
Keesokan harinya ~~~
Bella terlihat sangat murung sekali tidak seperti biasa nya, dia hanya menundukkan kepalanya sambil menikmati makanan.
Bella tidak memasak tidak seperti biasa nya.
Jackson merasa sangat bersalah walaupun dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Bella.
"Mas, aku hari ini pergi ke luar sebentar yaa. Aku punya sedikit urusan."
Bella meminta ijin kepada suami nya dan Reymon pun mengijinkan Bella pergi.
Setelah mendapatkan ijin Bella langsung bergegas pergi dia tidak menyapa Jackson sama sekali.
"Ada apa dengan Mama Bella, dia tidak seperti biasa nya?."
Tanya Jackson kepada Papa nya.
"Sudahlah seperti nya ini adalah permasalahan dengan keluarga nya."
Jackson pun kembali melanjutkan makan nya.
"Jackson, kapan kamu mengajak orang tua Jessica untuk bertemu dengan Papa. Lebih cepat lebih baik kan."
Jackson pun langsung berpikir keras, apakah harus secepat ini.
"Aku tanyakan kembali kepada keluarga Jessica, semoga saja secepatnya."
Handphone Jackson bergetar dia melihat ada pesan masuk dari Jessica.
Jackson pun membuka pesan tersebut.
*Jackson, aku sekarang tinggal di Apartemen. Aku tidak tinggal bersama dengan Ibu dan Ayah. Nanti aku kirimkan alamat Apartemen nya.*
Jackson pun seketika langsung terdiam ada apa dengan Jessica.
"Pap, aku pergi dulu yaa. Aku mau bertemu dengan Jessica."
__ADS_1
Jackson terlihat sangat bersemangat sekali dia pun sampai berlari menuju ke mobil nya.
"Dia benar-benar mencintai Jessica, seperti nya memang harus di percepat saja pernikahan ini."
Jackson pun menuju ke alamat Apartemen yang sudah di kirimkan oleh Jessica.
Dan akhirnya Jackson pun sampai di depan pintu Apartemen Jessica.
Jackson pun langsung menghampiri Jessica dia melihat Jessica yang begitu sangat cantik sekali.
"Kamu cantik sekali Jessi, aku menyukai mu."
Jessica menghampiri Jackson dan mereka pun saling berpelukan.
"Jackson, aku ingin kita secepatnya menikah saja. Aku tidak mau jauh dari kamu sayaaaaang."
Jackson menatap wajah cantik Jessica dia tersenyum manis sambil membelai rambut panjang Jessica.
Jessica pun langsung melepaskan pelukan erat nya, wajah nya seketika berubah menjadi pucat.
"Jessi,? kamu kenapa sayang. Kamu kenapa pucat seperti itu."
Jessica pun memilih untuk pergi menjauh dari Jackson.
Jackson menghampiri Jessica dia memeluk erat tubuh Jessica dari belakang.
"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, tapi kenapa Ayah ku seperti tidak mau menanggapi tentang rencana pernikahan kita ini. Aku harus bagaimana lagi Jackson, Ayah menjadi berubah."
Jackson begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan tersebut.
"Ayah kamu tidak setuju dengan rencana pernikahan kita,? kenapa Ayah kamu bisa seperti itu."
Jessica menangis di pelukan Jackson.
__ADS_1
"Aku juga tidak mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh Ayah, apakah Ayah masih menginginkan aku untuk terus berkerja. Aku juga cape harus berkerja keras dari aku kecil sedangkan Ayah hanya diam saja."
Jackson begitu sangat kasihan sekali dengan Jessica.
"Kamu jangan menangis yaa Jessi, aku berjanji jika kita sudah menikah nanti aku akan menjadikan kamu sebagai ratu. Aku akan membahagiakan kamu Jessi, kita tinggalkan dunia entertainment. Aku akan fokus pada perusahaan milik Papa."
Jessica pun begitu sangat bahagia sekali ketika dia mendapatkan lelaki yang tepat untuk nya, lelaki yang akan membuat nya bahagia.
"Terimakasih Jackson, semoga saja kamu tidak berpaling dari aku. Karena kamu itu sangat kaya raya sekali, dan aku. tidak pernah menyangka sebelum nya."
Jackson tersenyum manis kepada Jessica dia semakin memandangi wajah Jessica dari jarak dekat.
Jessica pun memejamkan mata nya ketika Jackson mulai mendekati bibir mungil nya.
Jackson mencium bibir mungil Jessica, ini adalah ciuman pertama mereka berdua yang sebelumnya belum pernah berpacaran.
Jessica pun membuka mata nya ketika bibir mungil nya bersentuhan dengan Jackson.
Jessica tersenyum manis ketika melihat wajah Jackson dalam kedekatan.
"Aku mencintaimu Jessica Anabella."
Jackson berbisik di telinga Jessica dan membuat Jessica memegang pundak nya.
Suasana sunyi senyap di Apartemen yang hanya mereka berdua membuat Jackson merasa sangat berani menatap Jessica.
Mereka pun duduk di sofa sambil tersenyum manis penuh cinta.
Jackson tidak bisa mengendalikan diri nya, dia semakin ingin memiliki Jessica.
"Jangan Jackson, Jangan aku takut nanti aku."
Jackson menutup rapat bibir mungil Jessica dengan tangan nya.
"Aku tidak akan sampai keluar jalur, aku masih tahu batasan nya."
Jackson membuka tangan nya dan membuat Jessica menghela nafas panjang nya.
__ADS_1
"Ahhhhhhh, kamu buat aku takut."
Jessica kembali memeluk manja Jackson.