
Untuk pertama kalinya Elsha meluapkan emosi nya di hadapan Annabella.
"Annabella, bisa kamu tidak seperti terus. Jackson adalah mantan suami kamu dia yang kamu anggap selama ini baik itu Jackson di masalalu bukan Lucas penjual bunga itu. Bisakah kamu tidak seperti dan selalu saja seperti ini. Kamu bilang Jackson jahat dan kamu juga bilang jika Ayah kandung kamu sendiri juga jahat sampai kapan kamu seperti Annabella sampai kapan."
Elsha merasa sangat lelah sekali dia seakan membiarkan Annabella begitu saja, bahkan Annabella pun turun dari mobil belakang.
Annabella melihat ibu nya yang seperti mengabaikan nya begitu saja.
Annabella pun memilih untuk masuk ke dalam kamar nya dengan membawa obat dari Rumah Sakit.
"Seperti nya ibu sudah sangat lelah sekali dengan sikap ku ini, seperti nya ibu sudah tidak mau lagi untuk mengurus ku lagi."
Annabella menutup rapat pintu kamar nya, dia pun membaringkan tubuhnya di atas kasur.
"Demam ku seperti nya sudah turun, tubuh ku sudah berkeringat seperti nya aku hanya butuh waktu untuk beristirahat saja."
Annabella memilih untuk melemparkan obat nya itu dia mencoba untuk memenangkan pikiran nya.
Annabella terus saja memikirkan Jackson, bayang-bayang kebersamaan dirinya bersama dengan Jackson.
"Kenapa aku terus saja memikirkan lelaki itu yaa, dan kenapa bayangan nya selalu terus saja menghantui ku saat ini."
Annabella pun memilih untuk duduk dia berjalan menuju ke meja yang biasa dia melukis.
"Apakah aku bisa melukis lelaki yang aku benci itu, tapi bukan dia tapi Kelvin. Ya Kelvin dia yang membuat aku seperti ini dan lukisan ini akan aku berikan kepada Jackson."
Annabella mulai melukis wajah Kelvin dia pun memejamkan mata nya terlebih dahulu, dengan tangan yang bergetar Annabella mencoba untuk melukis wajah Kelvin.
Annabella melawan rasa takut nya dia terus saja melukis wajah Kelvin, walaupun dia sampai berkeringat dingin.
Tapi Annabella ingin bisa menyelesaikan lukisan nya itu, dan sampai akhirnya pensil itu pun patah dan Annabella mengakhiri lukisan nya.
Annabella memandangi hasil lukisan yang sangat mirip dengan wajah Kelvin, tapi Annabella lebih memilih untuk menyimpan hasil lukisan nya tersebut di laci meja nya.
"Sudah, lebih baik aku simpan saja lukisan tersebut dan jangan sampai ada seorang yang melihat nya. Karena lukisan ini sangat menakutkan sekali."
Annabella menyimpan lukisan tersebut di laci meja nya, dan dia pun langsung pergi ke tempat tidur dan menarik selimut tebal nya.
"Untuk apa aku sampai harus pergi ke Rumah Sakit, sedangkan sekarang aku sudah sembuh total tanpa meminum obat tersebut."
Annabella terus saja menarik selimut nya sampai menutupi wajah nya.
Ketika Annabella yang sudah tertidur pulas, Elsha terus saja memikirkan Annabella. Dia merasa sikap nya yang keterlaluan sekali dengan Annabella.
"Annabella sedang sakit, kenapa aku melakukan hal tersebut kepada nya. Annabella dia butuh aku karena tidak ada lagi yang bisa membuat nya nyaman selain aku, Annabella maafkan ibu mu sayaaaaang."
Elsha memilih untuk pergi ke kamar Annabella, dia membuka pintu kamar Annabella dengan sangat perlahan sekali.
Elsha melihat Annabella yang sedang tertidur pulas dengan selimut yang menutupi wajah nya.
Elsha pun membuka selimut nya dan mencium kening Annabella.
