Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode 41.


__ADS_3

Bella merasa sangat tidak senang sekali ketika dia harus mengikuti apa yang di katakan oleh Jackson kepada nya.


"Apa yang ada di pikiran Jackson, dia ingin tidur di kamar itu. Sedangkan di kamar itu banyak sekali foto Sesilia dan aku sangat ketakutan sekali ketika masuk ke dalam kamar itu."


Bella pun terus berpikir bagaimana cara nya agar Jessica tidak tidur di kamar itu.


"Jessi, sayaaaaang. Maafkan ibu Nak , seperti nya Jessica jangan sampai tahu jika itu adalah kamar Sesilia. Kamar ibu Jackson yang sudah meninggal dunia."


Bella keluar dari kamar nya dia menghampiri salah satu pegawai nya.


"Mbak-mbak, cepat ke sini."


Pegawai tersebut pun langsung menghampiri Bella.


"Iyaa Buuu Bella, apa yang perlu saya lakukan."


Bella dengan wajah yang sedikit pucat dia pun langsung mengatakan kepada pegawai nya tersebut.


"Hmmmmm, Jackson menginginkan kamar no 2 itu. Untuk menjadi kamar pengantin nya bersama dengan Jessica, jadi saya meminta tolong yaa kita beres-beres bersama yaa. Karena ini adalah permintaan Jackson."


Seketika pegawai itu pun langsung merinding mendengar nya, karena semenjak kepergian Sesilia. Kamar tersebut kosong sudah bertahun-tahun, dan kadang pula sering mendengar suara tangisan di dalam kamar tersebut.


"Baiklah Buu, nanti saya akan membantu ibu untuk membersihkan kamar itu."


Pegawai tersebut pun langsung pergi.


"Seperti nya pegawai itu juga tidak mau untuk membersihkan kamar tersebut, ahhhh Jackson apa yang di pikiran muu itu. Bukan membuat putri ku bahagia tapi ini bisa membuat Jessica tidak betah untuk tinggal di rumah ini."


Bella mendekati dapur rumah nya dia melihat banyak pegawai yang sedang berkumpul seperti sedang mengobrol serius sekali.


Dan Bella pun mencoba untuk mendengarkan perkataan mereka semua.


"Tadi saya di suruh ibu Bella itu membersihkan kamar bekas Almarhum Bu Sesilia. Saya sebenarnya sangat takut sekali apalagi meninggal nya Bu Sesilia itu sangat misterius sekali dia seperti di bunuh bukan seperti kecelakaan."


Salah satu pegawai pun langsung memegang tangan dan pundak nya.


"Aduh kok saya merinding yaa mendengar nya, soal nya kata Pak Satpam dia malam-malam seperti melihat bayangan di depan gorden jendela seperti ada wanita yang berambut panjang sedang berdiri di depan jendela ituu. Ada juga yang malam-malam melewati kamar itu dia seperti mendengar suara tangisan."


Bella semakin takut sekali ketika mendengar percakapan pegawai nya tersebut.


"Memang nya itu apa kamar tersebut di bersihkan kembali,?" tanya pegawai yang merasa merinding dari awal cerita.


"Kamar itu untuk lamar pernikahan, untuk Tuan Jackson dan Nona Jessica."

__ADS_1


Mereka pun sangat terkejut sekali ketika mendengar hal tersebut.


"Yaa Tuhan, kasihan sekali Nona Jessi. Dia pasti tidak betah untuk tinggal di rumah ini."


Bella memilih untuk pergi ketika dia sudah mendengar semua nya.


"Ini tidak bisa di biarkan, dan kenapa arwah Sesilia harus seperti itu yaa. Seharus nya jika dia sudah tiada dia tidak harus membuat semua orang di dalam rumah ini merasa resah."


Bella memilih pergi dari rumah nya, dia ingin sekali bertemu dengan seseorang.


Ketika Bella yang di buat pusing dengan keinginan Jackson.


Jackson dan Jessica menikmati honeymoon mereka berdua.



Jessica begitu sangat menikmati manis nya kehidupan di awal pernikahan bersama Jackson.


Jackson memberikan bunga untuk Jessica, dan Jessica terlihat sangat bahagia sekali.


