
Ketika Annabella hendak masuk ke kamar nya, dia melupakan tas nya yang berada di lantai.
"Annabella, tas mu ketinggalan Nak."
Rendy memberikan tas tersebut tapi tiba-tiba saja handphone Annabella yang terjatuh. Melihat handphone nya yang terjatuh Annabella kelihatan sangat panik sekali dia pun dengan cepat mengambil handphone tersebut.
Annabella juga mengambil tas yang di pegang oleh Ayah dan dia langsung berlari menuju ke kamar nya.
"Kenapa Annabella kelihatan seperti ketakutan seperti itu yaa, betapa berharganya handphonenya bagi dirinya."
Rendy pun memilih untuk masuk ke dalam kamar nya, dia harus menikmati hari nya tampa Elsha di samping nya.
Rendy merasa sangat kesepian sekali dia harus menerima kenyataan ini, di saat Rendy yang sedang merasakan kehilangan berbeda dengan Annabella yang sedang memikirkan Ibu yang sedang hamil.
"Awalnya aku sudah tidak peka terhadap Ibu tapi ketika aku yang mengetahui ibu yang sedang hamil aku menjadi kepikiran sekali dengan kondisi kehamilan ibu."
Annabella duduk di atas kasur nya sambil merenung memikirkan ibu nya.
"Semoga keajaiban datang kepada mu ibu, aku begitu sangat mencintai mu dan anak yang sedang di kandungan mu itu."
Annabella membaringkan tubuhnya dia atas tempat tidur nya, dia memejamkan mata nya dan menginginkan keajaiban datang kepada nya besok karena Annabella yang merasa di titik paling rendah.
Jackson sampai di rumah nya dengan nomber handphone Bella di tangan nya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang ya, nomber nya sudah ada dan sekarang rencana ku tinggal di depan mata ku."
Jackson masuk ke dalam kamar nya, dia menyebarkan nomber Bella kepada Robby dan Lucas karena dia tidak sesuatu terjadi dengan ku maka mereka berdua mempunyai nomor tersebut.
Jangan mulai mengirimkan pesan secara bersamaan kepada Robby dan Lucas.
*Simpan nomber handphone ini, ini adalah nomber handphone Bella yang aku dapatkan langsung dari handphonenya Annabella*
Robby dan Lucas begitu sangat terkejut sekali ketika Jackson yang sedang mudah dia bisa mendapatkan nomor handphone tersebut.
"Baik Tuan Jackson saya akan menyimpan nomor handphone tersebut."
Jackson merasa sangat tenang sekali dia pun mulai untuk pergi beristirahat.
__ADS_1
Malam semakin larut dan tanpa di sadari ternyata Bella datang ke rumah nya, dia ingin bertemu dengan Annabella.
"Aku melakukan ini semua hanya ingin agar Annabella yang bisa peka kembali terhadap ku, aku ingin Annabella tidak mengubah sikap nya."
Bella mencoba untuk menghubungi Annabella, handphone Annabella yang terus-menerus berdering kencang dan membuat Annabella membuka kembali mata nya.
"Astaga siapa yang malam-malam seperti menelephone ku sih."
Annabella melihat ternyata panggilan telephone masuk tersebut adalah dari ibu nya.
"Astaga ibu dua menelephone ku untuk apa lagi yaa."
Annabella seketika merasa sangat gugup sekali ketika dia harus menjawab apa telephone tersebut.
Annabella memilih untuk mengabaikan panggilan telephone tersebut melihat panggilan telephone yang tidak di jawab oleh Annabella.
Bella pun memilih untuk mengirimkan pesan kepada Annabella.
*Annabella sayaaaaang, keluarlah ibu berada di depan rumah mu. Ibu sangat merindukan sekali kamu nak*
Annabella seakan tidak percaya dengan apa yang sudah dia baca.
Rumah Annabella yang memang tidak mempunyai penjagaan satpam sehingga Bella bisa dengan mudah dia datang ke rumah tersebut.
