Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode (226)


__ADS_3

Elsha dan Rendy memilih untuk kembali ke rumah nya, mereka ingin memastikan jika Annabella berada di rumah nya.


Rendy dan Elsha harus menunda lagi laporan nya ke polisi.


"Mas, bagaimana jika Annabella tidak berada di rumah. Dia pergi ke mana yaa Mas aku sangat ketakutan sekali jadi nya."


Rendy mencoba untuk menenangkan perasaan isterinya.


"Tenang lah Elsha, Annabella tidak mungkin pergi begitu saja. Dia pasti ada di rumah sekarang percaya lah."


Elsha pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada suaminya.


Elsha berniat untuk menayangkan tentang lukisan lelaki ini kepada Annabella langsung agar dia bisa mengetahui secara.


Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan gerbang dan Elsha begitu sangat tidak sabar bisa bertemu dengan Annabella.


"Mas, lukisan ini aku yang pegang yaa. Aku akan menayangkan langsung kepada Annabella."


Rendy pun mengikuti apa yang di katakan oleh istrinya, tapi Rendy tidak ingin Elsha langsung menayakan hal tersebut kepada Annabella.


"Tunggu di saat Annabella sedang keadaan baik-baik saja ya, jangan sampai hal merusak mood nya sehingga dia merasa tidak nyaman dan memilih untuk kembali dengan Bella. Aku sangat tidak menginginkan nya."


Elsha pun membuka pintu mobil nya dan dia pun langsung di hampiri oleh Mbak Asmirah.

__ADS_1


"Buuu, Nona Annabella sedang berada di kamar nya. Tadi dia meminta minuman tapi ternyata Nona Annabella sudah tidur."


Elsha pun tersenyum manis kepada Mbak Asmirah.


"Terimakasih banyak yaa atas informasinya, ini adalah kabar yang sangat menggembirakan sekali."


Elsha berjalan menuju ke kamar Annabella dan ternyata Annabella yang masih tertidur pulas dan Rendy pun mengikuti Bella.


"Sudah ku duga Annabella pasti akan kembali bersama kita."


Ready mengusap rambut panjang istri nya.


"Iya Mas, tapi malam sebelum nya Annabella pergi ke mana yaa. Dia tidur di mana aku sangat hawatir sekali."


"Sudah yaa, jangan berpikiran negatif terhadap Annabella. Dia tidak mungkin seperti yang kita pikirkan."


Elsha memilih untuk menutup rapat pintu kamar Annabella dan mereka berdua pun langsung pergi ke ruangan kumpulan keluarga.


"Aku belum memberitahu Bella jika Annabella yang sedang tertidur pulas di rumah kita."


Elsha pun mengeluarkan handphone dia langsung mengirimkan pesan kepada Bella.


*Bella, Annabella sudah ada di rumah ternyata dia sedang tertidur pulas.*

__ADS_1


Bella yang membaca pesan dari Elsha dia langsung sangat sedih sekali.


"Bukan jika Annabella mengatakan semuanya kepada Ayah nya dan Ibu tiri nya, Annabella tidak akan pernah bisa bersama dengan ku lagi."


Tatapan mata Bella begitu sangat mengharukan.


"Aku yakin Annabella tidak tahu jika kamu adalah seorang pembunuh, Annabella tidak akan pernah berpikir seperti itu. Karena dia merasa kamu adalah seorang ibu yang sangat baik."


Bella tetap saja menangis karena dia merasa jika hanya Annabella yang di punya.


"Iyaa, aku berharap besar seperti itu. Semoga saja Annabella tetap bersama dengan ku walaupun dia mempunyai ibu seorang pembunuh."


Bella memilih untuk menarik kembali selimut nya, dia seperti di buat tidak berdaya ketika dia yang sudah di hadapan kan seseorang yang sudah membuat nya trauma.


"Ardika, kami jangan pernah meninggalkan aku. Karena memang seperti nya lelaki itu akan membunuh ku buka Annabella."


Reaksi Bella tidak seperti biasa nya dia yang benar-benar merasa sangat ketakutan sekali.


"Aku akan selalu bersama dengan mu Bella, walaupun mungkin kita berdua akan mengakhiri hidup bersama."


Ardika begitu sangat mencintai Bella dia sangat rela sekali selalu ada di samping Bella dalam keadaan apapun.


"Terimakasih banyak aku tidak salah memilih kamu untuk menjadi pasangan ku dan juga menjadi penjaga ku."

__ADS_1


Ardika mencium kening Bella dia pun pergi meninggalkan Bella.


__ADS_2