
Annabella pun akhirnya sampai di Apartemen milik Ibu nya, tidak ada yang mencurigakan yang dia lihat di Apartemen itu.
Bella merasa sangat hawatir sekali jika Ardika meninggalkan barang nya, Bella terus saja mengikuti Annabella.
"Bu, aku langsung masuk ke dalam kamar mandi yaa. Aku ingin berendam langsung aku merasa sangat capek sekali butuh kesegaran."
Bella pun mengantar Annabella ke kamar mandi nya dan tidak lupa juga menyiapkan lilin aromaterapi untuk nya.
Mata Annabella terus saja melirikan ke kanan dan ke kiri dia seperti memastikan jika Ibu nya sendiri tinggal di Apartemen ini.
"Annabella semua sudah siap, dan ibu lupa belum membeli stok makanan untuk kita sarapan pagi nanti."
Annabella hanya tersenyum dan membiarkan ibu nya pergi.
"Kamu hati-hati ya di sini, ibu tidak akan lama kok."
Bella pun segera pergi dari Apartemen nya dan meninggalkan Annabella sendirian di Apartemen nya.
Mendengar suara pintu yang tertutup, Annabella pun langsung bergegas pergi ke kamar Bella.
"Aku ingin mengetahui siapa lelaki yang dulu selalu bersama dengan ibu selama berada di Bandung itu, aku seperti mengingat wajah tapi itu sangat samar-samar sekali."
Annabella mencoba untuk masuk ke dalam kamar ibu nya dan sedikit pun tidak ada yang mencurigakan.
"Oh iya ibu kan ingin berpisah dengan Om Reymon, itu karena apa yaa. Aku sangat yakin sekali bukan karena hanya karena ingin membalas dendam tapi Ibu pasti sudah mempunyai lelaki pilihan nya."
Annabella terus saja mencari sesuatu tapi dia tidak juga menemukan nya, Annabella merasa jika ibu yang terlalu cerdas dari yang dia pikirkan.
"Hah, oke lebih baik aku keluar dari kamar ini. Ini hanya membahayakan ku saja."
Annabella pun keluar dari kamar ibu nya, dan dia pun memilih untuk pergi ke kamar mandi seperti keinginan nya.
Annabella menikmati sensasi aroma terapi yang membuat hati nya tenang.
"Aku merasa kondisi ku semakin membaik tapi untuk mengingat kembali wajah lelaki jahat itu aku tidak bisa memaksa nya, aku masih merasa sangat ketakutan sekali tapi di kamar ku aku berhasil menggambar nya dan aku simpan di laci meja itu."
Annabella memejamkan mata nya, dia lebih fokus dengan menenangkan pikiran dan perasaan nya.
Annabella merasa jauh lebih segar dari sebelumnya.
"Apa yang harus aku lakukan selanjutnya menjadi orang baik atau menjadi orang jahat untuk mereka yang menyakiti hati ku ini. Termasuk membalaskan rasa sakit hati ku ini terhadap Jackson."
Annabella merasa awal dari semua ini karena Jackson yang membenci nya hanya karena dia anak dari ibu sambung nya.
"Jackson, kenapa kamu lakukan ini kepada ku. Aku sangat sakit hati sekali ketika kamu meninggalkan ku di saat aku cinta sekali dengan mu. Dan kau juga menghianati aku dengan wanita bayaran ketika pernikahan kita belum sampai dua bulan."
Annabella pun merasa sudah cukup dan dia pun segera mengganti baju nya, Annabella mengambil handphone nya dan ternyata dia menerima pesan dari Ayah nya.
"Ayah, mengirimkan pesan apa yaa kepada ku."
Dengan masih memakai handuk kimono, Annabella lebih memilih membaca terlebih dahulu pesan dari Ayah nya.
*Annabella sayaaaaang, kamu sekarang sedang bersama dengan Ibu mu. Ayah harap kamu baik-baik saja bersama dengan Ibu mu.*
*Aku baik-baik saja bersama dengan Ibu ku, aku merasa dia yang paling pantas merawat ku di saat aku yang sedang seperti ini.*
Annabella memilih untuk menyimpan handphone dan dia menunggu kedatangan Ibu nya.
