
Elsha pun masuk ke dalam mobil nya dan menyalakan mesin mobil nya.
"Seperti nya lebih baik aku pulang ke Restoran saja tidak langsung ke rumah, aku merasa perasaan ku tidak nyaman sekali setelah kejadian itu."
Elsha pun memilih untuk menuju ke Restoran nya, dia merasa tidak ada yang mengikuti nya dan akhirnya sampai di depan Restoran dengan selamat.
Tapi ternyata tidak Ardika mengikuti mobil Elsha dari arah menuju ke rumah nya, ketika Elsha yang memilih untuk membelokkan mobilnya.
Ardika pun memakai kostum nya, dengan membawa dompet kosong milik Robby.
Ardika melihat Elsha yang sedang memarkirkan mobilnya, dan dia belum keluar dari mobil nya.
Ketika Elsha keluar dari mobil nya, Ardika semakin mendekati nya dan dia langsung melemparkan dompet tersebut ke arah Elsha.
Elsha pun langsung terkejut ketika ada yang melemparkan sesuatu ke arah punggung nya.
Elsha langsung membalikkan badannya dan melihat ada dompet hitam di bawah kakinya.
"Apakah dompet ini yang membuat aku terkejut sekali, siapa yang melemparkan nya dan dompet siapa ini."
Melihat Elsha yang sudah mau mengambil dompet tersebut, Ardika pun memilih untuk pergi.
__ADS_1
Elsha yang sangat penasaran sekali dia langsung membuka dompet tersebut, dia melihat identitas dompet tersebut.
"Robby, dompet ini milik Robby. Jadi tadi yang melemparkan dompet ini adalah Ardika."
Elsha memilih untuk kembali masuk ke dalam mobil nya, tangan begitu sangat bergetar sekali dia mengirimkan foto dompet tersebut kepada Jackson.
*Jackson, ini dompet Robby ada di tangan ibu*
Dan Jackson yang posisinya sedang bersama dengan Robby, dia langsung menanyakan tentang dompet tersebut.
"Robby coba kamu lihat, apakah ini adalah dompet milik muu?."
"Iya Tuan benar ini adalah dompet saya, kenapa bisa ada di tangan Ibu Elsha yaa."
Jackson sudah merasa ada sesuatu yang terjadi dengan Elsha.
*Benar Bu itu dompet milik Robby, bagaimana bisa ibu mendapatkan dompet tersebut*
*Ada seseorang yang melemparkan dompet tersebut ke punggung ibu, ketika ibu yang berada di parkiran Restoran Seafood. Dan ibu sangat yakin sekali jika yang melemparkan dompet itu adalah Ardika*
Jackson langsung menghelakan nafas panjang nya.
__ADS_1
*Bu, pokoknya ibu harus hati-hati yaa. Jangan sampai Ardika menyakiti ibu*
*Iya Jackson, sekarang ibu pun lebih memilih untuk diam di Restoran bukan di rumah*
*Yasudah yaa Bu, maaf saya akhiri panggilan telephone ini*
Jackson pun merasa sangat ketakutan sekali.
"Apakah korban selanjutnya adalah aku atau Papa, kita benar-benar harus bisa menjaga diri."
Jackson pun mengirimkan pesan kepada Papa nya.
*Pap, harus hati-hati dan jaga diri karena Ardika sekarang mungkin sedang mulai balas dendam*
Elsha yang mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan di dalam mobil dia tidak mau suaminya menjadi hawatir kepada nya.
"Mas Rendy tidak boleh tahu jika aku sekarang sedang dalam kondisi yang hawatir, aku harus bisa bersikap biasa saja karena jika Mas Rendy mengetahui nya dia pasti tidak akan memperbolehkan Annabella untuk berkerja."
Elsha keluar dari mobil nya, dia berjalan menuju ke dalam Restoran nya.
Elsha menebarkan senyuman manis kepada semua pegawai nya, sehingga membuat Rendy melihat wajah istri nya yang sangat cantik sekali.
__ADS_1