
Annabella dan Lucas pun akhirnya berada di dalam mobil nya.
"Annabella, lebih baik kamu tidak lagi kembali ke Apartemen itu yaa. Tempat terbaik untuk kamu itu adalah rumah orang tua kamu dengan Ayah dan ibu sambung mu mereka berdua baik dan jauh dari orang jahat."
Annabella pun seketika langsung terdiam ketika Lucas mengatakan hal tersebut kepada nya.
Lucas melihat wajah Annabella yang seperti kebingungan sekali.
"Annabella, kamu bersama dengan ibu kandung mu itu hanya akan membuat kamu bahaya bukan bahagia. Aku tau kamu melakukan ini semua karena kamu yang sangat sayang sekali dengan ibu mu tapi ini sungguh sangat bahaya sekali."
Lucas sampai memegang tangan Annabella dia seperti memohon kepada Annabella.
"Iya Lucas aku akan kembali ke rumah orang tua ku, tapi ceritakan dahulu kamu tadi pasti terjadi sesuatu kan di Apartemen. Karena tidak mungkin kamu bisa berbicara seperti kepada jika kamu tidak melihat sesuatu di dalam."
Lucas terpaksa harus menceritakan semuanya kepada Annabella.
"Iya Annabella seperti nya lelaki misterius itu sudah berani masuk ke dalam Apartemen itu dan ketika aku keluar dari Apartemen tersebut aku melihat nya."
Annabella pun langsung terkejut ketika Lucas mengatakan dia melihat lelaki misterius tersebut.
"Kamu melihat nya,? tapi kamu tidak di buat terluka kan. Kamu tidak di buat ketakutan dengan ancaman nya."
Annabella begitu sangat hawatir sekali dengan Lucas.
"Tidak, dia memakai jas hitam dan payung hitam. Dia juga sambil memegang bucket bunga mawar tapi sayang nya dia memakai masker berwarna hitam jadi aku tidak bisa melihat wajah nya."
Annabella pun memegang kepala nya dan dia seketika langsung menagis histeris di dalam mobil Lucas.
Lucas mencoba untuk menenangkan Annabella tapi itu hanya sia-sia saja, teriakkan Annabella semakin kencang.
Lucas pun memilih untuk menyalakan mesin mobil nya, karena dia tidak mau ada orang yang mendengar teriakkan kencang Annabella.
Annabella terus saja menangis dan menangis histeris sambil menutupi wajah nya.
"Annabella kamu jangan seperti ini, aku tidak mungkin membawa kamu pulang ke rumah orang tua dengan keadaan kamu yang seperti ini."
Lucas pun akhirnya membawa Annabella ke rumah nya, karena ibu nya yang seorang Psikiater yang juga menjadi Dokter Annabella sebelum nya.
Lucas memberhentikan mobilnya di depan gerbang rumah nya, dia mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi nomer handphone ibu nya.
__ADS_1
Agar bisa segera menangani Annabella yang sedang seperti ini.
*Hallo Bu, sekarang aku sudah di depan gerbang rumah. Aku bersama dengan Annabella tapi aku rasa Annabella butuh obat penenang karena dia yang berteriak-teriak kencang di dalam mobil ku sambil menangis.*
*Baiklah Nak, ibu akan menyiapkan obat-obatan nya.*
Lucas mengakhiri panggilan telephone nya dia pun memasukkan mobil nya ke dalam.
Annabella yang masih saja berteriak-teriak histeris sambil menangis.
Lucas mencoba untuk mengajak Annabella keluar dari mobil nya tapi Annabella yang menepis tangan Lucas.
"Tidaaaaaak, pergi sana pergiiiiiiiiiiiii jangan sentuh aku."
Annabella terlihat sangat ketakutan sekali dan Ibu Ardiana pun langsung menghampiri Annabella.
"Ayo sayang keluar dari mobil yaa sayang jangan takut semua nya baik-baik saja, tidak ada yang menyakiti kamu sayaaaaang. Kamu Aman di sini."
Mendengar perkataan Dokter Ardiana, Annabella pun akhirnya mau keluar dari mobil tersebut dan dia juga memandangi wajah Dokter Ardiana.
