Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode (219)


__ADS_3

Annabella terbangun dari tidurnya, dia melihat di sekeliling nya. Annabella tidak mengenali kamar yang dia tiduri.


"Aku di mana yaa sekarang, aku sekarang sedang di kamar siapa."


Annabella beranjak dari tempat tidurnya dia berjalan menuju ke jendela kamar nya, dan dia membuka gorden kamar tersebut.


"Aku tidak mungkin di culik, semalam aku bersama dengan Lucas. Apakah ini adalah kamar Lucas."


Annabella pun memilih untuk pergi ke mandi dan setelah itu dia membuka pintu kamar nya, dia terus saja berjalan sampai Annabella melihat seorang wanita yang seperti dia mengenal nya.


"Seperti nya aku mengenal nya tapi siapa yaa, lebih baik aku menghampiri nya saja."


Annabella pun menghampiri wanita yang sedang berdiri di depan pintu keluar.


"Permisi Bu, saya sekarang sedang berada di mana yaa?."


Dokter Ardiana pun langsung membalikkan badannya dan Annabella begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Dokter Ardiana di hadapan nya.


"Dokter Ardiana, jadi ini itu adalah rumah Dokter Ardiana."


Dokter Ardiana pun langsung tersenyum manis kepada Annabella.


"Iya Nak, apakah keadaan mu sudah semakin membaik. Lebih baik sekarang kita sarapan pagi dulu yaa."

__ADS_1


Dokter Ardiana menarik tangan Annabella dan di sana sudah ada Lucas yang menunggu mereka berdua.


"Lucas, kenapa kamu membawa aku ke rumah kamu yaa."


Annabella masih merasa sangat kebingungan sekali.


"Iya Annabella, kamu mengalami panik attack kembali. Kamu berteriak-teriak kencang di dalam mobil ku dan aku tidak mungkin membawa mu ke rumah orang tua mu dengan keadaan seperti itu. Yasudah akhirnya aku membawa kamu ke rumah ku dan Ibu memberikan obat penenang untuk kamu Annabella."


Annabella pun merasa sangat tidak nyaman sekali dengan kebaikan dari keluarga Lucas kepada nya.


"Annabella, lebih baik kamu menghindari situasi yang membuat kamu tegang dan ketakutan. Lebih baik kamu tinggal bersama dengan kedua orang tua kamu saja itu jauh lebih baik Annabella."


Annabella pun mulai memikirkan nya, semenjak dia tinggal bersama dengan ibu nya dia memang mengalami peningkatan rasa emosional dalam setiap hari nya.


Lucas pun memandangi wajah Annabella yang seperti sangat kebingungan sekali.


"Untuk saat ini lebih baik kamu bersama dengan orang tua mu saja, setelah itu jika kamu merasa sudah nyaman. Kamu bisa kembali bersama dengan Ibu kandung mu."


Lucas mengeluarkan handphone dia memberikan Handphone tersebut kepada Annabella.


"Ini Handphone kamu Annabella, tertinggal di dalam mobil ku semalam."


Annabella pun dengan sangat cepat dia langsung mengambil handphone nya.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Lucas."


Annabella melihat banyak sekali panggilan telephone masuk dari Ibu nya.


"Seperti nya saya ijin untuk pergi, saya mau menghubungi nomer handphone ibu saya."


Annabella pun langsung pergi dari tempat makan dan Dokter Ardiana pun langsung melirikan mata nya kepada Lucas.


"Lucas sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan Annabella, kamu ceritakan semua nya kepada ibu sekarang juga."


Lucas pun menggelengkan kepalanya berkali-kali dia terpaksa berbohong kepada ibu nya.


"Aku tidak tahu Buu, hanya Annabella yang mengetahui semuanya yang terjadi dengan nya di Apartemen milik Ibu nya."


Lucas memilih fokus menghabiskan makanan nya dan dia pun langsung berpamitan untuk pergi ke toko bunga nya.


"Bu, aku pergi ke toko bunga dulu yaa ini sudah siang sekali."


Lucas pun bersalaman dengan Ibu nya dan langsung pergi dengan sangat cepat sekali.


"Hati-hati yaa Nak, dan ibu mengetahui kamu yang sedang berbohong hanya untuk melindungi Annabella."


Dokter Ardiana pun berjalan menuju ke luar untuk memperhatikan Annabella.

__ADS_1


__ADS_2