Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode *172*


__ADS_3

Robby dengan penuh rasa percaya diri yang kuat dia pun mengetuk pintu rumah tersebut dan masuk ke dalam untuk memberitahukan kerja sama nya dengan mereka semua.


Awalnya mereka ragu tapi akhirnya Robby bisa meyakinkan mereka semua bahwa Robby tidak main-main dengan mereka semua.


Setelah berhasil berkerja sama Robby pun memutuskan untuk segera pergi dari tempat tersebut karena dia yang merasa sangat tidak nyaman berada berlama-lama di sana.


Robby pun keluar kembali dan segera masuk ke dalam mobil nya, dia merasa sangat bahagia sekali tapi tidak akan pernah memberitahukan kepada Jackson.


***


Di Apartemen Bella merasa sangat kesal sekali dengan sikap Jackson kepada nya.


Dan membuat Ardika menjadi pusing melihat nya.


"Bella, bisakah bibir mu itu diam dari awal perjalanan rumah Reymon sampai sekarang kita sampai di Apartemen. Kamu terus-menerus berbicara tiada henti nya."


Bella langsung diam dan dia pun menceritakan kepada Ardika, apa yang sebenarnya dia rasakan sekarang.


"Aku sangat kesal sekali, kenapa Jackson itu seakan dia mengetahui semuanya tentang aku. Dan dia seperti mengancam aku sangat menyebalkan sekali kan."


Ardika pun memilih jika Bella yang sekarang lebih memikirkan Jackson bukan tujuan utama nya.


"Bella, sebenarnya tujuan utama itu kan ingin meminta berpisah dengan Reymon. Tapi mengapa selalu Jackson yang kamu bicarakan, sekarang aku tanya apakah kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan hah ?."


Bella terdiam ketika mendengar pertanyaan dari Ardika.


"Kenapa kamu diam,? tidak mau menjawab pertanyaan ku?. Kamu itu sebenarnya ingin berpisah tidak dengan Reymon, sedangkan sekarang kamu lebih memilih untuk tinggal bersama dengan ku tapi kamu masih berstatus sebagai istri Reymon."


Ardika sedikit kesal dengan sikap Bella, yang seperti hanya memilih aman saja.


"Aku belum mendapatkan kepastian dari Reymon, jika aku bisa mendapatkan warisan itu atau tidak. Makanya aku belum membuat surat pengadilan untuk Reymon."


Ardika semakin melihat kelicikan kepada Bella.


"Oh jadi kamu itu sebenarnya masih ingin bersama dengan Reymon,? hanya saja kamu berpura-pura untuk bercerita supaya Reymon mau memberikan harta kekayaan itu kepada kamu dan akhirnya kamu bisa bersama kembali dengan Reymon."

__ADS_1


Merasa sudah merasa jelas, Ardika pun memilih untuk pergi dari Apa tersebut.


"Ardika, kamu mau kemana kamu jangan pergi meninggalkan aku sendiri di sini. Aku sangat membutuhkan mu Ardika."


Bella memegang erat tangan Ardika seakan tidak menginginkan dia pergi untuk meninggalkan nya.


"Kamu hanya memanfaatkan aku saja, aku pikir kamu ingin tinggal bersama dengan ku karena kamu yang mencintai ku. Tapi ternyata tidak yaa, cinta mu hanya untuk Reymon saja."


Ardika pun langsung pergi dari Apartemen nya, dia begitu sangat kesal sekali dengan sikap Bella.


"Ardika sudah pergi lalu bagaimana dengan aku yang sekarang, jika aku kembali ke rumah Reymon maka Ardika akan sangat membenci ku dan dia sudah tidak akan pernah lagi mau melindungi ku. Ahhhhhhh kenapa aku jadi tidak tegas sekali sekarang."


Pikiran Bella seperti di pengaruhi oleh perkataan-perkataan dari Jackson yang membuat nya terus saja memikirkan nya.


"Apakah Jackson mengetahui jika aku yang membuat Mama nya meninggal, sehingga itu yang membuat Jackson begitu sangat membenci ku. Tapi jika itu semua nya benar, dari mana Jackson mengetahui nya,? sedangkan rekaman cctv yang sudah tidak ada dan juga yang mengetahui hal tersebut hanya aku dan Ardika saja."