Karena merasa sangat penasaran sekali akhirnya Annabella pun keluar dari kamar nya, dia berjalan begitu sangat cepat sekali dan membuat Rendy mendengar nya.
"Suara apa itu yaa, seperti suara yang sedang berjalan di dalam rumah."
Rendy membuka pintu kamar dan dia melihat Annabella yang ternyata berjalan menuju ke pintu keluar.
"Annabella dia mau pergi ke mana semalam ini, dia menuju ke pintu keluar dia ingin bertemu dengan siap yaa tidak mungkin dengan Jackson."
Rendy yang merasa sangat penasaran sekali dia pun mengikuti langkah kaki Annabella sampai dia melihat Annabella yang berjalan menuju ke pintu gerbang.
"Annabella kamu sebenarnya sedang ingin bertemu dengan siapa Nak."
Annabella keluar dari gerbang rumah nya dan tiba-tiba saja ada tangan yang menarik nya dan membuat Annabella seketika langsung terkejut.
__ADS_1
Annabella seketika dia ingin berteriak tapi mulut nya yang di tutup oleh tangan Annabella.
Air mata Annabella menetes ketika dia melihat wajah ibu nya di hadapan nya.
Bella pun tidak kuasa menahan air mata ketika dia bisa melihat wajah Annabella kembali mereka berdua pun saling berpelukan erat sekali.
Annabella menangis histeris di pelukan ibu nya, dan Bella juga memeluk nya dengan begitu erat sekali.
"Kenapa ibu harus seperti ini Bu, kenapa ibu menjadi orang yang jahat buuu. Aku tidak mau kehilangan ibu dan aku tidak tega jika sampai ibu yang harus di penjara dalam keadaan sedang hamil seperti ini."
Bella memegang perut nya, dia yang berbohong kepada Annabella.
"Sayaaaaang, jangan di pikirkan kandungan ibu pasti akan sangat kuat sekali Nak. Kamu harus bisa menjaga diri kamu yaa Annabella di saat kamu yang hanya bersama dengan Ayah mu saja."
Annabella dan Bella seperti mendengar suara seseorang yang menghampiri mereka berdua, Annabella pun langsung menatap wajah Ibu nya.
Karena merasa dalam keadaan darurat, Bella pun seketika langsung pergi dari Annabella dia berlari menuju ke mobil nya dengan Ardika yang sedang menunggu nya di dalam mobil nya.
Ardika langsung membuka pintu mobil ketika melihat Bella yang berlari sangat kencang sekali.
"Bukan kah ibu itu sedang hamil kenapa dia bisa berlari sangat kencang sekali yaa, apa dia lupa jika dia yang sedang hamil."
Annabella membalikkan badannya dan dia melihat Ayah nya yang berada di hadapan nya.
"Annabella, ini sudah larut malam sekali. Untuk apa kamu sampai keluar rumah seperti ini."
Annabella seakan tidak bisa berkata-kata di hadapan Ayah dia hanya bisa menundukkan kepalanya dan berkata maaf tanpa ada penjelasan.
"Kenapa dengan Annabella, apakah dia yang sedang berhalusinasi sampai dia tidak sadar keluar dari kamar nya dan berjalan sampai ke luar rumah."
Rendy pun mencoba untuk mengejar Annabella dan Annabella pun memilih untuk berlari menuju ke kamar nya.
Annabella menutup rapat pintu kamar nya, dia begitu sangat ketakutan sekali jika sampai Ayah nya yang mengetahui jika dia yang baru bertemu dengan Ibunya.
"Semoga ibu baik-baik saja dan Ayah tidak melihat kita berdua bertemu."
Rendy ingin berbicara dengan Annabella tapi ketika dia ingin membuka pintu ternyata pintu nya di kunci oleh Annabella.
__ADS_1
"Lebih baik aku tanyakan besok saja yaa, ketika Annabella yang sudah membaik dan merasa tenang."
Rendy pun memilih untuk pergi kembali ke kamar nya.