"Maafkan ibu sayaaaaang, bukan maksud ibu mengabaikan mu sayaaaaang."
Elsha memegang bagian tubuh Annabella yang terasa tidak panas seperti sebelumnya.
"Dia sudah tidak demam lagi sekarang."
__ADS_1
Elsha melihat bungkus obat yang seperti terlempar di lantai. Dan Elsha pun mengambil bungkusan obat tersebut terlihat sekali belum ada obat yang Annabella minum.
"Annabella belum meminum satu pun obat nya, seperti dia sangat marah sekali kepada ku."
Elsha pun memilih untuk menyimpan obat tersebut di meja yang sering di pakai Annabella melukis.
Elsha melihat pensil yang sering di pakai oleh Annabella.
"Pensil ini sampai patah, itu tandanya Annabella sebelum nya sedang melukis. Dia melukis apa yaa,? kenapa tidak ada hasil dari lukisan nya yaa."
Elsha merasa sangat penasaran sekali tapi dia melihat hanya tumpukan kertas-kertas putih yang masih bersih.
"Tidak ada apa-apa yaa, lebih baik besok saja aku tanyakan kepada Annabella."
Elsha pun memilih untuk pergi dari kamar Annabella dia kembali pergi ke dalam kamar nya.
Elsha merasa sangat merindukan sekali suami nya, dia yang selalu saja merasakan kesendirian di saat sedang tidur.
"Sampai kapan Annabella hanya nyaman di dekat Lucas saja, dan bagaimana dengan Ayah nya yang begitu sangat merindukan nya."
Elsha merasa jika Annabella tidak perlu lagi psikiater lagi karena hanya dengan Lucas dia bisa sembuh seperti dulu.
"Besok aku akan mentransferkan uang 50 juta itu, agar Lucas bisa mengatur waktu bersama dengan Annabella yang tidak hanya di hari minggu saja karena uang tersebut sangat besar sekali."
Elsha mengirimkan uang tersebut tanpa sepengetahuan suami nya, karena Elsha yang sangat ingin sekali Annabella kembali sembuh seperti dulu dan dia rela melakukan apapun.
"Semenjak kejadian pelecehan terhadap Annabella, Bella seakan menghilang begitu saja tanpa alasan yang jelas dan juga ingin berpisah dengan suami nya. Aku melihat jika Bella seperti sedang menyembunyikan sesuatu yang besar sekali dan aku pun berpikir negatif terhadap nya jika Bella terlibat dalam kasus pelecehan Annabella."
Elsha pun memilih untuk mengistirahatkan tubuh nya, mencoba memejamkan mata nya walaupun dia yang sedang memikirkan sesuatu.
~ Keesokan harinya ~
Annabella terbangun dari tidur nya, dan dia pun masih memikirkan sikap ibu Elsha kepada nya.
"Seperti nya Ibu Elsha sudah tidak mau mengurus ku lagi, dan seperti nya Ibu Elsha yang tidak lagi bisa sabar dengan sikap ku."
Annabella pun memilih untuk mencari Handphone nya, karena dia yang tidak pernah di berikan handphone semenjak despresi nya yang tidak sampai bisa mengendalikan emosi nya.
"Aku harus meminta handphone ku, aku akan pergi dari rumah ini dan aku akan memilih untuk tinggal bersama dengan Ibu Bella saja. Walaupun dia jahat tapi dia tetap ibu kandung ku dia pasti sabar dengan sikap ku yang sekarang."
Annabella merasa sangat sakti hati sekali dengan sikap dan perkataan Elsha kepada Annabella di dalam mobil setelah Annabella pulang dari rumah sakit.
"Lebih baik aku pergi dari rumah ini, itu memang yang terbaik untuk ku."
Annabella bersiap untuk mandi dan memasukkan pakaian nya ke dalam koper nya.
Ketika Annabella yang berniat untuk pergi dari rumah nya, Elsha menyiapkan sesuatu untuk Annabella atas permintaan maaf nya terhadap Annabella.
