
Jackson tidak mau melihat kesedihan nya di depan Papa nya.
"Yasudah Pap, aku istirahat dulu yaa."
Jackson pun langsung berlari menuju ke dalam kamar nya.
"Kasihan sekali Jackson, dia sangat mencintai Jessica Annabella."
Melihat Jackson yang sudah masuk ke dalam kamar nya, Robby pun menghampiri Reymon.
"Sebenarnya ada yang ingin saya ceritakan kepada Bapak Reymon, Nona Annabella sekarang berkerja di toko bunga milik Lucas. Dan itu yang membuat Tuan Jackson merasa sangat marah sekali dan mungkin cemburu juga."
Reymon menutup album keluarga nya dia fokus terhadap Robby.
"Annabella berkerja di toko bunga Lucas, Lucas adalah lelaki yang di sebut Jackson ketika Annabella despresi?."
Robby menganggukkan kepalanya.
"Kasih sekali Annabella, dia tidak mungkin bisa kembali ke dunia entertainment. Karena kasus Bella ini."
Reymon hawatir jika Jackson bisa melakukan hal kasar kepada Lucas.
"Robby, kamu harus mengawasi Jackson yaa. Jangan sampai dia melakukan hal kasar kepada Lucas."
__ADS_1
Reymon pun memilih untuk pergi ke kamar nya, dan Robby juga yang bisa pulang.
Robby terlihat sangat capek dan juga mengantuk sekali, dia sebenarnya tidak kuat untuk bisa mengendarai mobil nya karena dia yang merasa sangat ngantuk berat.
"Ahhhhhh, semoga bisa sampai rumah dengan selamat."
Tetapi apa yang terjadi ketika ada motor yang mencoba untuk menghalangi mobil nya. Sehingga Robby menabrak pohon besar dan dia terbentur sampai tidak sadar kan diri.
Melihat hal tersebut karena sudah larut malam dan jalan sangat sepi sekali, membuat kedua orang yang ada di motor tersebut memecahkan kaca mobil dan mengambil dompet milik Robby.
"Wahhhh, isi dompet banyak sekali bos pasti senang melihat nya."
Mereka berdua pun langsung pergi menuju ke tempat mereka berkumpul.
Lelaki tersebut mengambil uang yang ada di dalam dompet dan membuang dompet tersebut.
Ardika mengambil dompet tersebut dan membaca identitas diri siapa yang mempunyai dompet tersebut.
"Robby, dia adalah asisten pribadi Jackson Samuel. Bagaimana bisa kalian berdua mendapatkan dompet milik Robby."
Ardika langsung menghampiri teman-teman nya.
"Mobil nya menabrak pohon besar dan die tidak sadarkan diri, yasudah kita manfaatkan dengan menghancurkan kaca mobil nya dan mengambil dompet nya."
__ADS_1
Ardika menyimpan dompet tersebut.
"Apakah kamu mengenal dengan lelaki yang banyak uang nya ini?."
Ardika memilih untuk tidak menjawab pertanyaan tersebut, dia kembali ke tempat tidur nya.
"Sudahlah lebih baik sekarang kita istrirahat saja yaa, karena besok kita harus mendapatkan banyak uang yang lebih dari ini."
Ardika memejamkan mata nya, dia berniat untuk memberi kan dompet tersebut kepada Robby.
Setelah beberapa jam kemudian, Robby mulai merasakan rasa sakit mata dia yang berkunang-kunang, Robby merasakan rasa sakit di kepala nya.
"Ahhhhhh, sangat sakit sekali kepala ini."
Robby begitu sangat terkejut sekali ketika melihat kaca mobil nya yang hancur dan dompet nya yang menghilang.
"Dompet ku hilang, tapi Handphone ku masih amat."
Robby masih merasakan sakit yang luar biasa.
"Ahhhhhh, siapa yang melakukan ini semua. Kenapa mereka tidak mengambil uang nya saja dan menyimpan kembali dompet nya karena banyak yang sangat penting sekali di dalam dompet tersebut."
Tangan Robby yang masih sangat bergetar mencoba untuk mengambil handphone nya.
__ADS_1