
Elsha mencoba untuk mendekati Jessica, dia membelai rambut panjang Jessica.
"Kamu kenapa Nak, apa yang membuat kamu tidak betah tinggal bersama dengan keluarga suami kamu."
Jessica pun langsung memandangi wajah Elsha.
"Aku merasa tidak nyaman sekali tinggal di rumah itu, bayangan Mama nya Jackson selalu menghantuiku Buu. Aku sangat takut sekali."
Jessica memeluk erat tubuh Elsha.
"Mama nya Jackson meninggal karena kecelakaan, dan aku tidur di kamar nya dengan Jackson. Setiap malam aku selalu saja tidak bisa tidur karena aku merasa bayangan itu tampak di jendela kamar."
Elsha sangat terkejut sekali ketika mendengar cerita Jessica.
"Apakah hanya kamu saja yang merasakan nya Jessi,? Jackson tidak merasakan nya?."
Jessica menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Yaa Tuhan, kenapa yaa. Padahal kamu adalah anak yang baik sekali. Kamu bukan anak yang jahat tapi kenapa Mama nya Jackson tidak mau menerima kehadiran mu di rumah itu."
Elsha mencoba untuk menenangkan pikiran Jessica.
__ADS_1
"Yasudah yaa sayaaaaang, untuk sementara waktu kamu tinggal bersama dengan Ayah dan Ibu yaa untuk beberapa hari saja. Karena tidak mungkin kamu bisa tinggal di rumah ini selama nya."
Rendy pun memperhatikan Jessica dan Elsha.
"Walaupun Elsha bukan ibu kandung Jessica, tapi Elsha bisa membuat Jessica nyaman. Beda dengan Bella dia memang tidak mempunyai hati tulus seperti Elsha."
Rendy memilih untuk pergi kembali ke dapur Restoran nya.
"Jessi, kamu sekarang gimana mau tetap di Restoran atau pulang ke rumah. Ibu lihat kamu seperti kurang beristirahat."
Jessica memang merasa sangat pusing sekali.
Jessica dan Elsha pun langsung pergi dari Restoran tersebut, merasa pergi hanya berdua saja.
Elsha begitu sangat merindukan Jessica, dia merasa jika Jessica seperti anak kandung nya sendiri.
"Buu, kenapa yaa aku tidak merasakan kenyamanan seperti aku sedang bersama dengan Ibu. Aku tidak merasakan rasa kasih sayang seorang ibu kandung, aku tidak bisa sedekat dengan Ibu kandung ku seperti ini."
Elsha tersenyum manis kepada Jessica.
"Sayaaaaang, walaupun kamu merasakan hal tersebut tapi tetap saja Ibu kandung kamu itu Ibu Bella. Ibu Bella yang melahirkan kamu dia adalah ibu kandung kamu."
__ADS_1
Mereka pun akhirnya sampai di depan halaman rumah mereka.
Rumah yang sederhana tidak terlalu mewah tapi penuh dengan cinta.
"Ahhhhhhh, aku rindu sekali suasana rumah ini."
Jessica pun langsung berlari menghampiri tanaman bunga-bunga yang dia tanam.
"Bunga-bunga yang bermekaran sangat cantik sekali, terimakasih banyak yaa buu. Sudah merawat tanaman bunga-bunga kuu ini."
Jessica pun begitu sangat bahagia sekali dan dia pun berjalan menuju ke kamar nya.
"Kamar yang aku rindukan sekali, aku rindu dengan suasana kamar kuu ini."
Jessica membuka pintu kamar nya dan juga membuat jendela kamar nya, udara yang segar dan pantulan cahaya matahari yang masuk ke dalam kamar nya.
Jessica pun langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memejamkan mata nya, mencoba untuk melupakan sejenak apa yang sudah dia rasakan di rumah itu.
"Jessica tenang kan pikiran mu di sini, kamu bisa mengatur emosi muu di sini. Di sini tidak ada lagi bayang-bayang yang menghantui muu, kamu bisa tenang di sini."
Jessica pun langsung tertidur pulas di kamar nya.
__ADS_1