
Ketika Bella yang sedang bercerita dengan Elsha, handphone nya yang tiba-tiba saja berdering kencang.
Dan Bella pun mengambil handphone nya dari tas nya, ternyata panggilan telephone dari Ardika.
"Ardika menelephone aku kembali, apakah dia ingin berbicara sesuatu dengan ku."
Bella pun memilih untuk pergi ketika dia akan menjawab panggilan telephone dari Ardika.
Elsha pun memperhatikan tingkah laku Bella.
"Seperti nya Bella sedang menerima panggilan telephone dari lelaki yang lain, aku tidak menyangka Bella bisa melakukan hal ini karena terlalu sakit hati dengan Jackson. Dan aku juga sangat begitu berharap besar jika Jackson bisa kembali seperti dulu."
Elsha hanya terdiam saja ketika Bella yang seperti sedang mengobrol serius sekali.
*Hallo Ardika, kenapa kamu meninggalkan aku begitu saja. Kamu sudah mulai ingin berpisah dengan ku.*
*Bella aku sekarang sedang berada di Apartemen, kamu sekarang di mana. Aku akan menjemput mu. Aku sudah menyiapkan tempat tinggal yang baru untuk kita berdua.*
*Tempat tinggal baru,? kenapa kita harus pindah dari Apartemen itu. Itu sudah terlalu nyaman sekali untuk kita berdua.*
*Nanti aku jelaskan di rumah baru kita, sekarang kamu sedang berada di mana Bella.*
*Aku sekarang sedang bersama dengan Elsha, aku berniat untuk bertemu dengan Annabella tapi ternyata dia masih belum bisa menerima kehadiran ku.*
*Baiklah, aku akan segera menjemput mu di sana.*
Ardika pun langsung mengakhiri panggilan telephone nya, dan Bella pun merasa sangat kebingungan sekali.
"Ada apa yaa ini, apa yang terjadi kenapa aku harus pergi dari Apartemen ku. Sedangkan selama ini tidak ada yang tahu tentang Apartemen ku ini."
Bella pun kembali memasukkan handphone nya ke dalam tas nya dan kembali menghampiri Elsha yang sedang menunggu nya.
"Elsha maaf aku yang tidak bisa berlama-lama di sini, sebenarnya aku ingin sekali bisa bertemu dengan Annabella tapi dia yang seperti sudah tidak ingin bertemu dengan ku."
Elsha pun berdiri dari tempat duduk nya, dan dia pun memegang tangan Elsha.
__ADS_1
"Apapun yang sedang kamu rasakan hari ini, semoga semua permasalahan mu selesai dengan baik."
Annabella pun keluar dari balik pintu dia memandangi wajah Bella.
Dan mereka berdua pun saling bertatapan wajah, Elsha pun begitu sangat terkejut sekali ketika Annabella yang tiba-tiba saja ada di balik pintu.
Bella merasa sangat ketakutan sekali ketika melihat Annabella yang ada di hadapan nya.
Elsha pun terus memperhatikan mereka berdua dan Bella memandangi wajah Elsha.
"Kenapa kamu begitu jahat sekali kepada ku,? kamu jahat sekali kepada ku. Dan aku tidak mau lagi bertemu dengan mu di sini."
Bella pun menudukan kepala nya dan langsung pergi begitu saja.
"Kenapa Bella langsung pergi begitu saja,? bukan kah dia ingin sekali bertemu dengan Annabella."
Annabella pun memilih untuk kembali ke dalam kamar nya.
Dan Elsha juga mengikuti Annabella yang pergi ke kamar nya.
"Bagaimana jika tadi Annabella mengatakan semua nya, aku masih belum siap. Apalagi Annabella yang bisa melukis ini akan lebih mempermudah pencarian Kelvin."
Bella mencoba untuk menenangkan perasaan nya terlebih dahulu dan dia pun baru menyalakan mesin mobil nya.
