
Jackson membiarkan Jessica pergi ke dapur.
"Bukan kah Jessica itu suka telur dadar kenapa jadi ayam goreng."
Jackson memilih untuk menunggu Jessica di kamar nya.
Jessica yang sebenarnya berbohong dia tidak lapar, Jessica hanya ingin menghindari kamar tersebut.
"Aku tidak betah kalau harus seperti ini, aku tidak mau tinggal di rumah ini. Lebih baik aku pulang saja ke rumah kuu."
Jessica melihat para pegawai yang sedang berkumpul dia pun seketika ingin tahu pembicaraan mereka semua.
"Sebenarnya kematian Bu Sesil itu kan kecelakaan tapi kenapa yaa, terasa seram di rumah ini apalagi di kamar nya."
Jessica pun mendengar pembicaraan mereka.
"Ternyata mereka pun merasakan ketakutan yang sama seperti yang aku rasakan, sebenarnya apa yang menyebabkan kematian Mama nya Jackson itu."
Jessica pun memilih untuk kembali ke dalam dengan sangat terpaksa dia masuk ke dalam kamar tersebut.
Jessica melihat Jackson yang sedang tertidur pulas sekali.
"Jackson tidur, aku akan sudah tidur lama di perjalanan. Lebih baik aku keluar saja, aku ingin sekali membicarakan tentang Mama nya Jackson dengan Mama."
Jessica pun mengetuk kembali pintu kamar Mama nya dan Bella pun membuka pintu kamar nya.
"Buu, ada yang ingin aku sampaikan. Tapi kita bicarakan di luar saja yaa, aku bantu ibu berjalan."
Jessica membantu Bella untuk berjalan menuju ke depan rumah nya.
Para pegawai melihat kedekatan Jessica dengan Bella, padahal setatus mereka itu menantu dan ibu mertua.
"Bu Bella bisa langsung akrab yaa dengan Nona Jessica, mereka berdua lebih seperti Ibu dan Anak yaa."
Robby kembali ke rumah Jackson dia melihat kedekatan Jessica dan Bella.
"Mereka berdua sangat dekat sekali yaa, apakah sebelum mereka berdua sudah saling mengenal. Ini harus aku bicarakan dengan Jackson apapun harus kita curigai."
Robby pun mulai mencari keberadaan Jackson.
"Buu, sebenarnya apa yang membuat Mama nya Jackson itu meninggal."
Bella sangat terkejut sekali ketika Jessica menayakan hal tersebut.
"Sesilia itu meninggal karena kecelakaan dan mobil nya itu masuk ke jurang, dan beruntung nya jenazah nya masih bisa di temukan."
Jessica pun merasa suara Ibu nya yang bergetar dalam bicara dengan nya.
__ADS_1
"Buuu, apa yang aku rasakan di rasakan juga oleh para pegawai yang ada di sini loh buu. Dan aku rasa seperti nya ada kejanggalan di kematian Mama nya Jackson."
Bella tidak mau Jessica semakin mencari tahu tentang kematian Mama nya Jackson.
"Sudahlah sayaaaaang, itu kejadian sudah sangat lama sekali jadi kamu tidak usah memikirkan nya lagi yaa."
Jessica pun langsung terdiam dia merasa sangat tidak nyaman sekali.
Robby mencoba untuk menghubungi nomer handphone Jackson dan terdengar sangat jelas suara dering handphone nya.
Jackson pun seketika langsung terbangun dari tidurnya.
Dia langsung membuka pintu kamar nya dan melihat Robby yang sudah ada di depan kamar nya.
"Tuan Jackson, maaf saya menggangu waktu nya. Ada yang ingin saya bicarakan."
Jackson pun langsung membawa Robby ke kamar nya yang dahulu.
"Kita bicarakan semuanya di sini yaa."
Jackson menutup rapat pintu kamar nya.
Mereka berdua pun duduk di sofa kamar nya.
"Tuan Jackson, tadi saya melihat Nona Jessica dan Ibu Bella sedang mengobrol berdua. Mereka kelihatan nya sangat akrab sekali yaa, apakah sebelum nya mereka berdua memang sudah saling mengenal?."
