Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode 42.


__ADS_3

Bella kembali ke rumah nya, dia membeli semua kebutuhan untuk kamar tersebut.


Bella menghampiri kamar tersebut dengan membawa kunci.


"Beruntung saja kunci tidak berkarat karena sudah sangat lama sekali kamar ini tidak di pakai."


Bella memberanikan diri nya untuk membuka pintu kamar tersebut.


Seketika seperti ada angin yang berhembus kencang di pundak nya.


Tapi Bella mengabaikan nya dia pun menuju ke jendela kamar dan membuka jendela tersebut agar cahaya matahari masuk ke dalam kamar.


Bella memandangi foto yang di simpan di atas kasur.


Bella tersenyum sinis ketika melihat foto tersebut.


*SESILIA ANGELA*



"Hei Sesil, sekarang kamu sudah tenang kan. Dan sekarang kamar ini akan di tempatkan oleh putra muu dan putri cantik kuu. Jangan membuat putri kuu ketakutan karena dia tidak mengetahui apapun dengan masalah kematian muu."


Bella mencoba untuk mencopot foto tersebut tetapi foto tersebut seperti sangat menempel sekali tidak bisa di pindahkan.


"Ahhhh, apa-apaan ini yaa. Kenapa foto ini sangat kuat sekali."


Bella mendengar seperti ada suara keran air yang menyala.


"Suara air mengalir di kamar mandi, astaga sejak kapan ada yang masuk ke kamar mandi dan menyalakan air keran."


Bella sudah merasa tidak nyaman sekali berada di dalam kamar tersebut.


Bella pun memilih untuk keluar dari kamar tersebut dan memanggil semua pelayan yang ada di dalam rumah itu.


"Cepat kemari bantu aku untuk menganti sprei ini, dan membersihkan nya."


Mereka pun langsung menghampiri Bella mengerjakan apa yang di katakan oleh Bella.


Ketika para pegawai nya masuk ke dalam kamar tersebut, Bella tidak merasakan hal-hal yang aneh.


"Ganti sprei itu dengan sprei berwarna putih yang sudah aku sediakan."


Bella yang sebelumnya seperti mendengar suara air keran yang mengalir dia langsung membuka pintu kamar mandi tersebut.


Bella masuk ke dalam kamar mandi tersebut dan melihat lantai kamar mandi yang kering.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin aku mendengar suara air keran yang menetes sedangkan lantai kamar mandi ini sangat kering. Bella pun merasa jika apa yang di rasakan itu hanya halusinasi nya saja."


Bella terus memandangi foto Sesilia yang sangat besar itu.


"Tolong turun foto tersebut kita ganti dengan foto pernikahan Jessica dan Jackson."


Pegawai tersebut pun mengikuti apa yang di katakan oleh Bella.


Tapi ntah apa yang terjadi foto tersebut tidak bisa di turunkan.


"Maaf Buu foto ini seperti sangat menempel di tembok, saya susah untuk mencopot nya."


Bella pun mengalihkan pandangan mata nya pada foto Sesilia yang seperti terus saja memperhatikan nya.


"Yasudah, besok saja. Sekarang kalian sapu dan bersih-bersih semua sudut ruangan. Setelah selesai menganti sprei, saya keluar dulu."


Bella keluar dari kamar tersebut dia terus saja berpikir bagaimana caranya supaya foto tersebut tidak ada di kamar tersebut.


"Aku tidak mungkin membuat foto itu rusak, tapi foto itu sangat menggangu sekali. Sebelum Jackson datang foto tersebut sudah harus tidak ada di dalam kamar dan aku akan menempel kan banyak nya foto-foto kebersamaan Jackson dan Jessica pernikahan nya."


Bella bertemu dengan Robby yang merupakan orang kepercayaan Jackson.


Sejak awal Robby sangat mencurigakan Bella tapi dirinya tidak mempunyai bukti yang pas.