Annabella pun keluar dari kamar nya dengan membawa koper di tangan nya.
Annabella menghampiri Elsha dan Elsha pun begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Annabella dengan koper di tangan nya.
"Aku minta handphone ku di mana,? berikan sekarang juga handphone ku untuk aku."
Elsha pun tidak percaya dengan perkataan Annabella yang tidak seperti biasa nya.
"Annabella, kamu mau pergi ke mana,? kenapa kamu sampai membawa koper segala dan untuk apa kamu menanyakan handphone segala."
__ADS_1
Annabella pun terlihat sangat emosional sekali.
"Kembali kan handphone ku, aku ingin menghubungi Ibu kandung ku. Aku ingin meminta Ibu Bella untuk datang menjemput kuu sekarang juga."
Air mata Elsha jatuh begitu saja ketika mendengar perkataan Annabelle.
"Annabella kamu akan pergi meninggalkan rumah ini,? tapi kondisi kamu yang belum seperti dulu sayaaaaang. Kamu butuh terapi sayaaaaang."
Elsha seperti memohon kepada Annabella agar dia tidak pergi dari rumah nya.
"Berikan handphone ku sekarang juga cepet-cepet berikan kepada ku."
Elsha akhirnya mengikuti apa yang di inginkan oleh Annabella.
Elsha dengan terpaksa dia memberikan Handphone milik Annabella.
"Terimakasih banyak yaa, aku pergi ke luar dulu."
Annabella keluar dari rumah nya dia pun mulai kembali memegang handphone nya.
Dan mencari nama kontrak Ibu nya.
Bella yang sedang bersama dengan Ardika begitu sangat terkejut sekali ketika ada panggilan telephone dari Annabella.
"Ardika, bagaimana ini. Annabella menelephone ku dan apakah dia akan bilang jika dia akan melaporkan kita berdua ke kantor polisi."
Bella begitu sangat panik sekali tangan nya pun langsung bergetar saat memegang handphonenya nya.
"Jawab saja panggilan telephone nya, jangan berpikiran negatif terlebih dahulu."
Bella pun menghelakan nafas panjang nya dan dia mengikuti apa yang di katakan oleh Ardika.
*Hmmm, Hallo sayaaaaang. Ada apa Nak kamu menelephone ibu se pagi ini.*
*Bu, bisakah ibu menjemput ku sekarang juga aku ingin bersama dengan ibu. Aku tidak mau tinggal di sini.*
*Annabella, apakah kamu serius dengan perkataan mu ini. Kamu ingin ibu menjemput kamu dan kamu akan tinggal bersama dengan ibu.*
*Yaa, pokoknya aku tunggu ya di depan gerbang.*
Annabella memilih untuk mengakhiri panggilan telephone nya, dan Elsha pun menangis ketika mendengar perkataan Annabella dengan Bella.
"Annabella akan pergi meninggalkan ku, dia tidak mau lagi bersama dengan ku. Seperti nya Annabella yang merasa sangat sakti ketika mendengar perkataan ku tadi malam."
Annabella pun langsung berjalan menuju ke gerbang rumah nya, dia duduk menunggu kedatangan ibu nya
Elsha tidak kuasa menahan air mata nya, dia merasa sangat bersalah sekali dengan apa yang sudah dia katakan kepada Annabella.
"Bagaimana ini, ini adalah kesalahan ku. Aku yang bersalah maafkan aku Mas Rendy dia pasti sangat marah sekali kepada ku."
Elsha tidak tahu apa yang harus dia katakan kepada suami nya dengan Annabella yang pergi dari rumah nya.
Elsha terus saja menangis sambil memandangi Annabella yang sedang menunggu kedatangan Bella yang akan menjemput nya.
"Aku tau, aku hanya ibu sambung saja. Dan Annabella itu adalah anak kandung dari Bella dia pasti pantas untuk lebih memilih Bella dari pada aku yang bukan siapa-siapa."
Elsha merasa sangat menyesal sekali dengan perkataan nya semalam.
__ADS_1