
Rendy masuk ke dalam kamar nya dan dia melihat Elsha yang sedang duduk di atas kasur.
Rendy pun sudah di sebelah Elsha dan memegang tangan istrinya tersebut.
"Terimakasih untuk bisa sabar menemani aku dengan Jessica Annabella, kamu tidak pergi dari kehidupan kami berdua."
Elsha tidak menyangka jika suami lebih memilih untuk meminta maaf bukan marah kepada nya.
"Maafkan atas sikap Annabella, aku tahu salah besar ketika aku yang merasa sangat kasihan sekali dengan Annabella yang merindukan kehadiran ibu nya yang ingin melindungi ibu nya."
Rendy mencium tangan Elsha dia begitu sangat beruntung sekali bisa memiliki istri seperti dirinya.
"Yasudah, ini sudah malam lebih baik kita istirahat karena hari esok akan lebih menarik."
Elsha bersiap-siap untuk beristirahat sedangkan Rendy masih memikirkan perasaan Annabella.
Annabella yang merasa sangat hawatir sekali dengan ibu nya dia langsung menelephone ibu nya.
"Ibu harus menjawab panggilan telephone dari ku, dia harus menjawab nya."
Bella yang sedang bersama dengan Ardika dia merasa sangat terkejut sekali ketika Annabella menghubungi nya.
"Annabella menelephone ku, bagaimana ini seperti nya sangat penting sekali."
Bella bertanya kepada Ardika yang ada di samping nya.
"Jawaban saja mungkin dia ingin bertemu dengan mu."
Bella pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
*Annabella sayaaaaang ada apa Nak*
*Bu, sudah lihat berita di televisi*
*Berita tentang apa sayaaaaang, ibu tidak tahu*
*Korban yang ibu tusuk dia sudah meninggal dunia dan polisi menetapkan kekasih ibu juga sebagai tersangka. Menurut aku lebih baik sekarang ibu pergi ke tempat yang lebih aman lagi*
Bella memberikan Handphone nya kepada Ardika dan Ardika memilih untuk mengakhiri panggilan telephone nya.
"Ada apa Bella, kenapa kamu seperti ini? apa yang di katakan oleh Annabella."
Bella mencoba untuk menceritakan semuanya kepada Ardika.
__ADS_1
"Joshua tewas dan sekarang polisi menetapkan kamu menjadi tersangka selanjutnya nya dan Annabella meminta untuk kita berdua pergi jauh dari sini."
Ardika sudah mengetahui jika akhirnya akan seperti ini.
"Kita akan tetap bersama di sini, kita tidak usah pergi kita hadapi bersama-sama."
Ardika menjawab dengan santai sekali dan dia pun memilih untuk pergi dari rumah nya.
"Kenapa Ardika begitu sangat santai sekali, apakah dia sudah merasa pasrah dengan keadaan ini."
Bella tidak mau jika akhirnya dia harus menyerahkan diri dan berakhir di kantor polisi.
"Aku harus menghubungi kembali Annabella, dia harus bisa membantu aku."
Tapi Bella memilih untuk mengirimkan pesan saja karena dia takut ketahuan Elsha dan Rendy.
*Annabella tolong ibu Nak, tolong ibu. Ibu tidak mau jika harus masuk ke penjara sayang*
Annabella yang sedang duduk dia langsung membaca pesan dari ibu nya.
"Aku mencoba untuk membantu ibu, tapi aku merasa jika Jackson yang sudah tidak peka terhadap aku. Bagaimana cara nya supaya aku bisa dekat kembali dengan Jackson sampai Jackson mau menikah dengan ku kembali."
Annabella binggung harus membalas apa pesan dari ibu nya.
*Ya sayang kamu memang harus mendekati kembali Jackson, karena hanya dia yang bisa membantu Ibu*
*Iya Bu aku coba yaa, sekarang lebih baik ibu istrirahat saja*
Annabella menyimpan Handphone nya, dia memikirkan apa yang harus dia lakukan kepada Jackson.
