Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode (212)


__ADS_3

Annabella merasa sangat binggung sekali dia harus pergi ke mana, karena dia sangat yakin sekali jika ibu tidak akan ada di rumah.


"Apa aku bertemu saja yaa dengan Lucas dan membicarakan ini semua nya, tapi Lucas pasti sangat sibuk sekali."


Annabella pun memilih untuk kembali ke Apartemen nya, dia berharap tidak lagi mendapatkan teror misterius.


"Gunting itu yang di pakai oleh Ardika untuk menghabisi nyawa Kelvin dan di hadapan ibu, dan teror misterius ini apakah ini tanda nya Kelvin yang masih hidup dan dia ingin membalaskan dendam nya kepada Ibu dan Om Ardika."


Annabella memegang kepalanya dia merasa sangat pusing sekali.


"Aku sangat tidak menyangka sekali jika mereka berdua adalah pasangan yang memang sangat serasi sekali, aku juga harus bisa diam dalam ketakutan ku ini ketika ibu ku mungkin adalah seorang pembunuh."


Annabella pun mulai mengendarai mobil nya, dan menuju ke Apartemen nya, Annabella mulai merasakan jika ada seseorang yang mengikuti nya.


Annabella pun langsung membalikkan badannya tapi dia tidak melihat ada seorang pun di belakang nya.


"Kamu harus tenang Annabella, tidak ada siapapun di belakang mu. Aku tidak boleh berpikir negatif terhadap apapun."

__ADS_1


Annabella memilih untuk langsung berlari dan membuka pintu dia langsung menutup rapat pintu nya.


"Ahhhhhh, kenapa jadi aku yang harus menanggung beban ini. Mereka berdua yang melakukan tapi aku merasa sekarang aku yang sedang mereka incar."


Annabella melemparkan tas nya ke sofa dan dia melihat suasana yang sepi, dan Annabella merasa sangat bosan sekali.


"Walaupun ibu ku memang bersalah tapi aku juga tidak mau melihat menderita di penjara, walaupun nanti semua nya pasti akan terungkap."


Annabella mendengar suara bell yang berbunyi terus-menerus tiada henti nya.


"Hah, aku sudah merasa sangat tidak nyaman sekali. Pasti akan ada sesuatu hal yang terjadi."


Annabella keluar dari pintu dan dia melihat bucket bunga, Annabella pun tidak langsung mengambil bunga tersebut karena dia mencurigai bucket bunga tersebut.


"Bucket mawar merah, kelihatan seperti baik-baik saja tapi tidak tahu di dalam nya ada apa."


Annabella tidak berani untuk menyentuh nya dia mengambil sapu di menyapu bucket bunga mawar di dorong masuk ke dalam dengan sapu.

__ADS_1


Ketika Annabella hendak masuk dia merasa ada seseorang yang memperhatikan nya.


"Sudah ku duga, ada seseorang yang memperhatikan ku dan di saat aku masuk ke dalam dia menyimpan bucket bunga ini."


Annabella pun langsung menutup rapat pintu tersebut.


"Aku sudah sangat muak sekali dengan teror yang terus-menerus sedangkan sekarang ibu sedang berduaan dengan kekasih nya."


Annabella pun membiarkan bucket bunga mawar tersebut di lantai, Annabella mengambil handphone nya untuk mengirimkan pesan kepada Ibu nya.


*Cepatlah pulang bersama dengan kekasih ibu tersayang, aku sudah sangat lelah sekali menerima teror misterius yang terus-menerus datang ke Apartemen kita.*


Annabella mengirimkan pesan tersebut dan terus saja memperhatikan bucket bunga mawar merah itu.


"Apakah ini adalah bunga kematian,? apakah yang dia masukkan ke dalam bucket bunga ini. Aku merasa tidak ada bau busuk di bucket bunga ini lalu apa yang aneh dengan bucket bunga mawar merah ini."


Annabella melihat pesan dari nya tidak juga terkirim kan, Annabella mencoba untuk menghubungi nomer handphone ibu tapi ternyata memang tidak aktif.

__ADS_1


__ADS_2