Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode (194)


__ADS_3

Lelaki tersebut pun menghampiri Bella dan memberikan payung tersebut kepada Bella.


"Pegang lah payung hitam ini, kamu pasti membutuhkan nya."


Lelaki tersebut pun langsung pergi ketika sudah memberikan payung kepada Bella.


Bella pun mengabaikan perkataan orang tersebut, dia pun langsung berlari menuju ke Apartemen nya dengan membawa payung hitam.


Ketika Bella membuka pintu dia melihat Annabella yang sedang duduk di sofa sambil memainkan handphone nya.


Annabella pun terfokus pada payung hitam di tangan ibu nya.


"Payung hitam milik siapa itu Bu, seperti payung hitam untuk mengantarkan jenazah saja ke peristirahatan terakhir nya."


Mendengar perkataan Annabella, Bella pun dengan tidak sadar dia langsung melemparkan payung hitam tersebut.


Annabella berdiri dari tempat duduk nya, dia memastikan jika kondisi ibu nya tidak sedang baik-baik saja.


Annabella menyimpan payung hitam tersebut ke tempat nya.

__ADS_1


"Bu, sebenarnya ibu kenapa sih?. Aku merasa ibu tidak sedang baik-baik saja sekarang apa yang sedang terjadi dengan ibu."


Tangan Bella begitu sangat bergetar sekali ketika Annabella menayakan hal tersebut.


"Tidak apa-apa sayaaaaang, maafkan ibu yaa. Ibu harus beristirahat dulu yaa."


Bella pun berlari menuju ke kamar nya dia langsung mengunci pintu kamar nya.


Annabella pun memilih untuk masuk juga ke dalam kamar nya.


"Ahhhhhhh, aku bisa despresi jika aku terus seperti ini. Siapa sebenarnya mereka itu suruhan siapa mereka itu, mereka berhasil membuat ku seperti ini."


Bella pun memilih untuk mengirimkan pesan kepada Ardika, dengan tangan yang masih bergetar hebat.


*Ardika, posisi ku sekarang seperti nya sangat bahaya sekali. Kelvin seperti dia masih hidup dan dia mencoba untuk membalas kan dendam nya kepada ku. Aku sangat ketakutan sekali lama-lama aku bisa despresi jika terus seperti ini.*


Bella pun sampai keluar keringat dingin dia begitu sangat gelisah sekali, dia merasa hidup nya sebentar lagi akan berakhir.


"Aku merasa hidup ku sebentar lagi akan berakhir, ntah di dalam penjara atau nyawa ku akan berakhir seperti Sesilia."

__ADS_1


Bella pun mulai mengingat kembali apa yang sudah dia lakukan kepada Sesilia.


Dia dengan keadaan sadar membuat nyawa Sesilia berakhir di tangan nya sendiri, dia masih merasa tusukan yang dia lakukan berkali-kali kepada Sesilia.


Dan membawa Sesilia ke dalam mobil, membiarkan mobil nya menabrak pohon besar seakan telah terjadi kecelakaan.


"Bella, kamu harus kuat kamu jangan pernah lemah seperti ini. Kamu harus bisa melawan apapun yang ada di hadapan mu tidak berlama-lama untuk berada di luar rumah, dan jangan pernah lagi mengambil sesuatu dari orang lain."


Bella pun langsung pergi ke kamar mandi dia ingin menenangkan diri nya dengan aroma terapi.


Bella bener-bener ingin melupakan apa yang sudah terjadi, dan menghapus bayang-bayang yang membuat nya ketakutan.


Ketika Bella yang mulai merasakan kenyamanan, Annabella memikirkan payung hitam tersebut.


"Payung hitam milik siapa yaa, kenapa ibu sampai membawa nya tapi dia melemparkan nya. Apakah ibu terkena hipnotis sehingga dia tidak sadar memegang payung hitam tersebut."


Annabella pun keluar dari kamar nya, dia karena sangat penasaran sekali dia kembali melihat payung hitam tersebut.


Annabella melihat tidak ada yang aneh dengan payung tersebut.

__ADS_1


__ADS_2