
Jackson memberikan alamat rumah yang dia temukan kepada Robby, agar dia menyelidik apa yang terjadi di rumah itu.
*Selidik rumah kumuh itu, tapi harus berhati-hati karena aku sangat yakin sekali tidak mungkin wanita itu hanya sendiri dia pasti memiliki orang lain di dalam rumah itu.*
Robby yang membaca pesan dari Jackson pun dia langsung segera pergi.
*Baiklah Tuan Jackson, saya akan segera pergi sekarang juga.*
Jackson merasa sangat senang sekali ketika dia membaca balasan pesan dari Robby.
"Semoga saja Robby baik-baik saja, dan dia bisa mendapatkan kabar baik. Aku bisa fokus berkerja di sini."
Jackson mulai aktivitas nya, dia berusaha untuk tetap fokus dengan pekerjaan walaupun dia selalu memikirkan Jessica.
***
Bella merasa hari-hari nya hampa ketika dia tidak bisa bersama dengan Jessica.
"Aku menginginkan Jessica kembali lagi, aku ingin Jessica tetap tinggal di rumah ini. Aku tidak bisa sendirian seperti ini."
Bella merasa sangat bosan sekali dia pun memilih untuk pergi ke salon kecantikan.
__ADS_1
Ketika Bella akan membuka pintu mobil nya, tiba-tiba saja handphone nya berdering kencang sekali.
"Ardi dia menelephone kuu, ada apa yaa dia seperti nya sangat penting sekali."
Bella langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
****Yaa Ardika ada apa kamu menelephone kuu?.*
*Bella datang lah ke sini, ada yang harus kita bicarakan tentang keluarga Reymon.*
*Baiklah, aku sekarang pergi ke sana***.*
"Apalagi rencana jahat nya, semoga saja tidak se kejam seperti Sesilia, aku tidak ingin seperti tidak nyaman untuk tinggal di sini."
Robby yang sebenarnya sudah sampai di depan rumah tersebut, tapi dia tidak langsung mencari tahu tentang rumah itu.
"Seperti nya itu adalah mobil Bu Bella, untung saja aku tidak langsung keluar dari mobil. Baiklah aku akan melihat siapa yang keluar dari rumah itu."
Robby memantau rumah tersebut dari mobil nya, terlihat sekali Bella yang begitu sangat berhati-hati ketika dia turun dari mobil nya.
Bella memakai jaket hitam dan kaca mata hitam serta masker untuk menutupi wajah nya.
__ADS_1
"Jika aku tidak mengenal mobil Bu Bella, aku tidak mungkin bisa mengenali penampilan Bu Bella."
Robby begitu juga fokus sekali dan akhirnya dia melihat lelaki yang keluar dari rumah tersebut.
Lelaki itu pun memakai topi, masker dan kacamata hitam.
"Ahhhhhhh, siapa lelaki itu aku tidak dapat mengenal nya."
Lelaki tersebut pun langsung menarik tangan Bella agar segera masuk ke dalam.
"Aku tidak akan pernah bisa mendengar pembicaraan mereka berdua jika aku tetap berada di dalam mobil ini, aku harus menghampiri rumah itu dan mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan."
Robby pun keluar dari mobil nya, dia berjalan menuju ke depan rumah tersebut dengan perlahan-lahan.
Robby harus bisa tau apa yang di rencanakan oleh Bella.
"Aku sangat sedih sekali, Jessica memilih untuk pergi dari rumah. Dia memilih untuk kembali dengan Ayah nya."
Robby begitu sangat terkejut sekali ketika Bella yang sedang membicarakan Jessica.
"Kenapa dia pergi,? apakah Jackson tidak memperlakukan Jessica dengan baik. Jackson jahat pada Jessica."
__ADS_1
Bella menghelakan nafas panjang nya sambil duduk di samping kursi Ardika.