
Jam kerja berakhir Annabella pun bersiap untuk pulang, dia tampak lemas dan lesu memikirkan ibu nya.
Lucas membiarkan Annabella berjalan menuju ke pintu keluar karena dia yang merasa sudah membantu dirinya.
"Astaga kenapa ibu hamil di waktu yang tidak tepat, kasihan sekali kan bayi yang ada di kandungan ibu."
Annabella yang sedang menunggu kendaraan umum untuk pulang tiba-tiba saja ada mobil Jackson.
Jackson melihat Annabella yang duduk dengan tatapan mata yang kosong.
"Ini benar-benar terjadi tega sekali memang Bella dia memanfaatkan anak kandung nya."
Jackson turun dari mobil nya dan menghampiri Annabella tapi Annabella tidak bymenyadari kehadiran Jackson dia yang seperti melamun dengan tatapan kosong nya.
Jackson menepuk-nepuk pundak Annabella sampai Annabella merasa sangat terkejut sekali dan menatap wajah Jackson.
"Jackson, kamu kenapa bisa ada di sini."
Jackson tersenyum manis sambil menarik tangan Annabella untuk masuk ke dalam mobil nya dan Annabella pun mengikuti nya.
Lucas melihat kedatangan Jackson dan dia berharap Annabella bisa jujur kepada Jackson.
"Annabella, apakah kamu sedang memikirkan sesuatu bicarakan saja yang di pendam seperti ini."
Jackson menyalakan mesin mobil nya dan menjalankan mobilnya.
"Aku merasa bersalah besar dengan Ibu Elsha, tadi pagi dia resmi pergi untuk selamanya dari rumah. Dan ternyata aku baru mengetahui jika selama ini bukan Ibu Elsha yang tidak bisa memberikan keturunan tapi dia memang di larang Ayah untuk hamil hanya karena agar bisa fokus untuk merawat aku."
Annabella menteskan air mata nya, Jackson pun seketika langsung terdiam ketika Annabella mendapatkan permasalahan dari ke dua pihak yang berbeda.
"Lalu sekarang apa yang ingin kamu lakukan Annabella pada permasalahan Ibu Elsha dan Ibu Bella kedua wanita yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan kamu. Mereka berdua pergi dengan alasan yang berbeda."
Jackson pun menghentikan mobil nya secara tiba-tiba dan membuat Annabella merasa sangat ketakutan sekali.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu kepada ku Jackson, kenapa harus dengan Ibu Bella aku tidak tahu tentang dia."
Jackson merasa sangat kecewa sekali ketika Annabella yang masih dengan kebohongan nya.
"Annabella, aku sayang kepada mu. Dan aku tidak mau kamu yang ikut campur dalam permasalahan ini. Jika sampai pihak kepolisian mengetahui kamu yang sebenarnya tahu tentang ibu Bella maka kamu akan terlibat juga dalam kasus pembunuhan ini."
__ADS_1
Tatapan mata Jackson begitu sangat nyata sekali, dan Annabella memilih untuk diam saja di perjalanan sampai di depan rumah nya.
Jackson masih dengan sabar dia mengantar Annabella sampai masuk ke dalam dan bertemu dengan Mbak Asmirah.
Mbak Asmirah pun menghampiri Jackson dan berkata pelan.
"Ambil handphone nya."
Setelah berbicara seperti itu Mbak Asmirah pun tiba-tiba saja langsung pingsan dan membuat Jackson terkejut.
"Annabella Mbak Asmirah pingsan."
Teriak Jackson pada Annabella dan Annabella pun langsung membalikkan badannya untuk menghampiri mbak Asmirah.
Jackson begitu sangat menghawatirkan kondisi Mbak Asmirah tapi dia juga mengingatkan perkataan nya kepada nya.
Apakah ini hanya sebuah sandiwara semata.
"Annabella bawakan saja kotak p3k di situ pasti ada semuanya."
Annabella pun langsung pergi tapi dia merasa ribet dengan tas nya.
Annabella yang tidak lagi berpikir panjang dia pun langsung menyimpan tas nya di samping Jackson.
