
Bella dan Ardika harus pergi sampai ke luar kota, di perjalanan Bella terus saja memandangi tangan nya.
Tangan yang sudah mencelakakan dua orang dengan pisau dan juga gunting.
"Aku masih tidak menyangka jika aku yang melakukan nya, aku yang sebelumnya merasa sangat ketakutan sekali. Tapi aku yang dengan sangat berani melakukan semua nya."
Ardika memegang tangan Bella, dia dengan erat memegang dengan sangat erat sekali.
"Kamu tidak usah hawatir karena hanya kita berdua saja, tidak ada yang melihat apa yang sudah kita lakukan."
Ardika mencoba untuk membawa Bella ke tempat yang jauh dari keramaian kota.
"Untuk sementara kita harus tinggal di tempat yang sangat terpencil sekali dan jangan lupa kita harus mengganti penampilan kita berdua."
Ardika berhenti di sebuah salon, dia memakai topi dan juga masker hitam.
"Bella kamu harus merelakan rambut panjang mu itu yaa, kamu harus memangkas rambut panjang mu menjadi lebih pendek. Supaya kamu tidak terlalu di kenal oleh orang lain."
Bella memakai masker hitam nya, dan dia turun dari mobil tersebut dan berjalan menuju ke salon.
Ardika berbicara kepada salah satu pegawai untuk memangkas rambut panjang Bella.
Bella terlihat tidak seperti biasanya, tangan nya yang terus-menerus bergetar. Dan Bella yang lebih memilih untuk menundukkan kepalanya dan tidak banyak bicara.
Ardika terus saja memandangi wajah Bella, dia merasa Bella yang selalu berat untuk memikirkan Annabella.
Ardika keluar dari salon tersebut dia membuka handphone nya, dan ternyata kabar tentang pembunuhan tersebut sedang di lakukan pencarian.
"Cepat sekali, aku rasa Annabella datang ke Apartemen tersebut. Ini sangat gawat sekali, Annabella pasti menghawatirkan kondisi ibu nya dan juga Bella juga pasti menghawatirkan kondisi Annabella."
Ardika melihat Bella yang belum selesai, dia pun langsung memilih untuk mengirimkan pesan kepada salah satu teman nya yang berada di Jakarta.
*Pantau terus kasus pembunuhan di Apartemen itu, karena Bella yang sudah melakukan nya. Pantau juga kondisi Annabella karena saya sangat yakin sekali dia orang yang pertama kali menemukan jasad Jasad Joshua.*
*Baiklah Bos, saya akan mencari tahu tentang kasus tersebut.*
*Terus berikan informasi tentang kasus tersebut.*
Bella selesai dan dia pun langsung menghampiri Ardika.
"Aku sudah selesai dan juga sudah membayar nya juga, sekarang kita pergi ke mana lagi."
__ADS_1
Ardika pun langsung menarik tangan Bella, agar segera masuk ke dalam mobil nya.
Bella seketika langsung terkejut ketika melihat Ardika yang seperti sangat terburu-buru sekali.
"Ada apa ini Ardika,? apa yang sudah kamu temukan informasi tentang kasus ini."
Ardika pun langsung menjalankan mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali.
"Polisi sedang mencari informasi tentang kasus ini, sekarang sudah masuk berita di televisi maupun dunia Maya. Kita harus segera pergi."
Bella seketika langsung menagis histeris.
"Siapa yang menemukan nya,? apakah itu adalah Annabella?. Annabella yang menemukan jalan Joshua?."
Bella begitu sangat ketakutan sekali dan Ardika mencoba untuk menenangkan perasaan Bella.
"Kamu tenang saja Bella, bila mungkin Annabella yang melihat nya. Tapi dia tidak melihat kita berdua."
Bella pun langsung memikirkan Annabella.
"Ardika apakah sebelum kamu pergi kamu memastikan jika dia sudah tidak bernyawa,? jangan sampai dia masih hidup Ardika itu sangat berbahaya sekali."
"Aku rasa dia sudah tidak bernyawa, karena pasti banyak sekali darah yang keluar."
Bella pun sedikit merasa tenang ketika Ardika mengatakan hal tersebut.
"Baiklah Ardika, aku merasa sedikit tenang hati."
