
Robby terus saja mengikuti Lucas tapi sebenarnya dia juga merasa sangat risih sekali harus mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
Lucas masuk ke dalam kamar Annabella dan Robby pun langsung mengeluarkan handphone nya.
*Tuan Jackson, Lucas masuk ke dalam kamar Nona Annabella. Saya tidak bisa tahu apa yang sedang mereka berdua bicarakan.*
Jackson yang membawa pesan dari Robby dia merasa sangat kesal sekali.
Jackson memilih fokus pada pekerjaan dia memilih untuk menonaktifkan handphone nya.
Robby menunggu balasan pesan dari Jackson dan dia mencoba untuk menghindari Jackson.
"Nomor handphone nya tidak aktif, seperti nya Tuan Jackson sangat marah sekali."
Robby pun memilih untuk pergi dari depan ruangan Annabella, dia lebih ingin fokus pada orang-orang suruhan Ardika yang sedang mencari informasi tentang kasus pembunuhan ini.
Kedatangan Lucas membuat Annabella tersenyum manis dia merasa sangat senang sekali ketika Lucas yang akhirnya datang menemui nya.
"Lucas, akhirnya kamu datang juga."
__ADS_1
Lucas memberikan bunga yang dia bawa untuk Annabella.
"Bunga yang sangat cantik sekali Lucas, terimakasih banyak yaa."
Annabella menggenggam erat bunga tersebut.
"Annabella bagaimana dengan kondisi mu sekarang,? dan apa yang sebenarnya terjadi."
Lucas sudah tidak ingin basa-basi lagi terhadap Annabella dia langsung bertanya kepada Annabella.
"Kondisi ku baik-baik saja tapi tidak dengan perasaan ku yang sekarang."
Annabella meneteskan air mata nya dan dia pun menangis di hadapan Lucas.
Lucas memegang tangan Annabella seperti menguatkan Annabella.
"Lucas, ibu ku seorang pembunuh. Dia yang menusuk lelaki misterius tersebut dan aku yang merekam nya di dalam handphone ku."
Lucas seketika langsung terdiam ketika Annabella mengatakan hal tersebut, Lucas merasa tidak percaya dengan perkataan Annabella jika ibu nya yang melakukan nya.
__ADS_1
"Annabella apakah kamu benar-benar mendengarkan nya,? benarkah ibu kamu yang melakukan nya bukan kekasih nya karena itu sangat kejam sekali jika di lakukan oleh seorang perempuan apalagi seorang ibu yang mempunyai anak perempuan."
Annabella semakin menagis histeris di hadapan Lucas.
"Aku pun tidak percaya dengan apa yang aku dengar ini, karena sangat menyakitkan sekali untuk aku. Ibu bisa se kejam itu dia yang melakukan nya."
Annabella memegang kepalanya dia mulai tidak bisa mengontrol emosi nya dan Annabella mulai menangis berteriak-teriak kencang sekali.
"Annabella, kamu jangan seperti ini Annabella. Kamu tidak boleh sampai despresi lagi Annabella kamu kuat kamu harus sembuh dan bicarakan semuanya Annabella."
Annabella menangis histeris sambil berteriak-teriak menjambak rambut panjang nya.
Lucas segera mencari Suster dan juga Dokter untuk menangani Annabella.
"Annabella dengar aku kamu harus tenang yaa, tenang jangan seperti ini yaa."
Dokter dan Suster pun akhirnya datang dan Lucas pun harus meninggalkan ruangan tersebut.
Lucas akhirnya keluar dari ruangan Annabella, dia langsung duduk dia merasa sangat lemas sekali ketika dia mendengar perkataan Annabella.
__ADS_1
"Tante Bella, kenapa dia bisa tega sekali yaa. Dia bisa seperti itu ntah apa maksud dari perlakuan nya tersebut dan seperti nya kekasih nya pun bukan lelaki baik-baik seperti yang jelas aku dengar dulu di Restoran itu."
Lucas terus saja memandangi Annabella yang sedang di berikan obat sesuai oleh Dokter.