
Elsha masih saja termenung di kamar nya, dia seakan tidak percaya dengan kepergian Annabella.
Elsha terus saja memandangi foto Annabella dan berharap besar Annabella kembali, dia sangat merasa sangat bersalah sekali.
"Annabella, ibu rindu Nak. Maafkan ibu yaa sayaaaaang kembali kepada ibu Nak."
Elsha meneteskan air mata nya dan mencium foto Annabella.
"Apa yang harus aku lakukan supaya Annabella bisa kembali kepada ku, aku benar-benar tidak mau Annabella pergi seperti ini."
Elsha hanya menghabiskan waktu nya di dalam kamar dan membuat Mbak Asmirah merasa sangat hawatir sekali dengan kondisi Elsha.
Mbak Asmirah mencoba untuk menenangkan perasaan Elsha.
"Bu Elsha, makan dulu jangan seperti ini nanti ibu sakit."
Elsha pun memilih untuk berdiri dari tempat duduk nya.
"Aku ingin pergi ke kamar Annabella, aku ingin menghabiskan waktu di sana."
Elsha pun memilih untuk pergi ke kamar Annabella dan Mbak Asmirah pun mengikuti Elsha dengan membawa makanan untuk nya.
Elsha membuka pintu kamar Annabella, dia juga membuka jendela kamar nya.
"Apakah Annabella akan kembali ke sini,? apakah dia akan menerima kehadiran ku kembali. Aku tahu jika aku ini adalah bukan Ibu kandung nya tapi aku sangat sayang sekali dengan Annabella."
Mbak Asmirah pun memegang tangan Elsha yang terasa sangat dingin sekali.
"Buuu, ibu sangat baik sekali dan aku sangat yakin sekali jika Nona Annabella akan kembali ke sini walaupun tidak selamanya karena mungkin dia yang ingin bersama dengan ibu kandung nya."
Ketika Elsha dan Mbak Asmirah sedang mengobrol tiba-tiba terdengar suara hentakan kaki yang menuju ke kamar Annabella.
"Siapa itu yang datang apakah itu adalah Annabella,? dia kembali ke rumah ini."
Elsha pun langsung berlari menghampiri pintu kamar dan ternyata itu adalah Rendy suami nya.
"Mas Rendy, kamu datang bersama dengan Annabella?."
Elsha mencari Annabella ke belakang Rendy tapi tidak ada siapapun.
Mbak Asmirah pun memilih untuk pergi karena dia merasa tidak nyaman dengan kehadiran Rendy.
"Bu, saya permisi dulu yaa. Saya mau ke dapur makanan nya saya simpan di atas meja."
Mbak Asmirah pun langsung pergi begitu saja dan Rendy masuk ke dalam kamar Annabella.
"Aku pun belum bertemu dengan Annabella, Bella belum mengirimkan alamat Apartemen nya."
Rendy terlihat sangat sedih sekali dia pun hanya bisa memandangi foto-foto Annabella di kamar nya.
"Mas, maafkan aku yaa. Ini adalah kesalahan aku maafkan aku yang sangat menyesal sekali."
Rendy tersenyum kepada Elsha dia tidak mau Elsha merasa bersedih dan selalu menyalahkan dirinya.
"Sudah jangan sedih yaa, ini semua bukan kesalahan kamu. Mungkin Annabella yang memang ingin bersama dengan Bella saja.".
Rendy pun melihat makanan di atas meja, Rendy langsung berpikir jika Elsha yang tidak makan.
"Elsha sekarang kamu makan yaa, kamu jangan seperti ini."
Rendy membawakan makanan untuk Elsha dan menyuapinya sampai habis.
Ketika Elsha yang sudah merasa sangat kenyang sekali Handphone Elsha pun langsung berdering kencang.
Elsha pun langsung mengambil handphone tersebut.
"Lucas Andrean, untuk apa dia menghubungi ku lagi yaa."
