Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode (236)


__ADS_3

Annabella meneteskan air mata nya, dia sampai menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya.


Robby merasa kasihan kepada Annabella jika harus melihat kenyataan yang ada tapi ini memang yang terbaik untuk Annabella agar dia mengetahui sikap ibu nya yang sebenarnya.


"Nona Annabella baik-baik saja kan,? Nona Annabella akan pergi saja."


Annabella menggelengkan kepalanya berkali-kali.


"Tidak, aku ingin mengetahui semuanya."


Annabella menghapus air mata nya dan Annabella seperti melihat seorang yang turun dari mobil.


"Lihatlah itu, lelaki yang memakai Jas hitam dan payung hitam. Seperti orang yang memberikan bucket bunga mawar merah berisikan cacing-cacing kecil."


Robby pun langsung memperhatikan orang tersebut dan mencoba untuk menghubungi Jackson.


*Hallo Tuan Jackson, orang yang di curigai itu seperti nya mulai untuk mendatangi Apartemen milik Bu Bella.*


*Baiklah Robby, aku sekarang menuju ke sana.*


"Kenapa kamu menghubungi Jackson,? kenapa harus ada Jackson. Dia jelas-jelas sangat membenci ibu ku."


Annabella terlihat sangat emosional sekali ketika Robby menghubungi Jackson.

__ADS_1


"Maafkan saya Nona Annabella, tapi Tuan Jackson dan Bapak Reymon juga ingin mengetahui kebenaran tentang kisah masa lalu Bu Bella terhadap Bu Sesilia istri Bapak Reymon."


Robby pun sudah mulai sangat kesulitan untuk menutupi apa yang sudah di perbuat oleh Bella.


"Permasalahan apa yang di lakukan oleh ibu ku dengan Mama Jackson,? bukan kah mereka berdua itu berteman baik."


Robby pun semakin tidak bisa menjelaskan semuanya kepada Annabella.


"Nona Annabella kita lihat saja yaa, apa yang terjadi sebenarnya. Karena kita yang belum mempunyai bukti yang kuat."


Annabella dan Robby masih berada di dalam mobil.


"Apakah kita akan diam di sini sampai Jackson datang menghampiri kita,? ini hanya membuang-buang waktu kita saja."


"Aku rasa ibu pasti baik-baik saja, karena ada kekasih nya di Apartemen itu. Dan aku berharap mereka berdua berhasil menangkap lelaki misterius tersebut."


Robby keluar menghampiri Annabella, Annabella yang masih mengikuti apa yang di katakan oleh Robby.


"Nona Annabella, lebih baik kita di dalam mobil saja. Saya hawatir jika lelaki tersebut tiba-tiba langsung melukai Nona Annabella."


Annabella terdiam dengan tatapan tajam nya, dia mengabaikan ucapan Robby.


Robby pun merasa sangat panik sekali dia seperti harus melindungi Annabella.

__ADS_1


Ketika Annabella dan Robby yang menunggu kedatangan lelaki misterius tersebut.


Lelaki misterius tersebut berjalan menuju ke kamar tujuan nya, pisau lipat yang ada di tangan nya.


Dia juga berniat untuk menghabisi nyawa Bella atau pun Ardika yang ada di dalam Apartemen tersebut.


"Aku tidak akan pernah menyakiti Annabella, karena Annabella adalah wanita yang impikan oleh Kelvin. Aku membalaskan dendam mu Kelvin."


Lelaki misterius tersebut membuka pintu Apartemen dan Bella begitu sangat terkejut sekali ketika pintu tersebut yang tiba-tiba saja terbuka pelan.


Seketika Bella pun langsung berlari menghampiri pintu tersebut dan berteriak-teriak.


"Annabella sayaaaaang, Annabella."


Bella membuka lebar pintu tersebut tapi tidak siapa pun dan ternyata lelaki misterius tersebut bersembunyi di balik pintu.


"Tidak ada siapapun yang datang, bagaimana mungkin pintu ini bisa terbuka begitu saja. Sedangkan hanya Annabella yang memegang kunci nya."


Bella pun langsung merasa sangat ketakutan sekali dia memilih untuk masuk kembali ke dalam Apartemen nya dan menutup rapat pintu tersebut.


Bella berlari menghampiri Ardika yang sedang tertidur pulas dia langsung membangunkan nya.


"Ardika bangunlah, seperti ada yang sangat mencurigai sekarang. Seperti nya lelaki misterius itu ada di depan Apartemen kita."

__ADS_1


Ardika pun langsung terbangun dari tidurnya dan dia menuju ke depan pintu Apartemen.


__ADS_2