkan aku. Bukan aku tidak sayang dan tidak peduli dengan ibu tapi apakah ibu tidak merasa capek bu ketika ibu yang harus menghindari polisi. Semakin ibu menghindari polisi maka semakin berat hukum yang ibu dapatkan*
Annabella meneteskan air mata nya ketika dia mengetik pesan tersebut kepada ibu nya.
"Semoga ibu mengerti dan semoga saja ibu bisa segera menyerahkan diri nya kepada polisi."
Harapan besar Annabella kepada ibu nya dan dia pun mulai merasa sedikit tenang ketika sudah meluapkan kata-kata dalam bentuk pesan untuk ibu nya.
Annabella menyimpan Handphone, dia pun langsung tertidur dengan sangat pulas sekali, ketika Annabella yang merasa lega setelah sudah meluapkan apa yang ada di hatinya.
Tapi tidak untuk Bella yang membaca pesan tersebut, Bella terlihat sangat kesal sekali ketika membaca pesan dari Annabella.
"Seperti nya Elsha yang sudah membuat Annabella seperti ini, lihat saja aku tidak akan tinggal diam. Elsha kau akan habis di tangan ku besok adalah hari terakhir mu hidup di dunia ini."
Bella berencana untuk menemukan Elsha, karena Bella merasa jika Elsha yang membuat Annabella sampai mengirimkan pesan seperti itu kepada dirinya.
Annabella terbangun dari tidurnya dia langsung memilih untuk pergi ke toko bunga dia melihat tidak ada Ayah nya.
"Semakin sepi sekali rumah ini semakin hampa, lebih baik aku langsung pergi saja."
Annabella pun langsung keluar dan menunggu taksi datang tapi ternyata dia melihat mobil Jackson yang ada di hadapannya.
"Ayo Annabella sayaaaaang, masuklah ke dalam mobil."
Tanpa berpikir panjang Annabella pun langsung masuk ke dalam mobil Jackson.
Mata Annabella kelihatan sangat lebam sekali seperti yang sudah semalaman menangis.
Annabella pun memandangi wajah Jackson, dia takut sekali Lucas memberitahu jika dirinya yang meminjam uang kepada Lucas.
"Annabella bagaimana dengan kondisi Mbak Asmirah,? apakah keadaan nya sudah membaik."
Annabella pun menjawab pertanyaan dari Jackson.
__ADS_1
"Tadi pagi aku tidak melihat ada sarapan pagi di meja makan, begitu juga dengan Papa yang tidak ada di sana. Akupun memilih untuk langsung pergi saja."
Suara Annabella terdengar sangat bergetar dan pelan sekali membuat Jackson semakin menghawatirkan kondisi Annabella.
"Annabella apakah kamu baik-baik saja."
Annabella pun seketika langsung menagis histeris di hadapan Jackson.
"Ahhhhhh, aku sudah sangat tidak tahan sekali dengan semua ini. Aku capek sekali dan aku merasa sangat tertekan sekali dalam menjalankan kehidupan ku ini aku ingin Ibu segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian."
Seketika Jackson langsung menghentikan mobil nya ketika mendengar perkataan Annabella.
"Annabella apakah kamu yakin dengan apa yang sudah kamu katakan tadi jika kamu menginginkan ibu mu untuk bisa menyerahkan diri kepada pihak kepolisian."
Annabella pun menganggukkan kepalanya sambil menghapus air mata nya.
"Tapi itu tidak mungkin terjadi Annabella, ibu mu tapi mungkin mau menyerahkan diri nya kepada polisi kecuali jika kita menjebaknya."
Annabella seketika dia langsung melirikan mata nya kepada Jackson.
"Apakah maksud kamu Jackson,? apakah kamu yang mempunyai rencana kejam untuk ibu ku ? aku tidak ingin sampai ibu ku terluka sedikitpun."
Jackson mencoba untuk menenangkan pikiran Annabella yang mulai negatif terhadap nya.
"Tidak akan aku membuat ibu mu terluka, kita yang akan memakai cara yang halus yaitu dengan melibatkan kamu di dalam nya."
Annabella pun seketika dia langsung terdiam ketika Jackson yang mempunyai sebuah rencana untuk Ibu nya.
"Baiklah Jackson aku ikuti apa yang kamu rencanakan tapi aku juga ingin meminta maaf kepada keluarga korban penusukan tersebut."
Jackson pun merasa jika hati Annabella yang begitu sangat lembut sekali kini seperti dulu lagi.
"Iyaa aku akan mengantarkan kamu udah datang ke rumah korban tersebut, kamu adalah Annabella yang dulu aku kenal."
Jackson pun melanjutkan kembali perjalanan nya menuju ke kota bunga untuk mengantarkan Annabella berkerja.
Annabella terlihat sangat tidak bersemangat karena air mata yang terus saja menetes di kedua pipinya.
Jackson memberikan tissue kepada Annabella dia merasakan apa yang Annabella rasakan.
__ADS_1