Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode (158)


__ADS_3

Ardika pun langsung memutuskan untuk pergi kembali ke tempat kejadian tersebut.


"Bella, aku sudah memberhentikan Joshua untuk menjadi anak buah ku sekarang. Dan sekarang aku akan pergi ke sungai itu kembali apakah kamu ingin menemani ku, di sana kita bisa lihat apakah Kelvin masih hidup atau sudah terbawa arus sungai."


Bella pun lebih memilih untuk ikut agar dia bisa langsung melihat.


"Baiklah, aku akan ikut sekarang juga yaa kita berangkat nya."


Tidak perlu persiapan yang lama, Bella dan Ardika pun langsung keluar dari Apartemen tersebut.


Mereka berdua sama-sama memakai jaket hitam, kaca mata hitam serta masker.


Ketika masuk ke dalam mobil Bella berharap besar mereka berdua bisa menemukan jasad Kelvin.


"Ardika kenapa aku merasa sangat gugup sekali yaa, apa akan terjadi sesuatu dengan kita berdua."


Ardika merasa Bella sudah mulai berhalusinasi tinggi dia yang terus menerus membayang kan Kelvin.


"Sudahlah Bella, jangan selalu berpikir negatif terhadap setiap keadaan. Jangan lemah seperti begini ini bukan Bella yang sebenarnya."

__ADS_1


Bella pun memilih untuk diam saja dia menahan apapun yang di rasakan ketika perjalanan menuju ke tempat tersebut.


Dengan menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya mereka berdua pun sampai di kebun teh tersebut.


Bella merasa sangat ragu sekali ketika dia mau turun dari mobil nya, dia menatap wajah Ardika dan Ardika seperti meyakinkan nya.


"Ayo cepat turun, pegang erat tangan ku ini."


Bella mengikuti apa yang di perintahkan oleh Ardika, mereka berjalan menuju tempat tersebut.


"Seperti kita harus berjalan menyusuri sungai ini, kita harus tahu sungai sampai mana."


Bella mengingat kembali ketika Ardika menghabisi nyawa Kelvin dengan sangat kejam sekali sekali merubah warna sungai tersebut menjadi merah.


Bella pun seperti menyakiti pada dirinya sendiri jika Kelvin yang tidak mungkin bisa selamat dengan luka yang begitu sangat menghawatirkan.


Tapi ternyata ketika mereka berdua yang terus menerus berjalan mereka pun melihat rumah penduduk.


"Lihat Ardika, di sana banyak sekali rumah-rumah. Bagaimana jika kita tanyakan saja pada mereka apakah melihat jasad manusia yang mengalir di sungai ini."

__ADS_1


Ardika pun mengikuti apa yang di inginkan oleh Bella karena dia yang ingin Bella tidak lagi berhalusinasi tentang Kelvin yang masih hidup.


"Baiklah, ayo kita tanyakan kepada salah satu warga yang ada di sana."


Terlihat sungai tersebut sangat semakin sangat bening sekali.


"Ardika seperti nya sungai ini di pakai oleh warga untuk mencuci dan lain-lain karena coba kamu lihat air nya yang semakin bening sekali yaa."


Ardika mengabaikan ucapan Bella, mereka berdua pun berjalan menuju ke rumah warga dengan ada nya jembatan kayu yang sudah terlihat sangat tua dan sedikit rapuh.


Ardika dan Bella begitu sangat berhati-hati sekali ketika mereka berjalan di atas jembatan tersebut.


Ardika dan Bella pun berjalan mencari seseorang yang ada di luar rumah.


Dan ternyata ada kakek-kakek yang sedang menyiram tanaman nya.


"Permisi Pak, perkenalkan saya Adi dan ini Istri saya Melisa. Saya ingin menanyakan sesuatu kepada Bapak boleh."


Ardika sengaja menyamarkan nama mereka demi keselamatan mereka berdua.

__ADS_1


Kakek-kakek itu terlihat memperhatikan wajah Ardika dan Bella dengan tatapan mata yang tajam.


__ADS_2