
Jessica dan Jackson akhirnya mulai bersiap-siap untuk kembali pulang.
Jessica masih dengan wajah yang dingin sekali dia tidak mau tersenyum manis kepada Jackson.
"Jessi,? kamu baik-baik saja kan. Kamu tidak suka yaa kalau kita kalau kita pulang kembali dan menghabiskan waktu kebersamaan kita berdua di rumah saja."
Jessica menggelengkan kepalanya sambil tersenyum terpaksa.
"Ayooo kita pulang sekarang juga."
Jessica berjalan menuju ke pintu keluar.
Dan Jackson pun mengejar Jessica dia memegang tangan Jessica.
"Kamu kenapa marah-marah sihh sayaaaaang, aku minta maaf jika aku punya salah."
Ucapan Jackson di abadikan oleh Jessica.
Dan Jackson merasa sangat kebingungan sekali apa yang harus dia lakukan.
Jessica memilih duduk di kursi belakang.
"Aku merasa sangat mengantuk sekali, aku ingin tidur di kursi belakang saja."
Jessica membuka pintu mobil dan dia pun masuk dengan melemparkan bantal Minion nya dan dia membaringkan tubuh nya.
Jackson pun memilih untuk tidak banyak bertanya lagi dia fokus saja mengendarai mobil nya sampai akhirnya sampai di depan rumah nya.
Jackson melihat Jessica memang sedang tertidur pulas sekali dia merasa tidak tega untuk membangunkan Jessica.
Jackson pun memilih untuk mengendong Jessica dan para pegawai pun merasa sangat terharu sekali dengan apa yang Jackson lakukan kepada Jessica.
"Tuan Jackson, kamar nya sudah di siapkan. Silahkan langsung masuk saja tidak di kunci."
Jackson pun tersenyum manis kepada pelayan nya.
"Terimakasih banyak yaa kalian sudah membersihkan kamar Mama."
Jackson pun di bantu oleh pelayan nya, dia membuka pintu kamar tersebut.
Jackson pun merasa sangat nyaman sekali ketika dia masuk ke dalam kamar almarhum Mama nya.
Jackson membaringkan Jessica di kasur yang empuk dan luas itu.
"Kenapa yaa, jika aku berada di kamar ini. Aku merasa kehangatan yang luar biasa. Aku merasa ada Mama di samping kuu aku seperti merasakan aroma Parfum Mama."
Jackson membuka jendela kamar nya, dia ingin cahaya matahari masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1
"Foto Mama yang masih terpasang jelas di atas ranjang. Mama aku tidur di kamar Mama bersama dengan Jessica istri kuuu."
Handphone Jackson pun langsung berdering kencang sekali dia melihat panggilan telephone dari Robby orang kepercayaan nya.
Walaupun Jessica sedang tidur, tapi Jackson merasa tidak nyaman. Jadi dia memilih untuk pergi dari kamar nya tersebut.
Jackson meninggalkan Jessica sendiri di kamar itu.
Ketika Jackson pergi dari kamar tersebut, Jessica seperti merasakan angin kencang sekali masuk ke dalam kamar tersebut.
Dia seketika saja langsung terbangun dari tidurnya dan merasa sangat terkejut sekali ketika dia sudah berada di dalam kamar.
"Ini kamar Jackson,? tapi kenapa yaa tidak seperti kamar lelaki."
Jessica pun turun dari ranjang dia melihat wajah Mama Jackson yang begitu sangat jelas sekali di foto yang ada di atas ranjang nya.
"Wajah sama sekali yang bayangan ketika aku terjatuh di depan batu nisan itu, yaa berarti memang itu adalah Mama Jackson."
Jessica mencoba untuk keluar dari kamar tersebut, tapi pintu yang terbuka lebar tiba-tiba saja langsung tertutup seperti ada hembusan angin yang sangat kencang sekali mendorong pintu tersebut untuk tertutup rapat.
"Aku sangat kaget sekali, ada apa sih ini sebenarnya."
Jessica pun langsung berlari dan membuka pintu tersebut.
Wajah Jessica terlihat sangat ketakutan sekali dia mencoba untuk mencari Ibu nya.
