
Lucas sampai di tempat toko bunga nya dan dia seperti melihat salah satu pembeli yang wajah nya mirip dengan orang yang sedang menelephone ketika dia sedang membeli minuman.
"Kenapa dia masih mengikuti ku yaa, apa yang dia ingin cari tahu tentang aku yaa."
Lucas memberanikan diri untuk mendekati lelaki tersebut.
"Maaf, sedang mencari bunga apa yaa. Bisa saya bantu untuk mencari bunga nya."
Lelaki tersebut pun terus memandangi wajah Lucas dan Lucas hanya bisa terdiam saja.
"Saya ingin mawar putih tolong carikan."
Lucas merasa itu hanya sebuah alesan karena semua orang pasti mengetahui bunga mawar putih.
Lucas pun dengan cepat memberikan bunga mawar putih tersebut dan lelaki itu langsung mengambil nya.
Dia berjalan menuju ke kasir membayar dan langsung pergi begitu saja.
"Seperti nya orang itu mencurigai ku, tapi kenapa mereka bisa mencurigai ku yaa."
__ADS_1
Lucas semakin harus berhati-hati dia orang-orang yang mencoba yang mencoba untuk datang ke toko bunga nya.
"Bagaimana yaa ini, apakah akan membahayakan Annabella. Tapi ini kan orang-orang yang mengenal Ibu nya Annabella jadi mungkin mereka hanya ingin mengetahui kabar tentang Annabella."
lelaki tersebut pun langsung melaporkan kepada Ardika dia menelephone Ardika.
*Hallo, ada informasi tentang apa.*
*Lelaki pemilik toko bunga ini apakah yang sering dekat dengan Annabella,? tapi saya tidak melihat dia bersama dengan Annabella.*
*Ya, dia bernama Lucas dia adalah lelaki yang sering bersama dengan Annabella.*
*Hallo, cari tahu informasi tentang Annabella. Selain kalian mencari tahu tentang informasi kasus ini.*
*Baiklah Bu Bella, besok pagi saya akan datang kembali ke toko bunga ini. Karena sebelumnya saya juga melihat mobil lelaki ini pergi rumah Annabella.*
*Itu tandanya Annabella yang sekarang tinggal bersama dengan Ayah nya dan juga Elsha, Annabella akan semakin benci terhadap ku dan lebih memilih sayang kepada Elsha.*
Bella memilih mengakhiri panggilan telephone dan memberikan handphone tersebut kepada kekasih nya.
__ADS_1
"Bukan kah dari dulu Annabella bersama dengan Elsha, karena Bella yang lebih memilih menikah dengan Reymon. Jika Annabella merasa sangat dekat dengan Elsha itu sangat wajar sekali."
Ardika lebih memilih untuk membiarkan Bella marah-marah, karena jika dia menghampiri Bella maka dia yang akan terkena imbas nya.
Bella menutup rapat pintu kamar nya dia bahkan mengunci nya.
Bella mencoba untuk menghubungi kembali nomber handphone Annabella.
"Ayolah Nak, jawab panggilan telephone ibu. Ibu hanya ingin mendengar suara mu saja."
Annabella memegang handphonenya nya, dan dia merasa sangat takut sekali untuk menjawab panggilan telephone tersebut.
"Ini siapa yaa kok aku jadi ketakutan sekali yaa, bagaimana jika ini adalah teman nya Kelvin atau Joshua yang sekarang sedang mengincar ku. Membalas kan dendam nya kepada ku."
Annabella lebih memilih untuk menonaktifkan handphone nya.
Bella merasa kesal sekali ketika dia mau menghubungi Annabella nomber handphone yang langsung tidak aktif.
"Elsha jangan sampai kamu jadi korban selanjutnya, ketika aku yang sudah mulai membenci diri mu. Dan lihat saja jika sampai kamu membuat Annabella membenci ku maka aku tidak akan pernah menyesal masuk ke dalam penjara jika aku sudah membunuh mu Elsha."
__ADS_1
Bella semakin kejam karena dia merasa dia sudah tidak ada peduli kepada nya.