
Bella terlihat sangat ketakutan sekali ketika Kakek-kakek tersebut menatap nya dengan begitu sangat tajam sekali.
Bella pun sangat takut jika Kakek-kakek ini sedang memperhatikan mereka berdua, karena dia melihat di saat Ardika yang sedang melakukan hal tersebut kepada Kelvin.
"Silahkan, mau bertanya apa depan saya."
Kakek tersebut mengajak Ardika dan Bella untuk duduk agar lebih nyaman untuk mengobrol nya.
"Begini, istri saya Melisa dia pernah berlibur bersama dengan adik lelaki nya. Tapi adik yang tiba-tiba saja menghilang ketika dia sedang berada di sungai ini. Istri saya sangat takut sekali jika adik lelaki itu tenggelam atau terjadi sesuatu dengan adik lelaki nya itu."
Bella pun hanya menganggukkan kepalanya saja dia tidak berani untuk berkata apapun.
"Sungai ini adalah seperti mata air untuk warga di sini, tidak pernah ada kejadian yang kejam di sungai ini. Mungkin adik lelaki tidak berada di sungai ini."
Ardika merasa sangat ragu sekali ketika mendengar perkataan kakek tersebut, karena di saat dia melemparkan Kelvin ke sungai. Aliran sungai tersebut sangat deras sekali sehingga tidak mungkin Kelvin tidak terbawa arus sampai di daerah ini.
Bella merasakan jika Kakek ini seperti berbohong tidak jujur dalam bercerita.
__ADS_1
Bella pun akhirnya terbangun dari tempat duduk nya, dan memperlihatkan foto Kelvin kepada kakek tua tersebut.
"Ini adalah Adik lelaki saya Kelvin Elvino nama nya, jika sampai ada yang menemukan dia. Dalam keadaan sehat atau jasad nya tolong beritahu kepada saya karena saya akan memberikan uang sebesar 100 juta jika ada yang menemukan nya."
Bella merasa hanya dengan cara seperti ini dia bisa mengetahui kebohongan atau kejujuran seseorang.
Dan Bella juga memberikan nomber handphone nya kepada Kakek tua tersebut.
"saya tidak pernah becanda dalam berbicara, saya akan membawa uang tunai di hadapan Kakek. Jika sebenarnya kakek yang menyembunyikan adik lelaki saya Kelvin Elvino."
"Kalau begitu saya dan suami saya permisi pulang yaa, tolong berpikir baik-baik yaa uang 100 juta itu sangat banyak sekali yaa."
Ardika dan Bella pun segera pergi dari tempat tersebut dan Kalsel tersebut merasa sangat kecewa sekali dengan sikap sombong Bella.
"Mereka seperti bukan orang yang baik-baik, mereka seperti nya orang-orang jahat. Dasar orang kaya yang sangat sombong sekali."
Kakek tersebut memilih untuk membuang nomber handphone Bella yang dia tulis.
__ADS_1
Bella begitu sangat yakin sekali jika Kakek itu yang menemukan Kelvin.
"Ardika aku merasa sangat yakin sekali jika Kelvin yang masih hidup dan sekarang dia sedang di rawat oleh Kakek tersebut."
Ardika merasa satu pemikiran dengan Bella.
"Yaa, Bella aku pun berpikir seperti itu. Kira lihat saja sekarang apakah akan ada yang menelephone mu. Karena uang 100 juta itu sangat besar sekali untuk mereka."
Ardika dan Bella pun akhirnya sampai di dalam mobil mereka dan Bella pun terlihat seperti melamun.
"Jika di temukan jasad nya apa yang akan kamu lakukan Bella dan jika Kelvin yang masih hidup juga kamu akan melakukan apa kepada nya."
Dengan tatapan mata yang tajam dan juga berkaca-kaca. Bella pun menjawab pertanyaan dari Ardika.
"Jika dia masih hidup aku yang akan menghabisi nyawa dan jika aku menemukan jasad nya akan ku simpan di tempat yang tidak akan pernah bisa di temukan oleh lain."
Ardika merasa jika Bella jauh lebih kejam dari dirinya.
__ADS_1