
Annabella merasa jika Elsha yang mendengar semua perkataan nya bersama dengan ibu nya.
Elsha tidak habis pikir jika Annabella yang sangat berani sampai menelephone ibu nya.
"Ibu tidak akan pernah melakukan kekerasan jika tidak di awali, kamu lihat bekas luka tusukan kuku di leher Ibu. Bekas kuku ibu mu."
Elsha memilih keluar dari rumah dia masuk ke dalam mobil nya.
Annabella merasa sangat tertekan sekali dia tidak harus bagaimana lagi.
"Apa yang sekarang sedang di lakukan dan di rencanakan oleh Ibu Elsha, dan apakah dia akan mengadukan ini semua kepada Jackson. Maka gagal rencana ku untuk bisa kembali bersama dengan Jackson."
Annabella merasa sangat despresi sekali dia memilih untuk mengurung diri di dalam kamar nya.
Ketika Annabella di dalam kamar dia langsung berteriak-teriak kencang dan membuat Mbak Asmirah menjadi sangat hawatir sekali.
"Ada apa dengan Nona Annabella, kenapa dia berteriak-teriak kencang seperti ini."
Mbak Asmirah menghampiri kamar Annabella dia mencoba untuk membuka pintu kamar tapi ternyata pintu yang terkunci rapat.
__ADS_1
"Pintu nya terkunci, saya harus memberitahu Ibu Elsha."
Mbak Asmirah berlari menuju ke kamar Elsha tapi tidak ada jawaban nya.
"Bu Elsha seperti nya sedang keluar rumah, semoga saja Pak Rendy segera pulang."
Mbak Asmirah menuggu kedatangan Rendy di depan rumah nya, di sangat menghawatirkan sekali kondisi Annabella.
Ketika Mbak Asmirah yang sedang menghawatirkan kondisi Annabella, Elsha yang merasa sangat kecewa sekali dengan Annabella dia memilih untuk pergi untuk menenangkan pikiran nya.
"Annabella, tidak menyangka dia yang sampai berani untuk berkomunikasi dengan Ibu nya. Dia yang ternyata mengetahui tentang ibu nya dan apakah dia juga ingin ikut bersama dengan Ibu nya untuk hidup di dalam penjara."
"Aku merasa sudah tidak berguna lagi hidup di dalam rumah itu, begitu banyak sekali hal-hal yang kejam di dalam rumah itu."
Elsha sampai memegang kepala nya.
"Jika aku sampai bertemu kembali dengan Bella, aku tidak akan pernah diam untuk bisa melawan nya. Karena dia yang sangat jahat sekali."
Elsha melihat sebuah cafe di depan nya dia pun memilih untuk menenangkan pikiran nya di dalam cafe tersebut.
__ADS_1
Elsha tidak sengaja melihat Reymon yang sedang minum Coffe, dia pun langsung menghampiri Reymon.
"Pak Reymon, ternyata ada di tempat seperti ini juga yaa."
Reymon begitu sangat terkejut sekali ketika dia melihat Elsha, Reymon berpikir jika Elsha yang sedang bersama dengan Lucas dan Robby.
"Ibu Elsha silahkan duduk di kursi sebelah saja."
Elsha pun duduk di samping kursi Reymon dan pandangan mata Reymon tertuju pada luka yang ada di leher Elsha.
"Ibu Elsha baik-baik saja kan."
Elsha menyadari jika Reymon yang melihat luka yang ada di leher nya.
"Hmmmm, saya tidak sedang baik-baik saja. Saya merasa lelah untuk tinggal bersama dengan Annabella. Saya yang berniat ingin bisa melindungi Annabella tapi ternyata Annabella yang bermain api sendiri."
Reymon melihat wajah Elsha yang sudah sangat lelah sekali, dia pun hanya bisa mendengarkan curahan hati Elsha.
"Aku merasa lebih baik aku akhiri pernikahan ku dengan suami ku. Dan mungkin itu yang akan membuat Annabella senang dan merasa sangat bebas."
__ADS_1
Reymon merasa jika Elsha yang sudah berada di titik jenuh.