Annabella di bawa ke kamar khusus dan Dokter Ardiana pun memberikan obat penenang untuk Annabella.
Lucas memilih untuk pergi dia yang sudah berjanji dengan Annabella tidak akan menceritakan semuanya kepada siapa pun.
"Aku masuk ke dalam kamar dulu yaa Buu, aku lelah ingin sekali beristirahat."
Lucas meninggalkan Annabella bersama dengan ibu nya.
"Ada apa sebenarnya dengan Annabella, kenapa dia menjadi seperti ini kembali."
Dokter Ardiana pun memilih untuk bersama dengan Annabella.
"Lebih baik kamu tetap di sini malam ini karena ini sudah larut malam sekali."
Dokter Ardiana pun menyelimuti tubuh Annabella dan tersenyum memandangi wajah nya.
***
Ardika sudah sangat tidak nyaman sekali dia pun akhirnya memilih untuk meninggalkan Bella sendirian di hotel.
__ADS_1
Ardika menulis kan pesan di kertas putih dia simpan di sebelah bantal Bella.
~ Bella aku pergi ke Apartemen, aku merasa kondisi Annabella sedang tidak aman. Aku akan segera kembali kamu diam saja di hotel mungkin aku yang akan membawa Annabella ke hotel ini untuk tinggal bersama dengan mu~
Setelah selesai menuliskan pesan Ardika pun langsung menuju ke Apartemen nya.
Dan tiba-tiba saja di jalan macet total ada pohon yang tumbang ini membuat Ardika tidak bisa cepat sampai di Apartemen.
"Sialan, kenapa harus macet total seperti ini."
Dengan sangat terpaksa sekali Ardika pun harus sabar menunggu sampai lalu lintas berjalan dengan lancar kembali.
"Annabella semoga kamu baik-baik saja, aku tidak akan memanfaatkan jika sampai dia melukai Annabella apalagi sampai menyentuh tubuh Annabella."
Beberapa jam akhirnya lalu lintas menjadi lancar kembali dan Ardika pun mempercepat laju kendaraan nya.
Ardika ingin sekali cepat sampai di Apartemen dia begitu sangat emosional sekali sampai akhirnya dia masuk ke dalam Apartemen.
Ardika membuka pintu tersebut dan dia kejutan kan dengan bucket bunga mawar yang ads di lantai.
Ardika pun mengambil bucket bunga mawar merah tersebut dan dia melihat banyak sekali cacing-cacing kecil di bucket bunga tersebut.
Ardika dengan penuh emosional dia langsung melemparkan bucket bunga mawar merah tersebut di dalam tempat sampah.
Ardika pun berjalan menuju ke kamar Bella dan dia melihat bangkai tikus dengan darah segar di atas tempat tidur Bella.
"Sudah ku duga dia sudah berani masuk ke dalam Apartemen ini, lalu di mana keberadaan Annabella."
Ardika masuk ke dalam Annabella, dia melihat kamar yang masih sangat rapih sekali dan dia juga tidak melihat handphone dan tas Annabella.
"Seperti nya Annabella sudah pergi dari Apartemen ini, dia dalam kondisi baik-baik saja. Tapi sebenarnya siapa yang melakukan ini semua yaa apakah mungkin ini adalah perbuatan Jackson dan juga Robby atau Kelvin yang memang masih hidup datang untuk membakar kan dendam nya kepada ku."
Ardika duduk di sofa sambil memikirkan semua nya.
"Sebenarnya siapa yang di incar oleh nya, Annabella atau Bella. Annabella tidak mempunyai permasalahan tapi kenapa dia yang selalu merasakan teror misterius ini."
Ardika lebih memilih untuk diam di Apartemen.
"Lebih baik aku tinggal di Apartemen ini, dia pasti menyangka jika Apartemen ini kosong bisa jadi dia akan kembali datang ke Apartemen ini."
__ADS_1
Ardika sudah merencanakan sesuatu dia kan melenyapkan nyawa lelaki tersebut jika dia kembali ke Apartemen nya ini.