
Bella Tampa basa-basi dia menarik kursi dan dia pun duduk di samping Robby.
"Ada apa yaa Bu Bella tumben sekali menghampiri saya seperti ini?."
Tanya Robby dengan suara pelan nya.
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini,? apakah kamu sedang menunggu kedatangan Jackson."
Bella mencoba untuk menenangkan perasaan nya sehingga dia bisa berbicara dengan lembut kepada Robby.
"Tidak saya hanya sendirian, Tuan Jackson sedang fokus dengan pekerjaan di kantor nya."
Bella tidak melihat kecurigaan terhadap Robby tapi dia juga tidak mau di bohongi oleh wajah polos Robby.
"Oh, begitu ya."
Bella terus saja memperhatikan Robby dan dia juga memperhatikan tas yang di bawa oleh Ronny.
"Lalu apa maksud kedatangan kamu ke Cafe ini,? hanya sendirian saja."
Robby merasa Bella yang seperti sedang mencurigai dirinya.
"Ya, saya hanya ingin bersantai saja sambil menenangkan pikiran saya."
Bella merasa Robby memang tidak terlihat merencanakan sesuatu, dia juga terlihat sangat santai sekali ketika menjawab pertanyaan dari nya.
"Oh, Yasudah. Maaf menggangu waktu nya, aku pergi dulu kasihan Annabella menunggu di Apartemen."
Bella pun langsung pergi dan Robby pun terkejut ketika mendengar Annabella yang berada bersama dengan Bella.
"Nona Annabella ada bersama dengan Bu Bella, kenapa bisa seperti itu yaa. Ini sangat aneh sekali bukan kah Nona Annabella itu hanya merasa nyaman di dekat Bu Elsha."
Handphone Robby pun berdering dan ternyata itu adalah panggilan telephone masuk dari Jackson.
*Hallo Tuan Jackson.*
*Robby saya sekarang ingin pergi ke rumah Bu Elsha, dan kamu bisa menemani saya ke sana.*
*Bisa Tuan, saya akan menuju ke rumah Bu Elsha sekarang juga.*
*Baiklah.*
Jackson mengakhiri panggilan telephone nya, dan dia pun langsung pergi dari kantor nya.
"Kenapa bisa pas seperti ini yaa, di saat saya mau bertanya kepada Tuan Jackson dan saya pun sekarang di suruh datang ke rumah Bu Elsha."
Robby pun dengan cepat langsung pergi dan Bella yang ada di dalam mobil nya, dia memperhatikan Robby.
"Mau pergi ke mana dia,? seperti nya sangat penting sekali. Bagaimana yaa ini aku ikut Robby atau menuggu kabar dari Ardika, aku jadi binggung."
Bella pun berpikir sejenak dan dia pun memilih untuk menunggu kabar dari Ardika saja.
Di perjalanan Robby pun terus memikirkan sikap Bella.
"Apa yang membuat Ibu Bella seperti curiga terhadap ku yaa, padahal aku sedang tidak melakukan apapun sekarang."
Robby sampai duluan di depan gerbang rumah Elsha tapi dia memilih untuk menunggu kedatangan Jackson.
Beberapa menit kemudian Jackson pun datang dan Robby keluar dari mobil nya.
"Semoga saja tidak ada Om Rendy, aku merasa kurang nyaman jika ada dua di rumah nya."
Tapi ternyata ketika Jackson dan Robby mau masuk ke dalam rumah dia melihat Rendy yang sedang memainkan handphone nya.
Dengan terpaksa Jackson pun memilih untuk Robby tidak ikut bersama dengan nya ke dalam.
__ADS_1
"Kamu diam di luar saja yaa, nanti aku akan ceritakan semua nya kepada kamu.*
Robby hanya bisa mengikuti apa yang di perintahkan oleh Jackson, padahal dia seperti ingin menceritakan tentang Bella.
"Baiklah, saya akan menunggu di luar saja."