Bella memilih untuk menelephone Ardika karena yang merasa sangat hawatir sekali dengan nya.
Tapi panggilan telephone itu tidak di jawab nya.
"Kenapa Ardika tidak mau menjawab panggilan telephone ku, apakah dia sudah berniat melupakan ku."
__ADS_1
Bella tidak mau Ardika pergi terlalu jauh dengan nya dia sangat membutuhkan Ardika di saat kasus yang menimpah nya ini.
Bella pun menyimpan handphone dan Handphone nya langsung berdering kencang.
"Mas Rendy, aku pikir Ardika."
*Hallo Mas, ada apa lagi.*
*Bella, aku ingin sekali bertemu dengan Annabella seperti Annabella yang sudah mau menerima kehadiran ku.*
*Apakah kamu ingin bertemu dengan Annabella sekarang juga, ini sudah sangat larut malam sekali mungkin lebih baik besok saja yaa aku atur waktu nya. Bagaimana?.*
*Baiklah Bella terimakasih banyak yaa, ternyata kamu yang bisa membuat aku bertemu dengan Annabella kembali karena tadi juga Annabella yang yang membalas pesan dari ku.*
*Iya Mas, sama-sama.*
*Dan maafkan aku yang pernah memiliki pikiran negatif terhadap mu.*
*Iya Mas tidak apa-apa dan maaf aku yaa harus aku akhiri panggilan telephone nya, karena aku yang sedang membeli makanan untuk Annabella besok sarapan pagi.*
*Iya Bella, kamu hati-hati dan jaga baik-baik Annabella.*
Bella pun mengakhiri panggilan telephone nya.
"Mas Rendy memberikan perhatian kepada ku, dan seperti dia menyadari jika tidak seperti yang dia pikirkan. Sekarang mereka menganggap jika aku ini adalah orang yang baik ini bisa menutupi kejahatan ku."
Bella masih menunggu Ardika menelephone dirinya.
"Lebih baik aku menunggu nya sambil aku masuk ke supermarket."
Bella pun membeli banyak sekali makanan dan minuman untuk Annabella dia ingin Annabella seperti dulu lagi.
"Aku tidak akan membuat Annabella kurus seperti ini, biarkan dia makan sepuasnya."
Bella pun memasukkan ke kursi belakang dan dia berniat untuk pulang ke Apartemen nya.
"Aku yang terlalu lama, seperti nya Annabella sudah tidur deh. Karena menunggu terlalu lama."
Bella menyalakan mesin mobil nya dan di perjalanan Bella merasa sangat bahagia sekali.
"Akhirnya aku bisa bersama dengan Annabella, dan aku sangat ingin sekali Annabella tidak meninggalkan ku lagi. Annabella akan terus tinggal bersama dengan ku selama nya. Maafkan aku Elsha walaupun kamu memang terlihat sangat terbaik tapi tetap saja seorang anak pasti lebih memilih untuk tinggal bersama dengan ibu kandung nya."
Bella pun akhirnya sampai dan tiba-tiba saja terdengar suara deringan handphone nya.
"Mungkin kah ini panggilan telephone dari Annabella."
Bella dengan sangat cepat dia mengambil handphone nya di tas nya.
"Ardika, ahhhhhh akhirnya dia menelephone ku juga."
Bella terlihat sangat bersemangat sekali ketika Ardika menelephone nya.