Robby memandangi Bella dengan tatapan mata yang sinis.


Bella pergi dari hadapan Robby sedang Robby melanjutkan berjalan menuju ke kamar Sesilia.


Robby masuk ke dalam kamar tersebut yang sedang di bereskan oleh pegawai yang ada di dalam.


"Pak Robby, bisakah membantah kami. Tolong turun kan foto Ibu Sesilia sesuai dengan permintaan Bu Bella."


Robby pun sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan tersebut.


"Kenapa foto ibu Sesil harus di turunkan, bukan kah ini adalah kamar milik Ibu Sesilia."


Robby tidak mengikuti apa yang di katakan oleh pegawai tersebut.


"Tuan Jackson pun pasti tidak menginginkan jika foto Almarhum Mama nya di turunkan."


Bella yang ternyata tidak pergi dia mendengar perkataan yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Kamar ini akan di pakai oleh Jackson dan Jessica, foto-foto pernikahan mereka sangat banyak sekali. Saya berniat untuk merias kamar ini dengan banyak foto kebersamaan Jessica dsn Jackson."


Bella kembali masuk ke dalam kamar tersebut.

__ADS_1


"Foto Ibu Sesil hanya satu biarkan saja dia sana, dan tembok kamar ini sangat luas sekali. Hanya satu foto saja tidak akan menggangu kecuali jika ada yang tidak suka dengan Ibu Sesil."


Bella begitu sangat kesal sekali ketika melihat kembali kehadiran Robby di keluarga.


Robby adalah asisten pribadi Jackson dan juga orang kepercayaan Jackson.


"Sebenarnya kedatangan kamu di sini itu untuk apa yaa,? sangat menggangu sekali. Lebih baik kamu pergi saja dari rumah ini."


Bella sudah tidak bisa lagi menahan emosi nya.


"Saya datang ke sini atas permintaan Tuan Jackson, dia sudah mengatakan semua nya."


Robby mencoba untuk menahan emosi nya terhadap Bella.


"Oh, kamu datang untuk mendekorasi kamar ini. Yasudah sekarang kita keluar dari kamar ini saja biarkan saja dia yang mengatasi nya sendiri."


Bella menyuruh semua pegawai nya untuk keluar dari kamar tersebut.


Robby pun begitu sangat emosional sekali dengan sikap Bella terhadap nya.


Dia pun memilih untuk mengalah dan keluar dari kamar tersebut.


Bella tersenyum puas melihat Robby yang keluar dari kamar tersebut.


"Yasudah lanjut kan pekerjaan kalian yaa, ingat yaa harus bersih jangan sampai ada debu sedikit pun."


Bella mencoba untuk naik pada kursi dia sangat ingin sekali menurunkan foto Sesilia tersebut.


Dengan sekuat tenaga Bella mencoba untuk menurunkan foto tersebut.


Tetapi apa yang terjadi kursi yang di injak oleh Bella tiba-tiba saja patah dan mengakibatkan Bella pun terjatuh.


Semua pegawai yang ada di sana sangat panik sekali ketika melihat Bella yang terjatuh dan mereka sangat kesakitan sekali.


"Ahhhh, sakit sekali kaki kuuu."


Bella terus memegang kaki nya dan para pegawai pun langsung membantu membangun kan Bella dan segara masuk ke dalam kamar nya.


Beruntung ketika Bella terjatuh Robby sudah pergi dari rumah tersebut.


"Tolong cepat telephone Dokter, kaki kuu sangat sakit sekali."


Bella terus saja memegang kaki nya.


"Ini semua gara-gara foto Sesilia, sudah tidak ada pun kamu selalu membuat kuu kesal. Lihat saja jika aku berhasil menurunkan foto tersebut, maka foto tersebut akan aku bakar sampai menjadi abu."

__ADS_1


Bella menunggu kedatangan Dokter, dia sebenarnya sudah tidak kuat sekali menahan rasa sakit di kaki nya.


__ADS_2