
Jessica mencoba untuk menguatkan hati nya, dia harus kuat dan tidak lemah.
"Aku akan akan hadir tapi sebelum nya, aku harus mengetahui semuanya kepada Ayah. Bu tolong datangi Jackson sekarang juga dia harus bertemu dengan Ayah dan berbicara langsung dengan Ayah."
Bella dengan penuh emosional dia pun langsung pergi ke ruangan Jackson.
"Ahhhhhhh, aku sangat emosional sekali dengan anak itu. Lebih baik aku habisi saja dia seperti Mama nya dengan gunting yang sama."
Bella pun dengan sangat cepat langsung pergi ke ruangan Jackson.
Bella membuka pintu ruangan itu dan membuat Jackson terkejut.
"Tidak punya sopan santun sama sekali."
Ucap Jackson sambil memandangi wajah Bella.
"Jackson Samuel, seharusnya sebelum kamu memberikan surat perceraian ini. Kamu datangi orang tua Jessica pulang Jessica ke rumah orang tua nya, kamu lelaki asli kan bukan lelaki jadi-jadian."
Bella begitu sangat kesal sekali dengan Jackson.
"Kondisi ku yang sekarang sedang di rawat bagaimana mungkin aku bisa bertemu dengan keluarga Jessica."
__ADS_1
Bella pun langsung tersenyum tipis kepada Jackson.
"Jessica juga sekarang masih terbaring lemas di tempat tidur dia juga sama masih di rawat dan bisakah kamu memberikan surat perceraian ketika Jessica dalam kondisi sehat, masih punya hati kan?."
Perkataan Bella membuat Jackson merasa maju dan terdiam.
"Tenang saja Jackson, Jessica juga akan mengikuti apa yang kamu inginkan. Jessica pun sekarang sudah mau bercerai dengan kamu dan coba kamu tanya dengan Asisten pribadi kamu itu, di saat suami nya yang tidak peduli sama sekali kepada nya. Jessica masih bisa menayakan bagaimana kondisi Jackson."
Jackson pun langsung memandangi wajah Robby.
"Benar Tuan Jackson, Nona Jessica menayakan kondisi Tuan Jackson. Kondisi Nona Jessica sangat kasihan sekali dia terlihat sangat kurus sekali dan wajah nya pun pucat."
"Aku tidak pernah menyangka Jackson, kamu memiliki sikap yang seperti ini. Kamu kehilangan Mama kamu tapi kamu tega dengan seorang wanita."
Bella yang sudah merasa sangat kesal sekali dengan Jackson pun memilih untuk langsung pergi dari ruangan tersebut.
Jackson merasa sangat jahat sekali terhadap Jessica dia pun hanya bisa terdiam saja.
"Lebih baik Tuan lihat kondisi Nona Jessi, sebelum terlambat. Setidaknya Nona Jessica itu masih istri sah Tuan Jackson."
Robby mencoba untuk melelehkan hati Jackson agar bisa melihat Jessica.
__ADS_1
"Tidak Robby, semakin aku melihat Jessica semakin aku tidak bisa membohongi perasaan ini. Aku tidak mau kembali bersama dengan Jessica tidak mau."
Robby pun hanya bisa terdiam saja ketika apa yang di lakukan hanya sia-sia saja.
Ketika Jackson yang memilih untuk bermain game online untuk menghilangkan perasaan nya terhadap Jessica.
Tiba-tiba saja handphone Robby berdering kencang.
Robby pun melihat siapa yang menelephone nya dan ternyata itu adalah Reymon.
"Pak Reymon, ada apa yaa dia telephone."
Melihat Jackson yang begitu sangat serius sekali dengan handphone nya.
Robby pun memilih untuk keluar dari ruangan untuk menerima panggilan telephone dari Reymon.
*Hallo Pak Reymon ada apa yaa.*
*Hallo Robby saya mengalami pencopetan, mereka membawa berkas-berkas penting milik perusahaan dan sekarang saya sedang berada di kantor polisi untuk memberikan keterangan.*
*Baiklah Pak saya akan menyampaikan kabar ini kepada Tuan Jackson.*
__ADS_1