Jackson menghampiri Rendy dan mengucapkan salam, Rendy pun menyambut hangat kedatangan Jackson.
"Jackson, kamu datang kembali ke sini untuk apa?."
Tanya Rendy dengan wajah yang memperhatikan Jackson.
"Saya ingin bertemu dengan Bu Elsha, saya ingin bertanya tentang Jessica. Hmmmm maksud saya Annabella."
Rendy merasa tahu apa maksud dari pertanyaan Jackson.
"Elsha sedang beristirahat, dia masih sangat sedih sekali karena Annabella yang lebih memilih untuk tinggal bersama dengan Ibu kandung nya."
Jackson pun langsung terdiam dia pun duduk di samping Rendy.
"Seperti nya ini adalah hanya ke salah paham saja, mungkin di saat Elsha yang sangat lelah sekali mengurus Annabella sendirian dan dia meluapkan nya dengan perkataan yang kurang enak di dengar oleh Annabella dan membuat Annabella pergi bersama dengan Bella."
Penjelasan dari Rendy cukup membuat Jackson mengerti.
"Tapi Annabella dan juga ibu nya dia pun datang ke rumah saya, mereka berdua datang dalam membicarakan tentang rencana perceraian Papa saya dan Bu Bella."
Rendy begitu sangat terkejut sekali ketika Annabella ikut campur dalam rumah tangga ibu nya.
"Annabella ikuti bersama dengan Bella,? Astaga untuk apa Annabella ikut campur dalam masalah rumah tangga orang tua nya."
Rendy tidak habis pikir dengan perubahan sikap Annabella yang sekarang.
"Seperti nya Annabella seperti ingin membalas dendam dengan apa yang sudah aku lakukan kepada nya, dengan melihat rasa sedih Papa yang begitu sangat cinta kepada Bu Bella."
Rendy pun menghela nafas panjang nya.
Jackson merasa jika kehadiran sudah cukup dan dia pun ingin berpamitan pulang.
"Om, maafkan saya yang hanya membuat Om jadi memikirkan Annabella. Saya juga merasa Annabella menjadi berubah dan besok adalah hari di mana Bu Bella yang akan mengurus berkas-berkas perceraian nya."
Jackson pun mengambil tangan Rendy untuk bersalaman pulang.
"Om saya permisi pulang yaa, semoga Ibu Elsha cepat seperti dulu lagi dan Annabella kembali ke rumah ini."
Rendy pun tersenyum kepada Jackson ketika Jackson yang ingin pergi.
Robby sangat menunggu kedatangan Jackson, dan dia menarik tangan Jackson ketika Jackson hendak masuk ke dalam mobil nya.
"Tuan Jackson, ada yang ingin saya bicarakan tentang Bu Bella."
Jackson pun langsung terdiam ketika Robby mengatakan tentang Bella.
"Begini Tuan, tadi sebelum nya saya sedang berada di sebuah Caffe dan di saat Bu Bella yang tidak bisa nya dia menghampiri saya. Dia seperti mencurigai saya. Tapi saya tidak tahu apa yang membuat nya curiga."
Jackson pun merasa sangat pusing sekali dengan permasalahan tentang Bella.
"Pusing sekali saya memikirkan tentang wanita itu, sudah abaikan yaa. Sekarang saya ingin fokus dengan perceraian dengan Papa dan setelah itu kita cari tahu apa yang membuat sikap Bella seperti itu."
Jackson dan Robby masuk ke dalam mobil masing-masing.
Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Jackson.
***
Annabella merasa dia sendiri di Apartemen nya, dia tidak melihat sosok Ibu nya.
__ADS_1
"Apakah Ibu sedang ada di dalam kamar nya, lebih baik aku masuk ke dalam kamar."
Annabella masuk ke dalam kamar Ibu nya, dia mengetuk pintu kamar mandi. Tapi ibu nya tidak ada di dalam nya.