Ardika pun akhirnya sampai di sebuah rumah yang pernah dia tempati.
"Ayolah turun, kita harus bisa terbiasa untuk tinggal sederhana di rumah ini. Maafkan aku Bella kamu akan jauh dari kesan kemewahan, karena kita harus seperti sampai keadaan aman. Kita bisa langsung pergi ke luar pulau."
Bella tersenyum tipis kepada Ardika dan dia mengikuti apa yang di katakan oleh kekasihnya.
"Tidak apa-apa Ardika, dan terimakasih banyak kamu sudah mau melindungi ku."
Bella dan Ardika pun masuk ke dalam rumah tersebut, rumah yang masih dekat dengan pepohonan yang rindang.
"Sedikit menyeramkan tapi lebih jauh menyeramkan lagi jika kita berdua tinggal di penjara."
Bella dan Ardika mulai membereskan barang-barang yang mereka bawa, mereka dengan sangat kompak sekali membersihkan tempat tersebut.
__ADS_1
"Bella, kamu jangan pernah keluar dari rumah ini. Cukup aku saja yang keluar yaa, jangan sampai mereka mengenali wajah kamu karena itu sangat berbahaya sekali."
Bella menganggukkan kepalanya sambil memandangi wajah Ardika.
"Yasudah, aku pergi ke luar dulu untuk mencari makanan. Kamu baik-baik di dalam rumah yaa."
Ardika mencium kening Bella dan dia pun langsung pergi dari rumah tersebut.
Bella menghelakan nafas panjang nya, dia duduk lemas di lantai tidak ada kursi dan dia pun harus tidur dengan alas seadanya.
"Kenapa aku bisa sejahat ini, kenapa aku bisa seberani ini untuk melakukan nya. Annabella anak ku maafkan ibu sayaaaaang, kamu baik-baik tinggal bersama dengan Ayah mu."
Bella mengambil foto yang di bawa bersama dengan Annabella.
Dia meneteskan air mata nya, perasaan bersalah yang selalu ada tapi emosional Bella yang sangat tinggi sekali membuat Bella bisa melakukan hal yang sangat menyeramkan.
Bella juga membuka Handphone nya, berita tentang pembunuhan itu menjadi tranding topik di semua media sosial.
"Bagaimana ini, apakah mereka akan menangkap ku. Lalu bagaimana dengan kondisi Joshua."
Bella membaca dengan sangat detail sekali dia membawa jika korban penusukan tersebut di bawa ke rumah sakit dan sedang mendapatkan penanganan serius pihak medis.
"Dia di bawa ke rumah sakit, Itu tanda nya ada kemungkinan Joshua masih hidup. Astaga bagaimana jika ini memang terjadi habislah sudah hidup ku di dalam penjara."
Bella begitu sangat panik sekali dia sampai melemparkan handphone nya, tangan Bella bergetar hebat kembali.
Dia membayangkan ketika dia menusuk Joshua dengan penuh emosional sekali.
"Tidak Bella, kamu tidak boleh lemah seperti ini. Di saat dulu kamu melakukan ini kepada Sesilia kamu masih bicara menagis di depan jasad Sesilia dan kamu juga dengan sangat kuat sampai bisa mengantarkan Sesilia ke peristirahatan nya terakhir. Semua baik-baik saja tidak ada satu orang pun yang mencurigai kamu."
Bella mencoba untuk mengatur nafas nya, dia pun memejamkan mata nya dan mencoba untuk menenangkan perasaan nya.
"Bella kamu harus tenang kamu bisa tenang, kamu harus bisa juga hidup dengan kondisi seperti ini."
Bella berjalan menuju ke jendela rumah nya, dia melihat lingkungan di sekitar rumah nya.
Yang belum begitu banyak rumah warga dan juga masih banyak sekali pepohonan besar di depan dan belakang rumah.
"Ardika, dia pergi ke mana yaa. Sebaiknya mobil ku ini aku jual saja dan di belikan motor. Karena ini sangat membantu orang-orang bisa curiga dengan ku dan juga plat nomor mobil ku ini sangat membahayakan untuk pencarian polisi."
Bella dengan sangat setia sekali menunggu kedatangan Ardika.
__ADS_1