"Apa yang akan di rencanakan oleh Ardika, apakah dia sedang mengalami sesuatu tindakan. Atau ada seseorang yang mencurigakan sehingga membuat kita berdua harus pindah dari Apartemen itu."
Di perjalanan menuju ke Apartemen Bella begitu banyak sekali memarkirkan permasalahan nya.
"Permasalahan ku dengan Reymon yang hanya untuk membuang-buang waktu saja, seperti nya aku lebih baik mengakhiri nya saja walaupun aku tidak mendapatkan apapun dari Reymon."
Bella dengan kecepatan yang sangat tinggi akhirnya sampai di Apartemen, dia pun langsung berlari agar bisa segera masuk ke dalam kamar nya.
Bella melihat Ardika yang sedang berkemas dan Bella juga melihat barang-barang nya sudah di rapihkan.
"Ayo kita segera berangkat sekarang juga, lebih baik kita jual saja Apartemen ini."
__ADS_1
Bella yang baru saja sampai pun harus keluar kembali dengan barang-barang nya.
"Tidak usah banyak bertanya, aku akan menceritakan nya di dalam mobil nya."
Bella pun mengikuti apa yang di katakan oleh Ardika dia pun segera keluar dari Apartemen dengan membawa barang-barang nya.
Ardika membantu Bella dan dia pun memasukkan barang-barang Bella ke dalam bagasi mobil nya.
"Kita pergi menggunakan mobil ku saja, mobil kamu simpan di parkiran dan nanti jika sudah aman aku akan membawa mobil kamu itu."
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan Ardika memilih untuk membawa Bella ke tempat yang sudah dia sediakan.
"Aku mendengar kabar jika Robby asisten pribadi Jackson, dia sedang mencari informasi tentang kasus pelecehan Annabella dan dia berkerja sama dengan orang yang bukan main-main. Dia yang banyak sekali suruhan nya dan sekarang mereka sedang pergi ke lokasi yang dulu pernah di datangi oleh kita selama di berada di Bandung."
Bella seperti ingin pingsan mendengar nya, dia merasa yang akan menjebloskan dia ke penjara bukan karena kasus Sesilia tapi melainkan kasus Annabella.
"Laku kita harus bagaimana,? aku sangat takut sekali mendengar nya. Apalagi aku mengetahui jika Annabella sangat pandai sekali melukis dan Bagaimana jika Annabella melukis wajah Kelvin dan dia berikan kepada polisi."
Tangan Bella pun bergetar hebat dia tidak tahu harus bagaimana lagi.
"Bella aku yang melakukan semua nya, kamu hanya saksi dan mungkin juga bisa menjadi tersangka. Sudahlah jangan terlalu di pikirkan aku pun tidak akan diam saja kita hadapi bersama-sama."
Ucapan Ardika sedikit membuat perasaan Bella tenang dia merasa sangat bahagia sekali ketika Ardika yang sangat bertanggung jawab terhadap nya dan tidak meninggalkan nya.
"Aku ingin segera menikah dengan mu, aku akan segera berpisah dengan Reymon. Aku tidak peduli walaupun aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan dari harta kekayaan Reymon. Karena aku sekarang ingin hidup bahagia bersama dengan mu."
Ardika memandangi wajah Bella yang begitu sangat tulus sekali mengatakan hal tersebut kepada nya, Ardika tidak menyangka jika Bella rela meninggalkan Reymon. Sedangkan Reymon sudah seperti mesin ATM Bella.
"Kau ingin hidup bersama kuu,? kau tidak akan seperti ratu lagi. Kau akan hidup penuh dengan perjuangan lebih baik kamu jangan berpisah dengan Reymon karena dia yang bisa membuat hidup mu berkecukupan."
Bella menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tidak, aku sekarang ingin hidup bahagia karena cinta. Bukan karena harta kekayaan karena sejak awal aku tidak mempunyai perasaan sedikit kepada Reymon."
Ardika merasakan ucapan Bella yang sangat bersungguh-sungguh sekali.
__ADS_1