Jessica pun mengetuk pintu kamar Ibu nyaa.
"Buuuuuu, ini aku Jessica."
Terdengar suara Jessica yang sangat bergetar sekali.
"Iyaaa sayaaaaang sebentar yaa."
Bella mencoba untuk turun dari kasur nya walaupun kaki nya sangat sakit sekali.
Ketika pintu itu terbuka, Jessica pun langsung menghampiri Ibu dan memeluk nya.
"Ibuu aku tidak mau tidur di kamar itu buuu, aku sangat takut sekali. Di kamar itu seperti nya sangat angker sekali."
Bella melihat wajah Jessica yang pucat dengan tangan yang bergetar.
"Sayaaaaang itu adalah kamar Mama nya Jackson, ibu pun tidak mengerti kenapa Jackson lebih memilih kamar tersebut padahal kamar dia jauh lebih nyaman."
Bella mencoba untuk menenangkan Jessica.
Bella merasa sangat kasihan sekali dengan Jessica pernikahan nya harus seperti ini, padahal baru hitungan hari.
__ADS_1
Jessica sudah tidak merasa nyaman untuk tinggal di rumah ini.
"Sayaaaaang ,Ibu tidak bisa berbicara dengan Jackson. Ibu takut nanti Jackson marah sama Mama, karena hubungan Mama dengan Jackson sangat tidak baik."
Jessica masih memeluk erat tubuh Ibu nya, tapi Bella tidak bisa menahan rasa sakit di kaki nya akibat terjatuh dari kursi.
"Ibu, baik-baik saja kan. Kaki ibu kenapa bengkak seperti ini buuu."
Jessica begitu sangat menghawatirkan Ibu nya.
"Ibu mencoba untuk mencopot kan foto Sesilia, tapi ternyata ibu malah terjatuh dari kursi itu."
Jessica pun merasakan hal yang terjadi memang sangat tidak wajar sekali.
"Apakah kehadiran kuu tidak di sukai oleh Mama nya Jackson,? dia membenci kuu Buu. Dia tidak setuju aku bersama dengan Jackson."
Jessica pun mulai merasa sangat sedih sekali.
"Jessi sayaaaaang jangan berpikiran seperti itu, itu hanya kejadian kebetulan saja sayaaaaang. Kamu jangan pikirkan lagi yaa sayaaaaang."
Bella memeluk erat kembali putri cantik nya, dia begitu sangat kesal sekali. Ketika semua nya tidak sesuai dengan keinginan nya.
Jessica tidak merasakan kebahagiaan di awal pernikahan nya, Bella pun menjadi hawatir dengan hubungan pernikahan Jessica.
"Besok aku ada jadwal konser Buu, mungkin aku akan pulang dulu ke rumah Ayah. Ketika Jackson sudah berada di rumah aku baru pulang ke sini, jujur aku tidak suka tinggal di rumah ini."
Jessica pun memilih untuk pergi dari kamar Ibu nya, dan ketika dia mau membuka pintu kamar dia melihat Jackson yang sedang berjalan melewati kamar tersebut.
"Jessica, sedang apa kamu berada di kamar Mama Bella."
Jessica pun sangat terkejut sekali dan Bella dengan memaksakan berjalan dia menghampiri mereka berdua.
"Mama yang menyuruh Jessi untuk masuk ke dalam kamar, karena Mama ingin meminta bantuan Jessi untuk mengambilkan air mineral di dapur."
Jessica melihat wajah Jackson yang seperti tidak yakin dengan ucapan Bella.
"Kaki Mama Bella terluka, aku sangat kasihan sekali makanya aku ingin membantu nya."
Jackson pun langsung menarik tangan Jessica.
"Suruh pelayan saja yang mengambil kan air mineral itu, jangan Jessica."
Jackson pun membawa Jessica untuk masuk ke dalam kamar tapi Jessica tiba-tiba terdiam dia tidak mau masuk ke dalam kamar tersebut.
"Aku sangat lapar sekali Jackson, aku ingin makan ayam goreng kesukaan kuu."
Jessica melepaskan genggaman tangan Jackson dia pergi menuju ke arah dapur.
__ADS_1