Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode (222)


__ADS_3

Bella terus saja memantau lelaki tersebut tetapi ternyata lelaki itu memilih untuk pergi begitu saja, dan Bella begitu sangat kecewa sekali.


"Kenapa dia pergi, kenapa dia tidak mau masuk ke dalam Apartemen."


Bella pun langsung mengirimkan pesan kepada Kekasih nya.


*Ardika kita gagal seperti nya dia lebih pergi, apakah mungkin dia sudah mengetahui jika.*


Membaca pesan dari Bella, Ardika pun begitu sangat emosional sekali.


"Gagal, pergi ke mana dia sekarang."


Bella pun langsung masuk ke dalam Apartemen.


"Lebih baik aku rapihkan kembali Apartemen ku ini, aku akan tinggal di sini bersama dengan Ardika."


Bella pun memilih untuk membersihkan Apartemen nya dan Ardika pun keluar dari kamar Bella.


"Bella, kita harus tinggal di sini sampai kita mendapatkan lelaki itu. Dan mati di tangan kita berdua."

__ADS_1


Ardika begitu sangat bersemangat sekali dia benar-benar ingin melenyapkan nyawa lelaki tersebut.


"Ya, sabar saja dulu. Kita memang harus tinggal di sini tapi jangan sampai dia mengetahui kehadiran mu di sini."


Ardika pun mengikuti apa yang di katakan oleh Bella.


"Bella, apakah Reymon menghubungi mu kembang. Kenapa aku merasa ada yang aneh dengan sikap Reymon kepada mu, dia seperti langsung tidak peduli kepada mu padahal kamu tahu jika dia sangat mencintai mu Bella."


Bella pun merasakan hal tersebut tapi dia tidak memikirkan nya.


"Yaa, tapi aku merasa sangat senang sekali. Tapi sebelum nya dia pernah mengatakan jika dia bilang aku yang membunuh Sesilia tapi dia tidak mempunyai bukti apapun."


"Reymon mengetahui kamu yang membunuh Sesilia, dan kamu masih bisa tenang seperti ini. Bella Renata apakah kamu baik-baik saja."


Bella menghentikan langkah kaki nya yang berniat untuk mengambil sapu.


"Ya, aku diam saja seperti tenang karena menang tidak ada yang harus di takut kan karena tidak ada rekaman cctv sudah di hapus."


Bella masih terlihat sangat tenang sedangkan Ardika mulai berpikir.

__ADS_1


"Bella, dari siapa Reymon mengetahui hal tersebut. Itu tandanya pembicaraan kita di rumah kosong itu di dengar oleh seorang."


Tatapan mata Ardika begitu sangat serius sekali dan Bella pun mulai memikirkan nya.


"Apakah Robby atau Jackson yang mengetahui nya, tapi di saat itu posisi Jackson yang sedang kecelakaan mobil oleh ku sendiri."


Ardika pun mulai berhati-hati dengan Robby.


"Aku merasa Robby memang sangat berbahaya sekali untuk kita, dia tidak bisa kita diamkan."


Bella pun merasa menghampiri Ardika dan duduk di samping nya.


"Jika Reymon, Jackson dan Robby mengetahui aku yang membunuh Sesilia. Baguslah itu tanda nya mereka yang semakin kesal dan membencinya ku sama seperti aku yang membenci Jackson di saat dia mencerai kan Annabella di saat Annabella yang sangat mencintai Jackson."


Bella semakin tidak perduli dengan kasus pembunuhan dengan Sesilia dia lebih takut dengan kasus pembunuhan Kelvin yang seperti arwahnya penasaran.


"Aku harus bisa menangkap lelaki peneror misterius itu sekarang juga, jika dia Kelvin yang masih hidup maka aku yang akan membuat nya tidak akan pernah kembali menghirup udara segar kembali. Semoga aku lakukan demi Annabella putri kesayangan ku."


Ardika melihat Bella yang begitu sangat bersemangat sekali semua dia lakukan hanya untuk Annabella.

__ADS_1


__ADS_2