
Bella memegang kepala nya dia seperti sangat pusing sekali.
"Jessica terus saja berhalusinasi tentang Sesilia."
Ardika pun sangat terkejut sekali ketika dia mendengar hal tersebut.
"Jessica, berhalusinasi tentang Sesilia ?. Mereka berdua tidak saling mengenal satu sama lain nya kan. Lalu kenapa Sesilia mengganggu Jessica."
Ardika semakin sangat kebingungan sekali.
"Jackson memilih kamar Sesilia untuk menjadi kamar pengantin nya, dan itu yang membuat Jessica merasa tidak betah untuk tinggal bersama ku di rumah itu."
Seketika Robby pun langsung terdiam ketika mendengar Bella yang sedang membicarakan tentang Jessica.
Terdengar jika Bella yang sudah mengenal Jessica sejak lama.
"Bella, apakah kamu yakin jika Jackson itu benar-benar mencintai Jessica?. Atau hanya ingin membuat Jessica despresi dengan selalu berhalusinasi tentang Sesilia."
Bella pun langsung memikirkan perkataan Ardika.
"Tidak Ardika, aku melihat Jackson mencintai Jessica dengan sangat tulus sekali. Dia tidak mungkin seperti itu kepada Jessica."
__ADS_1
Robby pun akhirnya mengetahui nama lelaki yang sedang bersama dengan Bella.
"Ardika itu bukan nya satpam yang di pecat oleh Jackson, ohhhh sudah ku duga mereka berdua memang berkerja sama. Tapi sebenarnya Jessica itu siapa nya Bu Bella."
Robby terus saja mendengarkan percakapan mereka berdua dengan sangat hati-hati sekali.
"Jessica harus kembali ke rumah itu, aku harus bahagia bersama dengan Jessica karena itu adalah rencana awal aku menikah dengan Reymon Samuel. Karena Jessica adalah putri tunggal ku yang aku sayangi."
Robby pun merasa jika ada suara hentakan kaki yang akan menghampiri nya, seperti akan membuka pintu utama.
Robby pun seketika langsung pergi dari tempat tersebut dan dia berlari dengan sangat cepat sekali.
Dan benar saja Ardika langsung membuka pintu tersebut tapi dia tidak melihat siapa pun yang datang.
Ardika pun kembali menghampiri Bella.
"Ternyata itu hanya perasaan ku saja, tidak ada orang di depan."
Ardika pun kembali duduk di samping Bella.
"Bella bagaimana kalau kita habisi nyawa Reymon, jika dia tidak ada maka kesempatan mu untuk mendapatkan harga kekayaan keluarga itu sangat cepat sekali."
__ADS_1
Bella pun langsung menampar pipi Ardika.
*Plaaaakkkkkkk*
"Jangan bodoh kamu Ardika, kau ingin masuk penjara? aku tidak mau melakukan hal seperti itu lagi, lagi pula sekarang Jackson yang memegang perusahaan tersebut. Aku hanya berharap besar dari Jessica karena yang bisa meluluhkan hati Jackson. Jackson pasti akan memenuhi apa yang di inginkan oleh Jessica."
Ardika pun semakin mendekati Bella dengan penuh perasaan.
"Ardika apa yang kamu lakukan, aku tidak mau melakukan lagi dengan muu yaa. Sekarang kita harus fokus dengan rencana kita berdua untuk bisa mendapatkan seluruh harta kekayaan keluarga Samuel."
Bella pun beranjak dari tempat duduk nya dia berniat untuk pergi tapi Ardika menarik paksa tangan Bella.
Bella mencoba untuk melepaskan tangan Ardika, tapi tenaga Bella tidak sebesar tenanga Ardika.
Ardika pun langsung memaksa Bella untuk masuk ke dalam kamar.
Robby seketika saja di terdiam sambil melamun ketika dia mengetahui jika Jessica itu adalah anak kandung Bella.
Robby merasa tidak habis pikir dengan Jessica yang menyembunyikan hal tersebut dari Jackson.
"Bagaimana ekspresi Tuan Jackson jika dia mengetahui jika wanita yang dia sayangi adalah anak dari wanita yang dia benci."
__ADS_1
Robby pun langsung memegang kepalanya.