
Reymon membuka pintu ruangan tersebut dan Bella pun masuk menutup rapat pintu.
"Jackson ingin berpisah dengan Jessica, dia sekarang sedang menguruskan berkas-berkas nya."
Seketika Bella merasa sesak ketika mendengar hal tersebut.
"Jackson ingin berpisah dengan Jessica,? itu tidak mungkin Mas. Jackson dan Jessica menikah pun baru satu bulan lebih tidak mungkin mereka berdua harus berpisah."
Bella masih tidak percaya dengan perkataan suami nya tersebut.
"Itu adalah keinginan Jackson, Jackson bilang pernikahan nya dengan Jessica tidak akan pernah bahagia."
Mata Bella berkaca-kaca sambil mengingat Jessica.
"Apakah Jessica, sudah tahu dengan keinginan Jackson. Bagaimana perasaan Jessica ketika dia harus menjadi janda di usia yang masih muda."
Bella pun menangis di pelukan suaminya.
"Aku tahu kamu begitu sangat sayang sekali dengan Jessica, kamu anggap Jessica seperti anak kamu sendiri tapi ini sudah keputusan Jackson."
Bella merasa sangat tidak adil dengan apa yang terjadi dengan rumah tangga Jessica.
"Bagaimana aku menyampaikan nya kepada Jessica,? bagaimana kalau dia sampai despresi. Jessica yang begitu sangat cinta kepada Jackson."
Reymon mencoba untuk menenangkan perasaan Bella.
"Kita bicarakan secara perlahan kepada Jessica, semoga saja Jessica mau menerima kenyataan ini."
__ADS_1
Bella terus saja menangis di pelukan Reymon.
Dan Jessica pun mulai untuk berpamitan dengan Ibu nya.
"Buu, aku pulang yaa Buu."
Jessica bersalaman dengan Elsha tapi Elsha melihat langkah kaki Jessica yang seperti melayang penuh dengan beban kehidupan.
"Hati-hati yaa sayaaaaang."
Mendengar suara ibu nya, Jessica hanya melambaikan tangan nya.
"Semoga kamu selalu bahagia sayaaaaang."
Ucap Elsha yang begitu sangat tulus sekali dari hati nya.
"Aku sangat menghawatirkan sekali kondisi Jackson tapi Jackson tidak mau bertemu dengan kuu."
Jessica pun memilih untuk pulang ke rumah dari pada ke Rumah Sakit.
Di perjalanan tiba-tiba saja dada Jessica sangat sesak sekali seperti dia kesulitan untuk bernafas.
"Hmmmmm, kenapa dengan dada ku ini mendadak menjadi sesak sekali."
Jessica pun memilih untuk minum air mineral dan dia mencoba untuk menenangkan pikiran nya.
Jessica yang merasa sangat lelah sekali dia pun sampai ketiduran di dalam mobil.
__ADS_1
Sampai akhirnya Jessica sampai di depan rumah Jackson.
Jessica terbangun karena di bangunkan oleh supir pribadi nya.
Jessica pun keluar dari mobil nya, dia berjalan menuju ke kamar nya. Tapi Jessica seperti mendengar suara tangisan.
"Seperti suara tangisan perempuan, berasal dari ruangan keluarga."
Jessica pun menghampiri ruangan tersebut karena suara tangisan yang semakin kencang.
Jessica berpikir jika Ibu nya sedang ribut dengan Papa Reymon.
"Sebaiknya aku buka pintu ini, aku sangat takut sekali Ibu mengalami KDRT oleh Papa Reymon."
Jessica pun langsung membuka pintu tersebut dan melihat ibu nya yang menagis di pelukan Papa Reymon.
Bella pun langsung berlari menuju Jessica dan memeluk nya.
"Sayaaaaang kamu harus kuat yaa kamu juga harus sabar, kehidupan mu masih panjang sekali yaa. Kamu juga masih muda masa depan kamu sangat cerah sekali."
Jessica tidak mengerti maksud dari perkataan Ibu nya.
"Maksud nya apa,? aku tidak mengerti. Apakah terjadi sesuatu dengan Jackson?."
Reymon merasa sangat tidak tega sekali untuk mengatakan semuanya kepada Jessica.
Reymon memegang tangan Jessica dan mencium nya.
__ADS_1