
Annabella seperti mengabaikan bunga tersebut.
"Kenapa Jackson meninggal aku seperti ini, kenapa Jackson membuat aku seperti ini."
Elsha merasa sangat terkejut sekali mendengar perkataan dari Annabella yang tiba-tiba saja menyebutkan nama Jackson kembali.
"Jackson sering sekali memberikan aku bunga dan apakah itu adalah bunga pemberian dari Jackson."
Annabella berdiri dari tempat duduk nya dia berjalan menuju ke jendela kamar nya.
"Ini bukan bunga dari Jackson sayaaaaang, ini bunga ibu sendiri yang membeli nya."
Elsha mencoba untuk mendekati Annabella dan menyimpan bunga tersebut di atas kasur.
"Annabella, kenapa kamu mengingat kembali Jackson. Kenapa kamu harus mengingat nya kembali."
Annabella pun memandang wajah ibu nya.
"Aku di tinggalkan oleh suami kuu, dan aku di lecehkan oleh seorang yang tidak aku kenal. Kenapa mereka begitu sangat jahat sekali kepada ku."
__ADS_1
Annabella meneteskan air mata nya di hadapan Ibu nya.
Elsha merasa jika Annabella pasti mulai mengingat kejadian kelam di masa lalu nya.
"Annabella, lupakan semuanya. Lupakan kenangan yang membuat kamu sakit di masa lalu yaa jangan pernah mengingat nya lagi."
Elsha memegang tangan Annabella sambil tersenyum.
"Lihat masa depan kamu sayaaaaang, umur kamu yang masih sangat muda sekali sayaaaaang. Kamu bisa fokus dengan karir kamu yang sangat cerah sekali di dunia model sayaaaaang."
Annabella pun hanya bisa terdiam saja dia seperti mengabaikan ucapan dari Elsha.
Annabella menghampiri bunga yang di simpan di atas kasur nya, dia pun langsung memegang nya dan mencium bunga tersebut.
Annabella pun memegang erat dan sampai memeluk bucket bunga tersebut, Elsha membiarkan nya karena dia melihat Annabella yang seperti sangat nyaman sekali.
"Kamu terlihat sangat tenang sekali ketika memeluk bunga tersebut."
Elsha memilih untuk keluar dari kamar Annabella dan membiarkan Annabella di dalam kamar nya.
__ADS_1
Elsha melihat bunga-bunga yang di berikan oleh Bella, yang di abaikan begitu saja.
"Lebih baik aku masuk kam ke dalam vas bunga saja, sayang sekali yaa."
Elsha mencari Vas bunga dan meminta pertolongan kepada Mbak Asmirah.
"Mbak, aku ingin sekali rumah kita ini di berikan nuansa bunga-bunga. Agar Annabella merasa sangat nyaman di dalam rumah."
Mbak Asmirah pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Elsha.
Mereka berdua pun mencoba untuk menghiasi rumah nya dengan bunga-bunga cantik.
"Besok adalah hari pertama Annabella bertemu dengan Psikiater nya, semoga saja semua nya berjalan dengan baik tanpa ada Kendal sedikit pun. Dan Annabella bisa kembali seperti dulu."
Mbak Asmirah melihat wajah sedih Elsha yang menginginkan Annabella kembali seperti dulu.
"Saya melihat Nona Annabella yang belum bisa membicarakan tentang apa yang sebenarnya terjadi ketika berada di kebun teh bersama dengan Ibu nya. Jika Nona Annabella sudah bisa menceritakan kita bisa laporkan kasus ini kepada polisi Buu."
Elsha pun langsung terdiam mendengar perkataan dari Mbak Asmirah, Elsha begitu sangat mencurigai Bella tapi tidak mungkin Bella melakukan hal seperti itu kepada Annabella.
__ADS_1
Elsha juga masih memikirkan kata-kata Annabella yang menyebutkan jika Bella itu sangat jahat sekali kepada nya.
Elsha semakin tidak bisa berpikir jernih dia sekarang selalu berpikir negatif terhadap Bella.