*Hallo Bella, ada apa kamu menelephone ku sangat banyak sekali.*
*Ardika sekarang kamu tinggal di mana bersama dengan siapa.*
*Aku tinggal bersama dengan teman-teman ku di rumah kecil di dalam hutan.*
*Hmmmmm, Ardika aku begitu sangat merindukan mu. Besok aku berniat untuk pergi ke rumah Reymon untuk membicarakan kembali tentang perceraian kita berdua.*
*Ya, Bella itu terserah kamu saja yaa. Apapun keputusan mu pasti aku mendukung nya.*
*Iya Ardika, lalu bagaimana dengan hubungan kita berdua setelah itu.*
__ADS_1
*Kau ingin hubungan yang seperti apa dengan ku, dengan tidak ada ikatan pun kita tetap bisa bersama.*
*Tapi aku sangat menginginkan hidup bersama dengan mu, aku takut sekali Ardika bisakah kamu mengerti perasaan ku ini.*
*Bella besok aku ingin bertemu dengan mu, kita bicarakan langsung jangan dari telephone seperti ini. Sudah yaa aku ingin beristirahat dulu karena banyak yang harus aku lakukan besok.*
Ardika langsung mengakhiri panggilan telephone nya dan membuat Bella merasa sangat tidak senang.
"Ketika aku yang sudah mau membuka perasaan hati ku ini, dia seperti mempermainkan perasaan ku."
Bella pun turun dari mobil nya dengan membawa makanan dan minuman yang dia belikan.
Ketika Bella membuka pintu Apartemen nya dan dia melihat Annabella yang sedang menonton televisi.
"Annabella kamu belum juga tidur Nak, maafkan ibu yang terlalu lama."
Annabella pun hanya bisa tersenyum manis kepada Ibu nya.
Annabella merasa jika ibu nya yang sedang mempunyai permasalahan.
"Apakah Ibu sedang banyak masalah,? bisa ibu cerita kan kepala ku sekarang."
Bella merasa hanya Annabella yang bisa dia percaya.
"Yaa, ibu sedang memikirkan permasalahan rumah tangga ibu dengan Reymon."
Annabella melihat wajah ibu nya yang sudah sangat lelah sekali.
"Jika ibu sudah merasa tidak nyaman, lebih baik ibu langsung mengakhiri pernikahan ini."
Annabella memegang tangan ibu nya.
"Besok bagaimana kalau kita pergi ke rumah itu dan membuat tentang perpisahan ini karena Om Reymon."
Bella melihat wajah balas dendam pada Annabella.
"Kamu yakin ingin datang ke rumah itu, bagaimana jika ada Jackson di sana dan kamu melihat kembali wajah Jackson."
Annabella hanya bisa tersenyum manis kepada Ibu nya.
"Itu sangat bagus sekali Bu, jika Jackson ada di sana dan aku juga akan membuktikan bahwa sekarang aku sudah baik."
Annabella begitu sangat bersemangat sekali dan membuat Bella sangat menyukai nya.
"Baiklah Sayaaaaang, besok kita akan pergi ke sana untuk bertemu dengan mereka berdua."
Annabella pun langsung memilih untuk meninggalkan Ibu nya dan berjalan menuju ke kamar nya.
Bella pun merasa sangat lelah sekali dia juga berjalan menuju ke kamar nya.
Annabella pun berjalan menuju ke cermin dan sebelumnya dia mengunci pintu kamar nya.
"Jackson, kamu membuat ku begini. Kamu tersenyum manis di atas penderitaan ku. Dua orang wanita yang kamu benci besok akan datang ke rumah mu, untuk memutuskan hubungan ibu ku dengan Papa mu."
Annabella pun terus memandangi wajah di cermin.
"Sekarang kamu pasti sangat menyesal sekali dengan apa yang sudah kamu lakukan kepada ku, dan apa yang dulu aku rasakan pun akan di rasakan oleh Papa mu."
Annabella tersenyum manis dan berjalan menuju ke tempat tidur nya, dia menarik selimut tebal nya sampai menutupi wajahnya dan berharap agar secepatnya besok.
Ketika Annabella yang sudah tertidur pulas, Bella terus saja memikirkan Ardika.
"Ahhhhhhh, demi apapun juga aku sangat merindukan nya."
__ADS_1
Bella ingin sekali bertemu dengan Ardika dan juga berharap untuk bisa menikah dengan Ardika di saat dia sudah berpisah dengan Reymon.