
Elsha segera pergi menuju ke rumah sakit, dia berpura-pura tidak mengetahui apa-apa.
"Aku harus bersikap seperti biasanya, jangan sampai aku terbawa emosional di sana."
Elsha pun masuk ke dalam mobil nya dan dia harus mengendarai mobil nya sendiri menuju ke rumah sakit.
Elsha terlihat sangat gugup sekali dia merasa akan melihat Annabella yang sangat menyedihkan sekali.
Elsha pun akhirnya sampai di rumah sakit, dia berjalan menuju ke dalam dan mencari keberadaan ruangan Annabella.
Elsha melihat suaminya dan juga Jackson dan Papa nya begitu juga Robby mereka berkumpul di depan ruangan Annabella.
Elsha pun menghampiri mereka semua dia tetap diam dengan apa yang sudah dia tahu dari Lucas.
"Kita berencana untuk membawa korban ke rumah sakit yang lain yang lebih bagus dari rumah sakit ini, karena keselamatan nya kita lindungi."
Ucap Jackson dengan sangat tegas sekali.
"Iya Jackson, kita juga harus bisa merahasiakan nya dari media massa. Karena jangan sampai mereka mengetahui jika korban yang masih bisa selamat."
__ADS_1
Elsha pun hanya bisa terdiam saja dia berjalan menuju ke ruangan Annabella.
Dia melihat wajah Annabella yang seperti kelelahan sekali, dia begitu sangat kasihan sekali melihat Annabella yang harus menanggung beban ini.
"Boleh kah, saya masuk ke dalam untuk bisa melihat Annabella. Saya sangat hawatir sekali dengan kondisi Annabella."
Robby membukakan pintu ruangan Annabella dan mempersilahkan Elsha untuk masuk ke dalam.
Elsha pun tersenyum manis kepada Robby dia pun melihat Annabella di hadapan nya.
Jackson menemani Elsha ketika masuk ke dalam ruangan tersebut.
Jackson pun merasa jika apa yang di katakan oleh Elsha itu benar, Annabella yang harus menanggung beban dari kesalahan ibu nya.
"Sebenarnya tidak harus mendengarkan pernyataan dari Annabella atau pun korban, kita sudah tahu siapa yang melakukan nya. Antara Bella atau Ardika tapi menurut ku Ardika yang melakukan nya."
Elsha memandangi wajah Jackson, Elsha terdiam ketika Jackson menyangka bahwa Ardika yang melakukan bukan Bella.
Elsha melihat Handphone Annabella, dan dia pun hendak mengambil handphone tersebut.
__ADS_1
"Simpan saja bu Handphone Annabella, karena sekarang Annabella tidak membutuhkan nya. Dia harus fokus dengan kondisi nya."
Elsha pun memasukkan handphone Annabella ke dalam tas nya.
"Seperti nya Annabella di berikan obat penenang, dia kelihatan sangat lelah sekali."
Elsha menghampiri Annabella dia mengusap rambut panjang nya.
"Kembali seperti dulu kala sayaaaaang, bicarakan semuanya yang kamu dengar yaa. Jangan pernah ada kebohongan sedikit pun yaa jangan pernah melindungi orang yang salah walaupun itu adalah ibu kandung mu sendiri."
Elsha mencium kening Annabella dan Jackson pun terdiam ketika mendengar perkataan dari Elsha.
Jackson memegang tangan Annabella dia memandangi wajah Annabella.
"Annabella, bangun lah. Jangan seperti ini kamu adalah wanita yang sangat kuat sekali. Annabella kamu adalah wanita yang tegas kamu adalah wanita yang jujur."
Jackson terus saja menyampaikan kata-kata positif kepada Annabella.
"Bu, aku seperti nya harus membantu Papa untuk memindahkan korban dari rumah sakit ini. Karena banyak sekali yang mencurigai orang-orang yang ada di depan rumah sakit mereka itu adalah orang yang di suruh oleh Ardika."
__ADS_1
Elsha pun merasa jika Bella dan kekasih nya begitu sangat bahaya sekali.