Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode (201)


__ADS_3

Annabella merasa jika ibu nya yang sudah terlalu lama tidak kembali, dia pun mencoba untuk mencari keberadaan ibu nya.


"Apasih yang sedang di bicarakan oleh ibu, sangat penting sekali kah. Sampai lama sekali dan harus meninggalkan aku sendirian di sini."


Annabella mulai merasakan sangat bosan sekali dia mengirimkan pesan kepada ibu nya.


*Ibu sedang berada di mana, kenapa sangat lama sekali Bu. Aku sudah tidak nyaman duduk di sini.*


Bella yang sudah selesai mengobrol dengan Ardika dia pun langsung menghampiri Annabella.


"Annabella mengirimkan pesan untuk ku, sudahlah tidak usah di baca aku langsung saja menghampiri nya."


Bella pun berlari menghampiri Annabella dan Annabella langsung berdiri dari tempat duduk ketika melihat ibu nya yang menghampiri nya.


"Maafkan ibu yaa sayang, aku tidak kembali ke Apartemen. Terlalu berbahaya jika kita berada di luar terlalu lama."


Bella pun langsung menarik tangan Annabella dan Annabella pun mengikuti apa yang di katakan oleh ibu nya.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan Annabella memakai sabuk pengaman karena dia tidak mau merasa ketakutan ketika ibu nya yang menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi lagi.


Bella segera menyalakan mesin mobil nya, Annabella merasa wajah ibu nya yang sedikit lebih tenang di lihat nya.


Annabella merasa ibu nya yang sudah berbicara di telephone bersama dengan kekasih nya.


"Aku merasa ibu seperti sudah membaik sekarang, wajah ibu tidak kusam lagi dan terlihat lebih segar."


Bella pun tersenyum manis kepada Annabella.


"Seperti sekarang ada seseorang yang menjadi pelindung untuk ibu, yang bisa membuat ibu merasa sangat tenang sekali dan menjalani kehidupan yang baru."


Annabella ingin sekali ibu nya yang bisa jujur kepada nya, tentang siapa lelaki yang ada foto bersama dengan Ibu nya.


Bella memilih fokus mengendarai mobil nya dan dia juga seperti mengabaikan ucapan Annabella.


Mereka pun akhirnya sampai di depan Apartemen, Bella masuk ke dalam Apartemen duluan sedang kan Annabella memilih untuk tidak langsung masuk ke dalam.


Annabella yang terdiam dan dia seperti melihat bayangan yang ada di belakang nya.

__ADS_1


Annabella terus saja memandangi bayangan tersebut sampai akhirnya, Annabella membalikkan badannya dan ada seorang yang melemparkan sesuatu kepada nya.


Sebuah kotak merah dengan pita warna pink muda.


Annabella pun mencoba untuk mengambil kotak tersebut dia memilih untuk tidak memberikan kepada ibu nya.


"Lebih baik aku tidak saja yang membuka sendiri kotak tersebut, aku tidak mau membuat Ibu menjadi hawatir kembali."


Annabella memasukkan kotak tersebut ke dalam tas nya, dia mencoba bagaimana cara nya agar Ibu nya tidak mengetahui nya.


Bella memperhatikan Annabella yang berlari dari pintu masuk menuju ke kamar nya.


Sikap Annabella membuat Bella merasa sangat curiga sekali dan Annabella juga yang mengunci pintu kamar nya.


"Annabella kenapa yaa dengan dia, kenapa dia seperti sangat mencurigakan sekali yaa."


Bella pun memilih untuk kembali ke sofa, Bella mencoba untuk menonton televisi agar dia mendapatkan informasi berita-berita terbaru.


Bella begitu sangat serius sekali menonton acara televisi tersebut, dan sampai akhirnya dia menonton berita tentang perusahaan milik Reymon.


Dalam isi berita tersebut, Reymon mengatakan jika dia akan memberikan harta kekayaan sebanyak 50% untuk cucu pertama nya.


