Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode #267#


__ADS_3

Bella terus saja memegang Handphone perasaan yang tiba-tiba merasa sangat tidak nyaman sekali.


Ardika terus saja memandangi wajah kekasih nya tersebut.


"Bella, apakah kamu baik-baik saja?. Kenapa wajah mu yang pucat dan seperti hawatir sekali. Apakah kamu sedang merindukan Annabella."


Bella pun langsung menghampiri kekasih nya.


"Apakah sudah ada berita tentang korban tersebut, apakah dia selamat atau tidak."


Ardika pun mencoba untuk menghubungi anak buah nya yang selalu berada di depan Rumah Sakit untuk mengawasi korban tersebut.


*Riko bagaimana dengan kondisi di sana,? apakah kamu mempunyai informasi.*


*Ardika, apakah kamu tidak melihat acara televisi. Maksud ku berita di televisi.*


*Tidak memang apa berita apa."


*Polisi sudah menetapkan Bella sebagai tersangka kasus pembunuhan di Apartemen nya. Dan yang paling menghebohkan lagi saksi pembunuhan tersebut itu adalah Jessica Annabella anak kandung nya sendiri.*


Ardika seketika langsung terkejut ketika ketika mengetahui kabar tersebut.

__ADS_1


Ardika memilih untuk mengakhiri panggilan telephone dan menatap wajah Bella.


Ardika tidak bisa membayangkan berapa sakit nya hati Bella ketika dia mengetahui ini semua.


Ardika langsung memeluk erat tubuh Bella, dan itu membuat Bella merasa kebingungan sekali dengan pelukan tersebut.


"Ada apa ini Ardika,? apa yang mereka bicarakan dengan kamu."


Ardika mencium kening Bella dan memegang wajah nya dengan kedua tangan nya.


"Berita hari mengatakan jika kamu menjadi tersangka kasus pembunuhan ini, dan mereka memiliki seorang saksi dan saksi nya itu adalah Jessica Annabella anak kesayangan mu Bella."


Bella mendorong tubuh Ardika dia merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Bella menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil berteriak-teriak kencang.


Ardika mencoba untuk menenangkan perasaan Bella.


"Bella kamu harus tenang yaa, Annabella pasti mengerti kenapa kamu melakukan ini semua nya. Karena lelaki itu sangat berbahaya sekali sehingga kamu terpaksa harus melakukan ini semua."


Bella terus saja menangis histeris di hadapan Ardika.

__ADS_1


"Annabella pasti dia akan membenciku, aku kehilangan anak ku sekarang. Aku sudah tidak mempunyai siapa pun sekarang."


Bella yang tidak pernah dia langsung mengambil handphone nya dan mencari tahu tentang berita tersebut secara langsung.


"Ardika, sekarang polisi pasti akan mencari ku. Aku harus bagaimana sekarang aku tidak mau di penjara aku tidak mau."


Bella terus saja menagis di hadapan Ardika.


"Bella kamu harus tenang sekarang, kita pasti tidak akan di temukan kita aman tinggal di sini. Mereka tidak mungkin bisa menemukan keberadaan kita berdua dengan mudah."


Ardika mencoba untuk memeluk kembali Bella.


"Kamu tenang yaa coba Kamu lihat di sekeliling kita yang penuh dengan pepohonan, kita pasti akan aman di sini percaya yaa."


Ardika mengelus rambut panjang Bella.


"Lalu bagaimana dengan Annabella,? apakah dia bisa memanfaatkan apa yang sudah ibu nya lakukan sekarang dan apakah Annabella masih mau memanggil ku dengan sebutan ibu."


Ardika menghapus air mata Bella yang terus-menerus mengalir di kedua pipinya.


"Bella, Annabella akan tetap memanggil nama Bu dengan sebutan Ibu. Dia pasti akan memaafkan Bu, hati Annabella begitu sangat lembut sekali dia pasti akan menerima kenyataan ini."

__ADS_1


Bella berharap besar sekali Annabella bisa memaafkan nya.


__ADS_2