"Jessi dan Mama Bella sebelumnya tidak pernah bertemu, Jessi tinggal bersama dengan Ibu sambung nya Ibu Elsha dan Ayah nya. Jessi bilang jika Ibu nya pergi meninggalkan di saat usia nya 7 tahun."
Robby pun langsung terdiam dan seperti sedang memikirkan sesuatu ketika Jackson menceritakan semuanya.
"Kenapa Robby,? apakah kamu mencurigai Jessica?."
Robby merasa tidak bisa menceritakan kecurigaan nya kepada Jackson karena dia tidak memiliki bukti yang kuat.
Robby mencoba untuk mengabaikan kecurigaan terhadap Jessica.
"Tuan Jackson, saya merasa kita harus melihat cctv pada saat kematian Ibu Sesil. Tapi kita melihat nya hanya berdua saja, jujur saya sangat tidak percaya jika Bu Sesilia meninggal karena kecelakaan mobil."
Jackson sebenarnya sudah tidak mau lagi membahas tentang kematian Mama nya, di saat dia yang baru saja menikah dengan Jessica.
"Apa yang kamu pikirkan sekarang,? apa kamu berpikir jika Mama Sesil meninggal karena perlakuan seseorang kepada nya."
Robby mencoba untuk menahan rasa kecurigaan nya.
"Saya tidak bisa berkata apa-apa sebelum kita berdua melihat hasil cctv yang ada."
Jackson pun menyetujui apa yang di rencanakan oleh Robby.
__ADS_1
"Baiklah Tuan, saya harus segera pergi dari sini. Saya mohon jaga baik-baik ini hanya kita berdua yang tahu."
Jackson pun membuka kan pintu kamar nya dan Jessica pun memilih Jackson dan Robby yang keluar dari kamar.
"Sedang apa kalian berdua di kamar,? sedang membicarakan sebuah rahasia yaa."
Robby memilih untuk langsung pergi saja.
Jackson pun langsung menghampiri Jessica.
"Aku mempunyai seorang istri yang sangat cantik sekali, tidak mungkin aku memilih untuk bersama dengan sesama jenis."
Jackson pun langsung mendorong tubuh Jessica untuk masuk ke dalam kamar nya dan mengunci pintu kamar nya tersebut.
Jessica masih saja cemberut pada Jackson.
"Sayaaaaang, sekarang kita harus menikmati keindahan sebagai pasangan suami istri. Bukan untuk saling marah-marah seperti ini yaa."
Jackson memeluk erat tubuh Jessica dan membuat Jessica bersikap manja kepada Jackson.
Jackson melepaskan pelukan erat nya dan mendekati wajah nya kepada Jessica.
Mereka berdua pun saling bertatapan wajah dan mata Jessica seketika langsung tertutup.
Jessica merasakan sentuhan hangat yang di berikan oleh Jackson kepada nya.
Jackson pun mengendong Jessica dan membaringkan nya di atas kasur.
Jessica merasa sangat bahagia sekali ketika dia bisa bersama dengan lelaki yang dia cintai.
Jessica ingin selalu bersama dengan Jackson.
Ketika mereka berdua saling berpelukan dan bertatapan merasa ingin nya sentuhan hangat cinta yang merasa saling berikan.
Tapi tiba-tiba saja foto pernikahan mereka terjatuh dan membuat kaca-kaca nya berantakan.
Jessica begitu sangat terkejut sekali ketika melihat foto pernikahan yang tiba-tiba terjatuh.
Jessica pun mencoba untuk membereskan nya tapi Jari Jessica tertusuk pecah kaca tersebut.
Tetesan darah tersebut menetes tepat di wajah foto Jessica dan Jackson langsung mencoba untuk mengobati luka yang Jessica.
"Sayaaaaang, kamu ngapain sih segala mau membersihkan pecahan kaca itu. Sudah biarkan saja nanti di bersihkan oleh para pelayan yang ada di sini."
Jackson melihat luka Jessica itu sangat kecil sekali tapi kenapa tetesan darah yang selalu saja keluar.
Jessica memandangi foto pernikahan yang terbelah menjadi dua dan tepat di bagian foto wajah nya banyak tetesan luka dari jari nya.
__ADS_1