
Elsha membalikkan badannya dia tersenyum kepada mereka berdua.
"Bella, jika kamu berniat untuk menghabisi nyawa ku. Maka aku yang terlebih dahulu menghabis nyawa mu."
Elsha merasa masih merasa sakit di bagian leher nya, setelah melihat kejadian ini Elsha berniat untuk tinggal kembali bersama dengan Annabella.
"Lebih baik aku tinggal bersama dengan Annabella, itu akan jauh lebih menyenangkan. Apalagi jika Bella sampai mengatakan ini semua kepada Annabella dan dia marah. Itu tandanya Annabella berpihak kepada ibu nya."
Elsha pun masuk ke dalam mobil nya dan Ardika begitu sangat marah sekali kepada Bella.
"Apa yang sudah kamu lakukan kepada Elsha, sampai dia bisa membanting mu seperti ini."
Ardika membantu Bella untuk berdiri dan memakai kacamata hitam dan masker nya.
Bella tidak bisa menjawab pertanyaan dari Ardika, dia melihat untuk berjalan menuju ke mobil Ardika dengan bantuan Ardika.
Ketika Bella yang sudah berada di dalam mobil, barulah dia bercerita kepada Ardika.
"Aku menarik tangan Elsha dan menyenderkan tubuhnya di tembok. Aku mencekik nya dengan sangat kuat sekali tapi ternyata tenaga Elsha yang lebih besar dan membuat aku terlempar sampai ke tanah."
__ADS_1
Bella merasakan rasa sakit yang luar biasa sekali.
"Bella, bagaimana jika Elsha berteriak dan kamu langsung di tangkap oleh warga di bawa ke kantor polisi."
Bella yang memang tidak berpikir ke arah sana dia yang terlalu emosional sekali dengan Elsha karena Elsha yang terlalu ikut campur dalam urusan nya.
"Bella apakah kamu lupa jika kamu itu adalah buronan polisi, bukan lagi Bella yang cantik dan seorang istri CEO dari perusahaan besar."
Bella pun memilih untuk diam dan Ardika memilih untuk membawa Bella pulang.
Elsha ternyata tidak pergi dia memperhatikan Bella dan Ardika sampai mereka yang masuk ke dalam mobil dan pergi.
Elsha pun menyalakan mesin mobil nya, dia menuju ke rumah nya.
"Apakah aku harus memeriksa nya ke rumah sakit yaa, karena lumayan sangat sakit sekali."
Elsha memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba dia mengambil cermin untuk melihat leher nya.
Ternyata ads bekas kuku tajam Bella yang membuat Elsha merasa sangat Sakit sekali.
__ADS_1
"Bella, kamu kejam sekali yaa. Tanpa mengetahui apa kesalahan ku dia langsung ini menghabiskan nyawa ku."
Elsha memilih menempel kan plester untuk menutupi luka tersebut.
"Ahhhhhh, aku harus bersikap seperti biasa tidak terjadi apa-apa."
Elsha pun akhirnya sampai di depan rumah nya.
"Hmmmm seperti nya, aku tidak akan datang ke Rumah Sakit. Karena pasti ini sangat sakit sekali rasanya."
Mbak Asmirah begitu sangat bahagia sekali ketika melihat Elsha yang kembali datang ke rumah ini.
Tapi Elsha tidak menghampiri Mbak Asmirah, dia langsung masuk ke dalam kamar nya.
"Astaga, aku bertemu secara langsung dengan Bella. Dia bukan Bella yang dulu dia berubah menjadi Bella yang jahat sekali."
Elsha pun mengobati luka bekas kuku Bella sampai menusuk pada leher nya.
"Elsha kamu tidak boleh takut, kamu harus bisa melawan nya. Karena jika kamu lemah dia yang akan menghabisi nyawa mu."
__ADS_1
Elsha pun sampai memasukkan gunting besar di dalam tas nya, Elsha sudah tidak bisa bersikap baik dengan Bella.