
Bella merasa sangat sakit hati nya ketika dia yang tidak boleh lagi melihat dan bertemu dengan Annabella.
Bella tahu jika memang salah dia tapi ini juga bukan keinginan nya.
"Joshua, lebih baik kamu pergi saja. Saya sudah tidak perlu lagi pengawalan lagi."
Joshua pun pergi atas perintah dari Bella, Joshua masih menginginkan bisa bertemu dengan Kelvin.
"Kelvin kabur ke mana yaa dia, aku ingin sekali bisa membantu Kelvin dia adalah sahabat baik kuu."
Joshua pun mencoba untuk menghubungi nomer handphone Kelvin tapi ternyata nomer handphone tidak aktif.
"Seperti nya Kelvin begitu sangat ketakutan sekali oleh Bu Bella dan juga Pak Ardika, kenapa dia sampai melakukan hal bodoh seperti ini."
Joshua tidak mengetahui jika sebenarnya Kelvin itu sudah tidak ada dia sudah meninggal dunia karena perbuatan Ardika.
Bella juga memikirkan bagaimana dengan nasib nya jika Jasad Kelvin ketahuan oleh polisi dia dan Ardika bisa di penjara.
__ADS_1
Bella masuk ke dalam mobil nya dia memandangi wajah nya di kaca spion mobil nya.
"Tidak, aku tidak ingin masuk penjara. Yang melakukan nya itu adalah Ardika dia tersangka nya tapi bodoh nya aku ada di tempat dan melihat tewas nya Kelvin oleh Ardika."
Bella merasa sangat pusing sekali mungkin dahulu dia bisa terbebas dengan kasus tewas nya Sesilia tapi kejadian ini membuat Bella merasa sangat ketakutan sekali.
"Bella kamu harus berpikir positif, apalagi sekarang kamu akan pulang ke rumah dan wajah kamu di lihat oleh Jackson dan Reymon."
Ketika Bella mau menjalankan mobil nya dia pun langsung menginginkan bahwa Robby pun ada di sana.
"Astagaaaa, Robby melihat Annabella yang berteriak-teriak kencang dia pasti melaporkan nya kepada Jackson sedangkan aku bilang kepada Elsha dan Rendy semua ini adalah rencana Jackson."
"Seperti nya aku pulang ke Apartemen bersama dengan Ardika, apa rencana dia jika jasad Kelvin di temukan."
Dengan tangan yang bergetar Bella pun memilih untuk pergi ke Apartemen Ardika.
Di perjalanan Bella begitu sangat panik sekali apalagi setiap dia melihat polisi yang ada di jalan.
__ADS_1
"Aku tidak pernah panik dan ketakutan seperti ini, aku harus tetap bisa mengatur emosi ku. Jangan sampai orang-orang curiga terhadap ku."
Bella pun akhirnya sampai di depan gedung Apartemen milik Ardika, sebelum turun dari mobil nya Bella pun mengatur nafas nya dalam-dalam dan membuang nya.
"Oke, Bella bersikap biasa saja jangan mencurigai orang yang ada di sekitar mu."
Bella terus saja berjalan menuju ke kamar Ardika sampai akhirnya dia pun membuka pintu Apartemennya tersebut tapi ternyata Ardika tidak ada di dalam Apartemen nya.
"Ardika, dia pergi ke mana yaa. Kenapa dia tidak ada di dalam Apartemen ini."
Bella semakin di buat panik dia mencoba untuk mencari Ardika di setiap sudut ruangan.
Bella membuka pintu kamar mandi dan kamar tapi Ardika yang tidak ada di tempat.
Bella merasa sangat lemas sekali ketika dia tidak melihat Ardika di Apartemen nya.
"Apakah dia pergi meninggalkan aku, apakah dia kabur. Dia kabur sendiri tanpa mengajak ku hmmmm lalu bagaimana dengan nasib ku sekarang aku sendiri."
__ADS_1
Bella menangis ketakutan di depan kamar Apartemen nya.