Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode (200)


__ADS_3

Bella memeluk erat tubuh Annabella dia begitu sangat merasakan kehangatan bersama dengan dengan Putri satu-satunya.


"Annabella berjanji kepada ibu, jangan pernah meninggalkan ibu yaa. Karena ibu yang tidak mempunyai siapa pun di samping ibu."


Annabella melepaskan pelukan erat dari ibu nya.


"Aku akan ada sampai ibu, aku akan selalu mendukung ibu. Dan mereka sekarang ibu sedang merasa sangat tertekan sekali, aku merasa ibu sekarang sedang banyak permasalahan dalam hidup ibu. Walaupun pun mungkin ibu yang belum bisa menceritakan semuanya kepada ibu."


Bella merasa sangat sedih sekali karena dia yang memang tidak bisa menceritakan semuanya kepada Annabella.


Bella juga tidak tahu bagaimana ekspresi wajah Annabella ketika dia mengetahui jika ibu nya yang membuat Mama Jackson meninggal dunia.


"Iya sayang, ibu memang sekarang mendapatkan banyak permasalahan. Tapi ibu yakin sekali ibu bisa mengatasi nya sayaang, ibu pasti bisa."


Bella memegang erat tangan Annabella dan Annabella juga seperti menguatkan ibu nya.


"Baiklah Bu, sekarang lebih baik kita mempersiapkan untuk besok perceraian ibu dan Om Reymon. Ibu harus bisa menjaga kesehatan ibu yaa jangan sampai sakit ya Buu."

__ADS_1


Handphone Bella berdering kencang dan dia melihat itu adalah panggilan telephone dari Ardika.


Bella tidak mungkin menerima panggilan telephone dari Ardika di hadapan Annabella.


"Annabella sayang, ibu mau menerima panggilan telephone dari teman ibu dulu yaa. Kamu tidak apa-apa kan menunggu sebentar saja di sini."


Annabella menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan Bella pun langsung pergi meninggalkan Annabella.


Bella mencari tempat yang aman agar dirinya bisa bebas menjawab panggilan telephone dari Ardika.


"Jangan sampai ada yang mendengar pembicaraan ku dengan Ardika, seperti nya tempat ini sangat aman."


*Hallo Bella, bagaimana dengan kondisi mu sekarang.*.


*Kondisi ku sangat berantakan sekali, aku belum bisa menemukan kertas teror misterius itu yang tiba-tiba saja menghilang dan sekarang aku belum juga bisa menemukan nya juga dan aku sangat yakin sekali jika tulisan itu dari darah bukan tinta merah.*


*Siapa yang melakukan ini semua kepada mu, apakah Robby dan Jackson yang melakukan ini semua nya.*

__ADS_1


*Aku sempat berpikir begitu tapi tidak mungkin, aku pun sempat mencurigai Robby. Tapi untuk apa mereka melakukan itu semua sedang mereka tidak tahu tentang permasalahan kita dengan Kelvin.*


Ardika terdiam dia mulai memikirkan tentang Kelvin.


*Apakah mungkin Kelvin masih hidup,? tapi aku rasa itu tidak mungkin pernah terjadi karena aku yang melakukan dengan sangat kasar sehingga tidak mungkin Kelvin bisa hidup kembali.*


*Bukan hanya itu saja, di saat aku yang sedang sibuk mencari keras putih tersebut dan tiba-tiba saja ada seorang lelaki yang memberikan ku payung hitam dan itu sangat membuat aku ketakutan sekali.*


*Yasudah Bella, aku tidak akan pernah diam. Aku akan mencari tahu semua ini kamu sekarang bersabar saja.*


*Baiklah Ardika, aku menginginkan kamu selalu ada untuk ku. Sekarang hidup ku hanya bersama dengan Annabella saja besok aku akan menjalani sidang perceraian ku dengan Reymon.*


*Yasudah kamu hati-hati yaa, nanti aku akan menemui mu.*


Ardika memilih untuk mengakhiri panggilan telephone dengan Bella.


"Apa mungkin Kelvin yang masih hidup, jika dia masih hidup tidak mungkin dia yang melakukan ini semua nya."

__ADS_1


Ardika mulai mencari informasi tentang Kelvin.


__ADS_2