Bella pun menyenderkan tubuhnya ke tembok sambil memegang kepalanya nya.


"Kepala ku sangat sakit sekali, memikirkan nya. Apalagi aku memikirkan Annabella jika dia sembuh dari despresi nya. Dia pasti akan mengatakan semuanya kepada Polisi dan dengan mudahnya aku bisa masuk ke dalam penjara."


Bella pun langsung memejamkan mata nya, dia seperti ingin sekali bisa menenangkan pikiran nya yang sudah sangat kacau sekali.


***


"Semua foto-foto kebersamaan ku dengan Jessica Annabella sudah menjadi debu. Sudah ku bakar semuanya sehingga sudah tidak ada lagi kenangan yang tersisa dengan keberadaan ku dengan Jessica Annabella."


Jackson pun membuka lemari yang masih sangat banyak sekali pakaian-pakaian milik Annabella.


Jackson masih merasakan aroma parfume milik Annabella yang masih menempel di pakaian nya.


"Apakah aku bisa bersama dengan Annabella, aku ingin sekali bisa menjadi seorang yang bisa menyembuhkan Annabella seperti dulu lagi. Menebus semua yang sudah aku lakukan semenjak bersama dengan Annabella."


Jackson mengambil handphone nya, dia membuka akun media sosial nya. Dan dia pun mengungkapkan perasaan hati nya yang sedang merindukan seseorang untuk kembali.


Jackson pun sampai tertidur sambil memegang pakaian milik Annabella.

__ADS_1


~ Keesokan harinya ~


Annabella harus bertemu dengan seorang psikiater kembali dia yang sudah sangat cantik dan wangi.


Annabella menunggu kedatangan Psikiater itu di depan teras rumah nya, Annabella sambil membawa kertas putih dan juga pensil berwarna.


Elsha menghampiri Annabella dengan membawa kan minuman dan makanan.


"Kamu begitu sangat bersemangat sekali pagi ini bertemu dengan Dokter Ardiana, apakah kamu sudah mulai menyukai Dokter Ardiana."


Elsha duduk di samping kursi Annabella.


"Aku ingin sekali menceritakan tentang Jackson kepada Dokter Ardiana, dia pasti sangat senang sekali ketika mendengar cerita ku ini."


Elsha pun langsung berpikir siapa Jackson yang Annabella maksud itu,? apakah Jackson Samuel atau Lucas Andrean.


"Baiklah Sayaaaaang, ibu pergi ke dapur dulu yaa. Nanti ibu kembali ketika Dokter Ardiana sudah sampai di sini."


Elsha pergi meninggalkan Annabella, sedangkan Bella memperhatikan Annabella dari dalam mobil nya.


Di melihat wajah ceria sekali dari Annabella yang sekarang.


"Annabella terlihat lebih ceria sekali, apakah kondisi Annabella sudah membaik sekarang. Apakah Annabella mulai bisa menceritakan semuanya kepada Elsha yang sekarang juga dia seperti tidak menyukai ku seperti dulu lagi."


Bella terus saja memperhatikan Annabella dari kejauhan dan sampai akhirnya mobil berwarna putih pun masuk ke dalam gerbang rumah.


Dokter Ardiana sampai dengan sangat cepat sekali dan Annabella pun langsung tersenyum manis melihat kedatangan Dokter Ardiana.


"Seperti nya itu adalah Dokter yang menangani Annabella, dia seorang Dokter wanita dan terlihat sangat baik dan sabar sekali."


Dokter Ardiana melihat Annabella yang sedang memegang pensil dan juga kertas putih.


"Apa yang sedang kamu lakukan dengan selembar kertas putih ini dan juga pensil, penghapus dan juga pensil mewarnai ini."


Dokter Ardiana mulai merasakan perubahan yang luar biasa sekali pada Annabella.

__ADS_1


"Sekarang aku lebih suka mengungkapkan perasaan hati ini dengan coretan-coretan indah di atas kertas putih ini."


Dokter Ardiana tersenyum manis melihat sikap Annabella.


__ADS_2