*Hallo Lucas, ada apa yaa.*
*Bu Elsha, tadi saya melihat Annabella datang ke toko bunga saya membeli bunga tapi dia terlihat sangat berbeda sekali yaa.*
*Berbeda bagaimana Lucas,? dia pergi ke toko bunga dengan siapa.*
__ADS_1
*Annabella terlihat sangat domba sekali tidak seperti Annabella yang biasa nya yang ceria dan lemah lembut.*
*Annabella pergi ke toko bunga dengan siapa Lucas.*
*Dengan wanita yang dia panggil ibu.*
Elsha yang merasa sangat kesal sekali dia memilih untuk mengakhiri panggilan telephone dari Lucas.
"Kenapa kamu langsung mengakhiri panggilan telephone nya, memang Annabella pergi bersama dengan siapa."
Elsha menghelakan nafas panjang nya.
"Annabella pergi bersama dengan Bella, dan Lucas bilang jika Annabella sekarang berubah menjadi sombong tidak cerita seperti dulu."
Rendy pun merasa jika Annabella yang sudah dekat dengan Bella dan seperti Bella.
"Yasudah, sekarang aku akan mencoba untuk menghubungi Bella. Aku ingin sekali mendengar jawaban dari dia ketika aku menanyakan tentang Annabella."
Rendy pun mengeluarkan handphone dan mencoba untuk menghubungi Bella.
Bella dan Annabella yang baru saja sampai di Apartemen nya.
"Annabella, Ayah mu telephone. Bagaimana ini kamu mau bicara dengan nya."
Bella memberikan Handphone nya kepada Annabella tapi Annabella memilih untuk terdiam saja.
"Annabella, ini Ayah mu jangan seperti itu. Dia sangat merindukan mu sayaaaaang."
Bella mencoba untuk membujuk Annabella agar mau menerima panggilan telephone dari Ayah nya.
"Baiklah, tapi hanya sebentar saja yaa Buu."
Annabella pun akhirnya luluh dengan perkataan Ibu nya.
*Hallo Ayah, ini aku Annabella.*
*Annabella sayaaaaang, Ayah rindu sekali Nak. Apakah kamu tidak mau pulang ke rumah.*
*Tidak yah aku merasa jika rumah ku yang sekarang adalah bersama dengan Ibu.*
*Iya Ayah terimakasih atas perhatian nya.*
Annabella pun langsung memberikan Handphone nya kembali ke Ibu nya.
"Aku mau ke kamar ya Bu, dan membawa bunga-bunga yang sudah aku beli ini."
Annabella pun langsung pergi dan Bella merasa sangat kebingungan harus berbicara apa kepada suami nya.
*Hmmmmmm, Mas. Seperti nya Annabella dia ingin beristirahat dulu yaa karena tadi kita habis jalan-jalan untuk membeli bunga.*
Bella mengakhiri panggilan telephone padahal Handphone nya dengan di pegang oleh Elsha.
"Seperti Annabella tahu jika aku yang ingin mengobrol dengan nya, jadi dia langsung memilih untuk pergi."
Wajah Elsha terlihat sangat kecewa sekali dan Rendy pun merasa sangat sedih sekali.
"Sudah yaa Elsha, kamu jangan bersedih terus yaa. Nanti Annabella pasti akan kembali bersama dengan kita."
Rendy memberikan terus perhatian kepada Elsha dia tidak mau Elsha menjadi sakit karena memikirkan Annabella terus-menerus.
Rendy pun menyuruh Elsha untuk beristirahat dengan membaringkan tubuh nya dan menarik selimut.
"Istirahat di kamar Annabella agar kamu jauh lebih tenang yaa."
Rendy memilih untuk keluar dari kamar Annabella dia memikirkan bagaimana cara nya agar Annabella bisa kembali lagi ke rumah nya.
***
Annabella menghiasi kamar nya dengan bunga-bunga yang indah.
"Jika seperti ini aku akan merasa sangat nyaman sekali tinggal di sini."
Bella pun masuk ke dalam kamar Annabella dan dia juga melihat keindahan kamar nya yang baru.
__ADS_1
"Annabella sayang, ada yang ingin Ibu tanyakan kepada kamu."
Annabella pun langsung menghampiri ibu nya.
