
Annabella berlari dengan sekuat tenaga nya menuju ke Apartemen milik ibu nya, dia pun seketika langsung terdiam di depan pintu Apartemen ibu nya.
Annabella memejamkan mata nya, dia seakan merasakan hal yang sedang terjadi di dalam.
Ardika mematikan siaran televisi nya, sehingga Annabella bisa mendengar pembicaraan mereka dengan sangat jelas sekali.
"Aku akan membunuh mu, dan hari ini adalah hari terakhir mu hidup di dunia ini hahahaha."
Bless, pisau tajam itu menusuk lelaki misterius tersebut.
Ardika pun langsung menghampiri Bella, dan Bella memberikan pisau itu menusuk di perut lelaki itu.
Ardika membuka masker wajah yang selama ini menutupi wajah lelaki misterius tersebut, dan ternyata mereka berdua pun di buat sangat terkejut sekali ketika melihat nya.
"Joshua."
Ucap Bella dan Ardika secara bersamaan.
Joshua merupakan sahabat baik Kelvin, dia mencari tahu tentang apa yang sudah terjadi dengan Kelvin dengan mendatangi tempat kejadian dan dia berjalan mengikuti arus sungai sampai menemukan desa terpencil.
Joshua menceritakan semuanya kejadian yang terjadi dan bertemu dengan kakek tua, dan ternyata Kelvin masih hidup di urus oleh Kakek tua tersebut.
Keadaan Kelvin yang sangat memprihatikan membuat Joshua merasa sangat marah dan kesal sehingga dia memilih untuk membalaskan dendam nya kepada Ardika dan Bella.
Annabella menangis dia pun memilih untuk pergi dia tidak menyangka jika Ibu nya yang dia pandang baik hati ternyata seseorang pembunuh yang berdarah dingin.
Ardika dan Bella pun langsung memilih untuk pergi dari Apartemen tersebut, Bella masih sempat memikirkan bagaimana dengan nasib Annabella.
__ADS_1
Melihat Ibu nya dan Ardika pergi, Annabella pun langsung menghubungi polisi.
Tangan Annabella begitu sangat bergetar sekali ketika dia harus melaporkan kasus ini, kasus pembunuhan ibu kandung nya sendiri.
Annabella tidak berani masuk ke dalam Apartemen tersebut, sedangkan Bella dan Ardika dengan licik nya mereka berdua bisa berhasil kabur dari Robby dan juga Jackson.
"Tuan Jackson, bagaimana ini Nona Annabella tidak juga kembali. Jujur saya sangat menghawatirkan sekali kondisi nya di sana."
Jackson akhirnya langsung berlari dan di ikuti oleh Robby, mereka berdua berlari menuju ke Apartemen.
Annabella menangis di depan pintu Apartemen nya, dia masih tidak menyangka dengan apa yang sudah terjadi.
Jackson yang melihat Annabella menangis dia langsung menghampiri Annabella.
"Annabella apa yang sudah terjadi,? kenapa kamu menangis seperti ini."
Annabella memeluk erat-erat tubuh Jackson dengan tangan yang bergetar hebat begitu juga dengan suara nya.
"Aku sudah menghubungi polisi, dan mereka akan segera datang ke sini."
Robby merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Annabella.
"Polisi,? apa yang sebenarnya terjadi Annabella?."
Annabella masih memeluk erat tubuh Jackson, pertanyaan Jackson membuat Annabella semakin menangis kencang.
Hingga Robby pun dengan begitu penasaran dia langsung membuka pintu Apartemen tersebut.
__ADS_1
"Astaga, siapa dia."
Teriak Robby sambil menghampiri sosok tersebut.
Robby pun langsung mengecek denyut nadi lelaki tersebut.
"Dia masih hidup kita harus segera menghubungi Dokter."
Robby begitu sangat panik sekali ketika dia melihat pisau yang masih menusuk dan darah yang berceceran di mana-mana.
Mendengar perkataan Robby, Jackson pun langsung melepaskan pelukan erat dari Annabella.
"Annabella,? siapa yang melakukan ini semua?."
Annabella menangis histeris di hadapan Jackson.
Dia memegang kepala nya dan terasa sangat lemas sekali, Annabella pun akhirnya terjatuh pingsan di pelukan Jackson.
"Robby, sebentar lagi polisi akan datang kamu jangan menyentuh nya."
Dan akhirnya polisi pun datang untuk menangani kasus tersebut.
"Siapa yang akan menceritakan kronologis nya di kantor polisi."
Robby akhirnya dia yang menceritakan semuanya karena dia yang pertama kali melihat korban.
Jackson membawa Annabella ke rumah sakit, dan Lucas yang datang ke dia seketika langsung terkejut ketika banyak nya polisi dan para wartawan yang ada di sekitar Apartemen tersebut.
__ADS_1