"Pergi ke mana sih ibu yaa, kok nggak bilang dulu sama aku sih."
Annabella pun duduk di atas kasur dan pandangan dia tertuju pada kertas putih yang ada di meja rias ibu nya.
Annabella pun menghampiri dia melihat kertas putih tersebut adalah amplop.
"Amplop apa yaa isi nya, tidak mungkin uang kan."
Annabella membuka amplop putih tersebut dan dia melihat foto kebersamaan ibu nya dengan Ardika.
"Ibu bersama dengan lelaki lain, tapi sebentar-sebentar seperti nya aku mengenal wajah lelaki ini."
Annabella pun terus memperhatikan wajah lelaki yang ada di foto bersama dengan Ibu yaa.
"Ini seperti satpam yang berada di rumah itu kan, aku tidak tahu nama nya tapi aku sangat kenal dengan wajah nya."
Annabella tidak menyangka jika Ibu nya berhubungan dengan lelaki yang berkerja rumah Jackson.
"Apa yang ada di pikiran Ibu, bagaimana jika Om Reymon tahu jika Ibu memilih berpisah dengan Om Reymon karena sedang dekat dengan pegawai yang ada di rumah nya."
Annabella tidak habis pikir dengan Ibu nya.
"Oke Annabella kamu simpan kembali foto-foto ini ke dalam amplop dan simpan seperti semula."
Annabella pun memilih untuk pergi dari kamar Ibu nya sebelum ketahuan oleh ibu nya.
Annabella masuk ke dalam kamar nya, dia mengunci pintu kamar nya.
"Astaga Ibu, aku tidak habis pikir dengan keputusan ibu ini."
Annabella pun terus memikirkan keputusan ibu nya.
"Tapi sebentar aku seperti merasa wajah lelaki yang ada di dalam foto itu sama seperti yang menolong aku, mata nya sangat mirip sekali. Dan dia dan ibu pergi langsung menghampiri Kelvin."
Annabella mulai merasa sangat gelisah sekali dia pun mengatur nafas nya dan mencoba untuk menenangkan pikiran agar bisa berpikir jernih.
"Ya, aku sangat yakin sekali. Mata yang sangat tajam sekali walaupun pada saat itu dia memakai masker tapi tatapan mata sangat sama sekali."
Annabella memilih untuk diam di dalam kamar nya.
"Jika ibu berpisah dengan Om Reymon lalu mereka berdua akan menikah, apa yang akan ibu jelaskan kenapa aku yaa."
Annabella mendengar seperti suara pintu yang terbuka dia yakin sekali bahwa itu adalah ibu nya yang datang.
Bella datang ke Apartemen dengan wajah lelah nya dan tumpukan permasalahan di pikiran nya.
Annabella pun memilih untuk tidak keluar dari kamar nya, sehingga membuat Bella yang langsung masuk ke dalam kamar nya.
"Seperti nya Annabella sedang tidur, bagus lah agar aku bisa menyendiri di dalam kamar."
Bella membuka pintu kamar nya dia mengunci pintu kamar nya.
"Aku sangat lelah sekali dan pusing sekali, siapa yang memberikan kertas putih itu. Dan kenapa Ardika belum juga memberikan kabar kepada ku."
Bella terus saja memandangi layar handphone nya.
"Ahhhhhhh, sebenarnya Kelvin itu masih hidup atau sudah tiada. Aku jadi mencurigai kakek tua itu seperti dia yang menemukan Kelvin di sungai dan dia yang merawat Kelvin sampai sembuh."
Bella merasa sangat berat sekali ketika dia yang mulai berhayal tentang Kelvin.
"Jika Kelvin sampai masih hidup, habislah masa depan ku bersama dengan Ardika. Kita berdua bisa masuk ke dalam penjara secara bersamaan."
__ADS_1
Bella tidak sanggup untuk membayangkan hal tersebut dia mencoba untuk berpikir jika Kelvin itu sudah tiada.