"Apa Bu, jika ibu menginginkan aku untuk kembali ke rumah. Lebih baik aku pergi dari Apartemen ini."
Annabella terlihat sangat emosional sekali.
"Sayang, tenang yaa sayang. Bukan itu tapi Ibu menanyakan kapan kamu kembali ke dunia entertainment. Ibu rasa sudah waktu nya kamu kembali untuk menunjukkan bahwa kamu masih layak untuk menjadi seorang bintang."
Annabella pun memikirkan perkataan ibu nya.
"Iya juga yaa Buu, aku juga sudah merasa sangat bosan sekali di rumah hanya membuat berat badan ku meningkat saja. Seperti nya kita selesaikan saja dulu perceraian ibu dengan Om Reymon karena aku tidak mau di sangkut pautkan dengan permasalahan kalian berdua."
Bella pun merasa memang seharusnya seperti itu, dia tidak mau juga Annabella menjadi pembicaraan para media massa.
"Iyaa sayaang, besok pagi Ibu akan urus semua nya yaa. Ibu juga ingin segera berpisah dengan Om Reymon."
Annabella pun kembali menghiasi kamar nya.
Bella keluar dari kamar Annabella dia pun ingin sekali bisa secepatnya besok.
"Aku ingin sekali secepatnya besok, dan aku juga ingin pergi ke luar rumah sebentar saja. Aku ingin Coffe hangat."
Bella pun memilih untuk pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan Annabella.
Dia memilih untuk meminum Coffe dia tempat favorit nya ketika masih bersama dengan Reymon.
Bella begitu sangat bersemangat sekali, dia masuk ke dalam mobil nya.
Tampa sepengetahuan dirinya ada mobil yang mengikuti nya.
Bella terlihat sangat santai saja saat mengendarai mobil nya, dia tidak berpikir negatif sama sekali.
Sampai akhirnya Bella sampai di tempat tersebut dan dia pun langsung memesan Coffe dan duduk dengan manis sambil memainkan handphone nya.
Ketika Coffe tersebut datang, ada seseorang lelaki yang seperti melemparkan kertas putih kepada nya.
Seketika Bella pun langsung terkejut ketika di lempar kertas putih oleh seorang yang tidak dia kenal.
"Siapa yaa dia, astaga kenapa aku jadi ketakutan sekali seperti ini yaa."
Bella lebih memilih untuk meminum Coffe hangat tersebut dan memandangi kertas putih itu.
Bella merasa sangat ketakutan sekali untuk membuka kertas putih itu.
"Aku tidak mau membuka nya sendiri, aku harus membaca nya bersama dengan Ardika. Yaa dia juga harus membaca nya."
Seketika kepala Bella merasa sangat pusing sekali dan tangan nya pun tiba-tiba saja bergetar.
"Tenang Bella, kamu jangan seperti ini. Ingat yaa sekarang kamu harus menyelesaikan dulu tentang permasalahan rumah tangga kamu fokus saja yaa."
Bella hanya menggenggam erat kertas putih tersebut tapi dia tidak berani membuka nya.
"Ahhhhhhh, aku sangat penasaran sekali tapi aku tidak berani membuka nya."
Bella seperti di buat panik sendiri dia pun tidak bisa mengatur nafas nya.
Akhirnya Bella pun memberanikan diri untuk membuka kertas putih tersebut.
Dan tulisan pun berwarna merah pekat seperti darah.
*AKU MASIH HIDUP*
Bella pun langsung berteriak-teriak histeris ketika sudah membaca surat tersebut.
Para pegawai pun langsung menghampiri Bella tapi dengan cepat Bella mengambil kertas putih tersebut, dia tidak mau orang lain sampai membaca nya.
"Ibu, kenapa? apakah ibu baik-baik saja kan."
Para pegawai pun begitu sangat panik sekali.
"Maafkan saya, saya baik-baik saja kok. Lebih baik saya pergi saja dari tempat ini."
__ADS_1
Bella berjalan cepat menuju ke kasir untuk membayar minuman nya dan dia pun langsung berjalan menuju ke mobil nya.