"Mungkin kah aku harus lebih liar terhadap Jackson, agar dia bisa lebih mau menerima kehadiran ku di dalam hati nya."
Annabella memikirkan hal-hal yang tidak masuk akal untuk bisa di lakukan dengan Jackson.
"Aku harus mengirimkan pesan kepada Jackson, besok dia harus menjemput ku."
Annabella memiliki rencana selanjutnya yang akan dia lakukan.
*Jackson besok aku ingin di jemput oleh kamu yaa, kamu antarkan aku untuk bekerja*
"Annabella sudah semalam ini dia belum juga tidur, apakah dia sudah melihat berita di televisi tentang Ardika."
Jackson yang berada di dalam kamar nya dia pun memilih untuk tidak membalas pesan dari Annabella.
__ADS_1
"Lebih baik aku tidak membalas pesan dari Annabella, sebelum kasus ini selesai lebih baik aku tidak terlalu dekat dengan Annabella. Karena aku yang tidak Annabella yang hanya memanfaatkan aku saja."
Jackson pun menyimpan handphone nya dia ingin beristirahat.
Annabella yang menunggu balasan pesan dari Jackson dia buat sangat kesal sekali.
"Jackson kenapa dia tidak membalas pesan dari ku yaa, apa dia benar-benar sudah tidak mempunyai perasaan terhadap ku."
Annabella mengambil kembali handphone dia mencoba untuk mengirimkan pesan kembali kepada Jackson.
*Jackson, kenapa kamu tidak mau membalas pesan dari ku. Apakah kamu sekarang sudah mempunyai wanita lain di hati kam sekarang*
"Lihat saja jika sampai pesan ini tidak di balas juga nanti pagi aku akan datang langsung ke rumah nya, aku memang harus sedikit agresif terhadap Jackson."
Jackson mengambil handphone nya, dia membaca pesan ke dua dari Annabella.
"Astaga Annabella, kenapa dia sampai mengirim pesan seperti ini kepada ku dia jadi overprotektif seperti ini."
Jackson pun terpaksa membalas pesan dari Annabella.
*Iya Annabella besok aku jemput kamu ya, sudah yaa jangan mengirimkan pesan lagi yaa karena aku besok hari bangun pagi-pagi udah berkerja*
Jackson pun memilih untuk menonaktifkan handphone nya agar dia bisa tidur nyenyak.
"Datar sekali balasan pesan dari Jackson, dia benar-benar sudah tidak ingin lagi bersama dengan ku. Dia sudah tidak mempunyai perasaan terhadap ku karena kasus ini."
Annabella berpikir keras apa yang harus dia lakukan kepada Jackson, agar Jackson bisa kembali bersama dengan nya.
"Berpikiran Annabella kamu harus bisa membuat Jackson jatuh cinta dengan kamu, kamu harus bisa membuat Jackson yang mau mengikuti apa yang di katakan oleh kamu. Agar kamu bisa menyelamatkan ibu mu."
Annabella membaringkan tubuhnya di atas kasur dia membayangkan jika dia bisa bersama kembali dengan Jackson.
"Aku menikah dengan Jackson, aku membuat Jackson yang mau membantu aku untuk meringankan kasus Ibu dia pasti mau melakukan nya. Apalagi jika sampai aku bisa hamil mereka akan mengikuti apa yang aku inginkan karena mereka yang menginginkan keturunan untuk perusahaan nya."
Annabella pun mematikan lampu kamar nya, dia menarik selimut nya dan mulai membuat mimpi indah di malam hari.
Ketika Annabella yang sudah tertidur pulas, Elsha berada di depan pintu kamar Annabella.
Elsha memastikan jika Annabella yang sudah tidur atau tidak.
Elsha mencoba untuk membuka pintu kamar Annabella yang ternyata terkunci rapat.
Elsha pun memilih untuk kembali ke dalam kamar nya.
__ADS_1