"Sayang, seperti nya lebih baik kita menghabiskan waktu bersama di rumah saja. Kita selesaikan mengakhiri kontrak kuu terlebih dahulu dan setelah itu aku akan fokus di perusahaan Papa. Untuk masa depan kita berdua."


Jessica merasa sangat senang sekali ketika dia sudah bisa berkerja kembali.


Jessica berharap Jackson masih memberikan ijin kepada untuk bisa menjadi seorang model.


"Baiklah Sayaaaaang tapi di saat kamu hamil kamu harus fokus dengan peran kamu sebagai Ibu rumah tangga."


Jessica pun memeluk erat suami nya tersebut.


"Terimakasih banyak suami kuu sayaaaaang."


Jessica dan Jackson pun berjalan menuju ke sebuah sungai yang sangat tenang sekali.


"Aku sangat suka sekali berenang, aku sangat suka sekali air yang mengalir seperti ini. Aku merasa sangat tenang sekali ketika aku berendam di dalam air."


Jessica menghampiri sungai tersebut dan memainkan air tersebut.


Jackson terus saja memandangi wajah cantik Jessica.


"Jessica Anabella, kecantikan kamu begitu sangat sempurna. Semoga tidak ada sesuatu yang terjadi di balik kecantikan yang kamu miliki ini, aku sangat mencintaimu sampai kapan pun."


Ucap Jackson di dalam hati nya sambil memandangi wajah Jessica.

__ADS_1


Handphone Jackson tiba-tiba saja berdering kencang dia melihat panggilan telephone dari orang kepercayaan nya.


"Jessi, sebentar yaa. Aku akan menerima panggilan telephone dulu."


Jackson pun meninggalkan Jessica sendiri.


"Sedang menelephone siapa yaa Jackson, dia seperti sangat serius sekali."


Jessica pun menjauhkan diri nya dari sungai tersebut.


Dan duduk untuk menunggu kedatangan Jackson.


*Tuan Jackson, saya melihat ibu Bella pergi dari rumah. Wajah nya begitu sangat tidak nyaman sekali apa yang sebenarnya terjadi.*


*Aku menyuruh Mama Bella untuk membersihkan kamar bekas Mama Sesil. Aku ingin sekali itu menjadi kamar untuk aku dan istriku.*


*Baiklah tapi apakah di kamar tersebut terdapat cctv, jujur saya ingin sekali mengungkapkan kasus kematian Ibu Sesil. Jika hal ini di bicarakan dengan Bapak Reymon dia percaya bahwa Ibu Sesil meninggal karena kecelakaan tapi saya rasa tidak.*


*Apakah kamu akan mencari tahu kembali tentang ini semua tanpa sepengetahuan Papa,?*


*Tampa sepengetahuan siapa pun , kecuali kita berdua Tuan Jackson. Saya mengenal Ibu Sesil itu sangat baik sekali sewaktu dia masih hidup, saya ingin sekali mengungkapkan kasus ini. Apa yang terjadi sebenarnya.*


*Baiklah ini akan menjaga rahasia kita berdua saja.*


Jackson mengakhiri panggilan telephone dia melihat Jessica yang seperti nya sudah terlalu lama menunggu nya.


Jackson pun menghampiri Jessica.


"Kamu sedang menelephone dengan siapa,? seperti nya sangat serius sekali Jackson."


Robby orang kepercayaan Jackson meminta untuk tidak memberitahu kepada siapa pun.


"Itu adalah Robby orang kepercayaan keluarga, dia hanya memastikan bahwa aku baik-baik saja atau tidak di sini."


Jackson merasa sangat bersalah sekali ketika dia harus berbohong kepada Jessica.


Jessica melihat tatapan mata Jackson yang tidak berani fokus kepada nya.


Jessica merasa Jackson sedang menyembunyikan sesuatu.


"Apapun yang kamu bicarakan di telephone, semua saja semua berjalan dengan sangat lancar sekali."


Jessica beranjak dari tempat duduk nya dia berjalan sendiri kembali ke kamar hotel nya.

__ADS_1


Jackson merasa jika Jessica mengetahui jika dirinya sedang berkata kebohongan.


__ADS_2