Melihat Annabella berlari untuk menjadi kotak p3k, Jackson dengan secepatnya dia langsung mencari handphone Annabella.
Dan mbak Asmirah pun membuka mata nya memperhatikan Annabella, karena kotak tersebut sudah dia sembunyikan di kamar nya.
"Ayo cepat Tuan Jackson cari nama nya, jangan sampai ketahuan Nona Annabella."
Beruntunglah password Handphone yang belum di ganti Jackson pun langsung mencari kontak yang bernama Renata sesuai dengan yang di katakan oleh Lucas.
Dengan cepat nya Jackson pun menemukan nya dan langsung menyimpan nomor handphone tersebut di handphone nya.
Annabella masih sibuk dengan kotak p3k nya sampai akhirnya dia memilih untuk masuk ke dalam kamar Ayah dan melihat ada minyak angin di meja nya.
"Aku pusing mencari kotak P3K di mana, beruntung ada minyak angin di meja Ayah."
Annabella pun dengan sangat cepat sekali dia memberikan minyak angin tersebut kepada Mbak Asmirah dan membuat Mbak Asmirah langsung membuka mata nya.
__ADS_1
"Astaga Mbak, bikin saya kaget saja sih. Kenapa sampai bisa pingsan seperti ini."
Jackson dan Annabella membantu Mbak Asmirah untuk di bawa ke kursi.
"Mungkin saya yang terlalu kecapean Nona, jadi saya pun merasa sangat lemas dan lesu biasanya kan Bu Elsha selalu membantu untuk memasak tapi sekarang tidak ada."
Mendengar perkataan Mbak Asmirah, membuat Annabella merasa bersalah.
"Sudahlah kalian berdua jangan bersedih seperti ini, kepergian ibu Elsha semoga saja hanya untuk menenangkan perasaan dan pikiran setelah sudah membaik semoga Ibu Elsha kembali."
Annabella lupa dengan tas nya yang masih berada di lantai dia benar-benar dalam posisi yang lemah dan Jackson membiarkan nya karena dia tidak mau membuat Annabella mencurigai nya.
"Annabella aku pulang dulu yaa lebih baik biarkan saja Mbak Asmirah tiduran dulu di sofa ini sampai dia merasa membaik."
Annabella hendak mengantar Jackson sampai ke depan rumah nya tapi Jackson menolak nya.
"Tidak usah mengantarkan aku yaa, fokus saja pada Mbak Asmirah kasihan dia karena hanya Mbak Asmirah yang mau bertahan di rumah ini."
Jackson pun mengelus rambut panjang Annabella dan dia pun langsung pergi dengan senyuman nya yang sudah memiliki nomor handphone Bella.
Ketika Jackson keluar dari rumah Annabella dia pun melihat mobil Ayah Annabella dan Rendy pun keluar dari mobil nya untuk menghampiri Jackson.
"Om Rendy saya pulang dulu yaa, saya baru saja mengantar Annabella pulang."
Jackson bersalaman dan dia pun langsung pergi masuk ke dalam mobil nya, karena Jackson merasa jika Ayah Annabella sama seperti Annabella yang melindungi Bella secara lembut.
"Huh, akhirnya aku bisa mendapatkan nomor handphone Bella dengan mudah nya. Bagus sekali aktingnya Mbak Asmirah dan seperti nya dia pun tahu jika Annabella yang sering berkomunikasi dengan Bella."
Dengan sangat cepat sekali Jackson meninggalkan rumah Annabella dan Rendy berjalan menuju ke dalam rumah nya.
Rendy begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Mbak Asmirah yang terbaring di sofa.
"Mbak Asmirah pingsan dengan tiba-tiba mungkin dia capek sekali Ayah."
Mbak Asmirah pun mencoba untuk bungur dan dia ingin pergi ke kamar nya saja.
"Kondisi saya sudah membaik Nona Annabella, saya mau istirahat di kamar saya saja. Maafkan saya yang merepotkan Nona Annabella."
Dengan langkah kaki seperti melayang Mbak Asmirah pun pergi berjalan menuju ke kamar nya.
__ADS_1