"Apa maksud Reymon mengatakan hal tersebut,? di saat besok yang mulai proses perceraian ini. Seperti ini adalah cara Reymon agar aku membatalkan rencana perceraian ini dan menginginkan aku kembali kepada nya."


Bella menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum sinis.


"Reymon juga melakukan ini semua agar Annabella bisa bersama dengan Jackson kembali, Tidaaaaaak ini tidak bisa terjadi aku tetap menginginkan perpisahan ini apapun yang terjadi."


Bella memilih untuk mematikan acara televisi tersebut.


"Ini sangat membuat ku kesal dan sepertinya aku lebih baik pergi saja dulu dari Apartemen ini, aku ingin sekali bertemu dengan Ardika."


Bella seakan melupakan ucapan nya kepada Annabella, yang mengatakan jika berlama-lama di luar itu lebih berbahaya karena permasalahan nya sendiri.


Kepergian Bella yang sepengetahuan Annabella dan membuat Annabella yang terus menerus memandangi isi kotak tersebut.


"Kenapa aku merasa sangat berat sekali untuk membuka kotak misterius tersebut, dan aku memang takut ketahuan oleh Ibu."

__ADS_1


Annabella menyimpan kotak tersebut di dalam lemari baju nya dan Annabella juga mengunci pintu lemari tersebut.


"Aku harus keluar kamar, karena tadi Ibu pasti mencurigai aku yang tiba-tiba saja berlari dari pintu masuk ke dalam kamar."


Annabella pun membuka pintu kamar nya dan dia mencari keberadaan ibu nya, Annabella pergi ke dapur tidak ada ibu nya.


"Seperti nya ibu ada di kamar nya deh, karena tidak ada tempat."


Annabella mencoba untuk mengetuk pintu kamar tapi tidak ada jawaban, Annabella pun membuka pintu kamar dan ternyata memang ibu nya tidak ada..


Karena masih merasa sangat penasaran sekali, Annabella pun menuju ke kamar mandi yang ternyata kosong.


"Astaga, aku rasa ibu pergi ke luar. Padahal ini sangat bahaya sekali untuk ibu. Tapi kenapa ibu selalu saja pergi secara tiba-tiba begini."


Annabella menutup rapat kembali pintu kamar ibu nya, dan di manfaatkan Annabella untuk membuka kotak misterius tersebut.


Annabella pun dengan sangat cepat sekali dia berlari menuju ke kamar dan menguncinya. Annabella mengeluarkan kotak tersebut dari lemari baju nya.


Annabella mengatur nafas panjang ketika dia mau membuka kotak tersebut dan akhirnya Annabella pun langsung membuka kotak misterius tersebut.


Annabella begitu sangat terkejut sekali ketika dia melihat isi kotak tersebut.


Sebuah gunting dengan di penuhi tinta berwarna merah pekat.


Annabella tidak habis pikir dengan apa yang dia lihat.


"Kertas misterius yang belum aku tahu apa isi tulisan nya, payung hitam seperti mengantarkan kematian dan sekarang gunting dengan balutan tinta berwarna merah pekat.".


Annabella memastikan jika itu adalah tinta berwarna merah bukan darah hewan apalagi darah manusia walaupun Annabella yang tidak bisa membedakan nya.


"Ini hanya tinta berwarna merah ini bukan darah."


Annabella memegang kepalanya dia merasa sangat lemas sekali ketika melihat kiriman-kiriman misterius tersebut.


"Seperti nya apa yang sudah di lakukan oleh ibu, kenapa sangat menyeramkan sekali seperti ini."


Tangan Annabella mulai bergetar dan Annabella mencoba untuk menenangkan perasaan dan pikiran nya

__ADS_1


"Bagaimana jika Ibu yang sekarang ada di luar dia bertemu kembali dengan lelaki misterius tersebut, dan bagaimana jika ibu sekarang dalam keadaan berbahaya."


Annabella kembali merapihkan kotak misterius tersebut dia simpan kembali ke dalam lemari pakaian dan mengunci rapat pintu lemari nya tersebut.


__ADS_2